Lokal
Share this on:

Santri Keracunan Massal, Dua Ambulans Disiagakan

  • Santri Keracunan Massal, Dua Ambulans Disiagakan
  • Santri Keracunan Massal, Dua Ambulans Disiagakan

SLAWI - Sebanyak 39 santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-nur yang berada di Kelurahan Kalisapu Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal ‎diduga mengalami keracunan. Dua mobil ambulans disiagakan untuk mengantipasi jika kondisi mereka memburuk.

Dari 39 santri yang mengalami gejala keracunan hingga, Selasa (6/3) malam, seluruhnya tidak ada yang dilarikan ke rumah sakit. ‎Mereka ada yang beristirahat di kamar-kamar asrama dan masjid yang berada di kompleks ponpes setelah mendapat penanganan dari petugas Dinas Kesehatan dan PMI.

‎Kasi Survailance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Eko BP Prabowo mengatakan, selain diperiksa untuk mengetahui gejala keracunan yang dirasakan, para santri yang diduga mengalami keracunan juga diberikan nutrisi.

"Untuk sementara tidak ada yang dibawa ke rumah sakit‎. Kita sudah berikan asupan nutrisi," kata Eko saat mendatangi kompleks ponpes, Selasa (6/3) malam.

Meski tidak ada yang sampai harus dibawa ke rumah sakit, Eko melanjutkan, pihaknya akan terus memantau kondisi para santri yang diduga mengalami keracunan. Dua mobil ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI juga disiagakan di kompleks ponpes.

"Kita siagakan dua ambulans untuk mengantisipasi kalau kondisi santri ada yang memburuk. Disiagakan sampai besok (Rabu)," ujar Eko.

‎Ketua Yayasan Kawit An-Nur ‎Ahmad Wildan mengaku kaget ketiga mendapat laporan adanya santri yang mengalami keracunan. Dia menyebut santri yang diduga mengalami keracunan sebanyak 39 dari total jumlah santri sebanyak 60. "Saya sendiri baru mengetahui tadi," katanya, Selasa (6/3) malam.

Menurutnya, seperti kebiasaan di lingkungan ponpes, para santri selama ini memang masak sendiri dan kemudian makan bersama-sama saat buka puasa.

"Ada yang ngordinasi kemudian masak dan makan bersama-sama," ujarnya sembari menambahkan baru kali ini terjadi gejala keracunan sejak ponpes berdiri pada 2010 lalu. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pimen Kiye, Sembilan Ibu Hamil di Kabupaten Tegal Positif HIV/AIDS

Pimen Kiye, Sembilan Ibu Hamil di Kabupaten Tegal Positif HIV/AIDS

Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Tegal terus bertambah dalam dua tahun terakhir.


Dua Laki-laki dan Seorang Perempuan Pembobol ATM Disergap di Jalur Pantura

Dua Laki-laki dan Seorang Perempuan Pembobol ATM Disergap di Jalur Pantura

Sebanyak tiga orang yang diduga kawanan sindikat pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) ditangkap polisi, Rabu (5/12).


Kesetrum Kepalanya, Tukang Cat Kritis

Kesetrum Kepalanya, Tukang Cat Kritis

Seorang pekerja terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat kesetrum saat bekerja mengecat rumah bangunan lantai dua.


Dua Kali Gagal, Pembangunan Pasar Margasari Rp17 Miliar Dilelang Lagi

Dua Kali Gagal, Pembangunan Pasar Margasari Rp17 Miliar Dilelang Lagi

Setelah dua kali gagal lelang, proyek pembangunan Pasar Margasari akan kembali dilelang pada awal tahun depan.


Berteduh di Gubuk, Dua Petani Meninggal Seketika Tersambar Petir

Berteduh di Gubuk, Dua Petani Meninggal Seketika Tersambar Petir

Dua petani meninggal seketika di area persawahan Desa Kedungjati Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (29/11) sore sekitar pukul 14.30 WIB.


Kasus Honorer Pemkot Tegal yang Ikut Foto Dua Jari Dihentikan

Kasus Honorer Pemkot Tegal yang Ikut Foto Dua Jari Dihentikan

Bawaslu Kota Tegal akhirnya memutuskan hasil klarifikasi dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan salah seorang honorer di Kota Tegal.


Rampas Motor, Dua Begal di Brebes Dibekuk

Rampas Motor, Dua Begal di Brebes Dibekuk

Tim unit Reskrim Polsek Bulakamba bersama tim Resmob Polres Brebes berhasil menangkap dua anggota kawanan begal, yang kerap meresahkan warga.


Tinggalkan Dua Anak Balita, Keluarga Khotijah Berharap Santunan Cepat Cair

Tinggalkan Dua Anak Balita, Keluarga Khotijah Berharap Santunan Cepat Cair

Khotijah (26), warga Dukuh Wanagopa Desa Kreman Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal sudah dipastikan menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.


DNA-nya Teridentifikasi, Korban Lion Air Asal Tegal Disambut Tangis Haru

DNA-nya Teridentifikasi, Korban Lion Air Asal Tegal Disambut Tangis Haru

Tim DVI Polri kembali mengidentifikasi dua jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, Kamis (22/11) kemarin.


Dua Hari, Enam Pendaki Terjebak Badai di Gunung Slamet

Dua Hari, Enam Pendaki Terjebak Badai di Gunung Slamet

Seorang pendaki asal Tiongkok dan lima pendaki dari Jakarta sempat terjebak badai saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!