Lokal
Share this on:

Santri dan Muda Mudi Lintas Agama Halalbihalal

  • Santri dan Muda Mudi Lintas Agama Halalbihalal
  • Santri dan Muda Mudi Lintas Agama Halalbihalal

FOTO BERSAMA - Para tokoh lintas agama dan muda-mudi dalam sesi foto bersama setelah menggelar acara halalbihalal.

SLAWI - Muda-mudi lintas agama yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Nusantara (FSN) dan santri menggelar halalbihalal. Bertempat di Gedung Adhi Dharma Klenteng Hook Ie Kiong Slawi, mengundang KH Juudil Atho, pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi.

Nampak hadir dalam halalbihalal, mantan Ketua Anshor Haji Muslih, perwakilan Agama Kristen, Pendeta Sugeng Prihadi, Hindu, Ida Bagus Nyoman Laksana, Budha, Sunarni, Konghucu, Tan Po Khong dan Kejawen Manages, Rosa Mulya Aji.

Ketua Muda-Mudi Lintas Agama Teguh Yuswanto, Selasa (18/6) mengatakan, pertemuan komunitas santri dan muda-mudi lintas agama yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Nusantara merupakan embrio untuk semakin mempererat tali silaturahmi.

"Muda-mudi lintas agama sudah terbentuk lama. Dan saat ini kami selalu menjaga kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Tegal. Dimana setiap hari besar agama, kami akan selalu ada untuk berpartisipasi, " katanya.

Meski berbeda-beda, tambah Teguh, namun tidak untuk dibeda-bedakan. Dan meski sama namun tidak untuk disama- samakan. Karena perbedaan itu adalah anugerah. Karena itu, baik komunitas santri maupun muda-mudi lintas agama tetap saling menghormati. Acara pertemuan dan halalbihalal ini juga mendapat respon positif dari semua pihak.

"Kami akan tetap jaga kebersamaan ini, juga saling menghormati antarumat beragama. Dan ini harus terus dijaga agar NKRI tetap berdiri. Makanya kami menggelar kegiatan semacam ini, sehingga akan menjadi contoh daerah lain," tambahnya.

Sementara itu, KH Juudil Atho, pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur,an mengatakan, perbedaan itu adalah rahmat. Perbedaan itu bisa bersuku-suku juga bisa beda antaragama, namun tetap kesatuan. Dan itu hal yang sangat indah.

"Mudah-mudahan, momen langka ini bisa terus dilaksanakan agar Kabupaten Tegal tidak mudah diadu domba," tandas dia. (guh/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Palang Merah Indonesia (PMI), KSB Guci dan Gupala mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makan petugas dan relawan sebanyak 300 porsi.


Hari Lalu Lintas, Puluhan Anak Yatim Diberi Santunan

Hari Lalu Lintas, Puluhan Anak Yatim Diberi Santunan

Mengisi hari lalu lintas Bhayangkara ke-64, jajaran Satlantas Polres Pemalang memberikan santunan kepada puluhan anak yatim


Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Slamet mulai masuk ke Guci.


Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet Dukuh Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.


Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Gelandangan di Tengah Kota, Enam Orang Gila Diamankan

Enam orang gila diamankan Dinas Sosial dan personel Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/9).


Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Dosen dan Mahasiswa di Tegal Tolak UU KPK yang Baru

Puluhan mahasiswa dan civitas akademika dari salah satu universitas ternama di Kota Tegal menggelar aksi penolakan disyahkannya Undang-undang (UU) KPK yang baru


95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

95 Persen Kebakaran Hutan dan Lahan dari Pembakaran Sampah

Isu nasional terkait kebakaran hutan akhir-akhir ini juga menimpa di daerah.


Kekeringan Meluas Hingga 4 Kecamatan di Pemalang

Kekeringan Meluas Hingga 4 Kecamatan di Pemalang

Kemarau yang cukup panjang membuat sejumlah daerah di Kabupaten Pemalang mengalami kekeringan dan berdampak pada kurangnya kebutuhan air bersih.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!