Lokal
Share this on:

Serangkan Babi Hutan Mulai Bikin Pusing Petani dan Warga

  • Serangkan Babi Hutan Mulai Bikin Pusing Petani dan Warga
  • Serangkan Babi Hutan Mulai Bikin Pusing Petani dan Warga

TONJONG - Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Kalijurang Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes terancam rusak oleh babi hutan. Kondisi ini membuat para petani dan warga mulai resak, karena tanaman palawija yang menjadi andalan pertanian di wilayah tersebut, kerap mengalami kerusakan.

Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Kalijurang Samsudin mengatakan, kerusakan yang paling parah terjadi di di wilayah yang berbatasan dengan RPH Kalinusu, BKPH Bantarkawung KPH Pekalongan Barat yang saat ini di tanami jagung, kacang panjang, dan padi. "Petani dan warga sudah berupaya untuk memburu, tapi tidak mendapatkan satu pun. Selain itu, petani juga berjaga di ladangnya masing-masing. Tapi, babi hutan hanya masuk ke hutan pinus lalu kembali lagi," ungkapnya, Selasa (7/5) kemarin.

Menurut dia, hama babi hutan memang tidak hanya ada di desanya saja. Ladang palawija di desa lain yang dekat dengan kawasan hutan juga menghadapi masalah yang sama. Babi hutan memang berpindah-pindah menghindari perburuan atau saat dihalau warga.

"Kalau di sini diusir, babi hutan masuk ke hutan dan keluar di sisi desa yang lain, demikian selalu berpindah-pindah," ungkapnya.

Dikatakan pula, Desa Kalijurang sendiri berbatasan dengan wilayah Desa Kalinusu. Biasanya saat musim hujan, maka babi hutan tidak keluar dari hutan. Namun, belakangan binatang tersebut kerap merusak tanaman palawija petani.

"Tidak tahu mengapa, tapi musim hujan ini babi hutan masih mencari makan di luar hutan," katanya.

Sumadyo, salah seorang petani setempat mengatakan, babi hutan biasanya datang berkelompok dalam satu koloni. Mereka mencongkel tanah untuk mencari cacing di ladang jagung. Dampaknya, tanaman jagung banyak yang roboh.

"Saat tanaman rusak, jagungnya pun ikut dimakan," ujar Sumadyo.

Antisipasi yang dilakukan petani untuk menghambat serangan hama babi hutan tersebut menurutnya, dengan memagari lahan perkebunan. Namun luasnya lahan pertanian, menjadi kendala pembiayaan tersendiri bagi para petani.

"Padahal banyak tanaman yang sekarang ini sedang memasuki tahap pembesaran buah atau umbi, kalau ingin aman harus dipagar. Tapi jelas kita terbatas untuk pembiayaannya," keluh dia.

Arif, salah seorang Petugas penyuluh pertanian Kecamatan Tonjong, tidak memungkiri adanya keluhan terkait serangan babi hutan dari para petani. Dikatakan, hama babi hutan biasanya menyerang tanaman pertanian saat musim kemarau.

Namun kemungkinan berkurangnya makanan di hutan seperti jenis umbi-umbian dan cacing, pada akhirnya membuat binatang tersebut mencari makan di ladang sekitari tepi hutan. "Bahkan, pernah terjadi babi hutan masuk ke perkampungan. Kita akan lakukan pemetaan, terhadap sebarannya, untuk selanjutnya dijadikan bahan dalam upaya penanganan," paparnya. (pri/ism/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Karyawan Toko Makanan Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Pantura

Karyawan Toko Makanan Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Pantura

Seorang karyawan toko makanan di Pemalang, Suratno (39) warga Ngadirojo Kabupaten Wonogiri, Jumat (18/10) pukul 07.00 WIB


Virus Flu Burung yang Serang Unggas di Tegal Dibawa ke Jogyakarta

Virus Flu Burung yang Serang Unggas di Tegal Dibawa ke Jogyakarta

Tim dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta mendatangi Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Ka


Puluhan Papan Reklame dan Spanduk Tak Berizin Ditertibkan

Puluhan Papan Reklame dan Spanduk Tak Berizin Ditertibkan

Kegiatan rutin operasi penertiban dengan sasaran reklame tidak berizin kembali dilakukan anggota Satpol PP di wilayah Kecamatan Dukuhturi.


Beli Bahan Bakar di SPBU, Petani Harus Bawa Surat Pengantar dari Desa

Beli Bahan Bakar di SPBU, Petani Harus Bawa Surat Pengantar dari Desa

Musim kemarau panjang dirasakan cukup menyulitkan sejumlah petani di beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang.


Jalan Penghubung Rusak, DPU Janjikan Perbaikan Minggu Depan

Jalan Penghubung Rusak, DPU Janjikan Perbaikan Minggu Depan

Jalan tingkat kabupaten yang menghubungkan Desa Bojongnangka dan Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang rusak.


Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Bawa Gergaji Es Balok, Siswa SMK Diamankan Warga dan Polisi

Sejumlah pelajar dari salah satu sekolah kejuruan berhasil diamankan warga bersama aparat kepolisian, Rabu (16/10) sore.


Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Slamet Wahyudi (11), warga Desa Tonggara Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal memiliki berat badan yang tak lazim seperti anak seusianya.


Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal menunda penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga beberapa tahun ke depan.


Dijatah 500 Lembar Blangko Sebulan, 17 Ribu Warga di Pemalang Belum Pegang KTP-El

Dijatah 500 Lembar Blangko Sebulan, 17 Ribu Warga di Pemalang Belum Pegang KTP-El

Persoalan kelangkaan blangko KTP hingga kini belum terselesaikan.


Setelah Tujuh Tahun, Warga Slawi Kulon Tetap Pilih Desa

Setelah Tujuh Tahun, Warga Slawi Kulon Tetap Pilih Desa

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi masyarakat Desa Slawi Kulon untuk menentukan sikap.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!