• Home
  • Berita Lokal
  • Sinyal Berbunyi, Anda Wajib Berhenti di Perlintasan KA, Ini Dasar Hukumnya

Lokal
Share this on:

Sinyal Berbunyi, Anda Wajib Berhenti di Perlintasan KA, Ini Dasar Hukumnya

  • Sinyal Berbunyi, Anda Wajib Berhenti di Perlintasan KA, Ini Dasar Hukumnya
  • Sinyal Berbunyi, Anda Wajib Berhenti di Perlintasan KA, Ini Dasar Hukumnya

TEGAL - Sampai pertengahan September, sudah puluhan kecelakaan terjadi di perlintasan Kereta Api di wilayah Daop III Cirebon. Kecelakaan yang terbaru terjadi di perlintasan Tirus Jalan KS Tubun Kota Tegal belum lama ini, yakni tertabraknya sebuah mobil yang dikendarai seorang ibu akibat terperosok ke dalam rel.

Tak mau kecelakaan terus bertambah, jajaran PT KAI Daop III Cirebon bersama petugas gabungan menggelar sosialisasi keselamatan di lokasi kecelakaan itu. Pada kegiatan itu, pengendara diingatkan untuk berhenti begitu sinyal perlintasan berbunyi.

Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon Lukman Arif saat dimintai keterangan mengatakan selama 2019, di wilayah Daop 3 Cirebon telah terjadi 47 kali kecelakaan yang mengakibatkan 45 nyawa melayang. Tingginya angka kecelakaan pada perlintasan, salah satunya penyebabnya karena pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan.

"Banyaknya kecelakaan salah satunya karena pengendara tidak mengindahkan peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi," katanya.

Menurut Lukman, sesuai Undang Undang No. 22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 disebutkan pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain. Kemudian mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Disebutkan Lukman, untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang beberapa upaya telah dilakukan KAI. Di antaranya melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi.

"Sebanyak 63 perlintasan tidak resmi telah Daop 3 Cirebon tutup dari 2018 hingga Agustus 2019 kemarin," jelasnya.

Lukman mengatakan pada prosesnya langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat. Dalam kondisi tersebut diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah.

Terkait sosialisasi yang dilaksanakan hari ini, Lukman menambahkan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari focus group discussion (FGD)) di Jakarta 6 September lalu dan digelar di seluruh Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat.

"Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api," pungkasnya. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kereenn, di Tegal ternyata Ada Tepuk Anti Bullying

Kereenn, di Tegal ternyata Ada Tepuk Anti Bullying

Sejumlah siswa di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Tegal menyatakan menolak tindakan ataupun perilaku bullying.


Pancaroba, Awas Waspada Angin Puting Beliung

Pancaroba, Awas Waspada Angin Puting Beliung

Kabupaten Tegal saat ini sedang memasuki masa transisi dari kemarau ke hujan.


Aliran Listrik Diputus Sementara, Alun-alun Tegal 'Gelap Gulita'

Aliran Listrik Diputus Sementara, Alun-alun Tegal 'Gelap Gulita'

Alun-alun Tegal mulai, Jumat (11/10) malam ini, digelapkan sementara.


Pria di Margasari Ini Derita Penyakit Aneh, Keluarkan Kotoran dari Hidung

Pria di Margasari Ini Derita Penyakit Aneh, Keluarkan Kotoran dari Hidung

Sungguh tak terbayangkan cobaan yang dialami Mohammad Jazuli (24), warga RT 4 RW 5 Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal ini.


Dimodusi Nyari Jangkrik, Kakek di Brebes Cabuli Siswa SD Dua Kali

Dimodusi Nyari Jangkrik, Kakek di Brebes Cabuli Siswa SD Dua Kali

Tindakan kakek di Kabupaten Brebes ini sungguh biadab dan tak patut dicontoh.


Ingin Segera Pulang, Empat Warga Asal Tegal Masih Tertahan di Wamena

Ingin Segera Pulang, Empat Warga Asal Tegal Masih Tertahan di Wamena

Empat warga asal Kabupaten Tegal saat ini masih tertahan di Wamena, Papua. Mereka berencana akan dipulangkan, Rabu (9/10) besok.


Domiri, ABK Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan Berencana Pulang Bulan Ini untuk Menikah

Domiri, ABK Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan Berencana Pulang Bulan Ini untuk Menikah

Salah satu ABK asal Pemalang, Domiri, berencana pulang pada Oktober ini untuk mengurus keperluan pernikahan.


Pilih Berkebun, Sarjana Teknik Mesin Ini Tuai Sukses di Jambu Madu

Pilih Berkebun, Sarjana Teknik Mesin Ini Tuai Sukses di Jambu Madu

Diakui atau tidak, saat ini masih jarang anak muda, apalagi yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi untuk terjun di dunia pertanian.


Mahasiswa Tegal Siapkan Aksi Besar Jilid II

Mahasiswa Tegal Siapkan Aksi Besar Jilid II

Perjuangan Aliansi Mahasiswa Tegal ternyata tidak berhenti setelah melaksanakan aksi di DPRD Kota Tegal, Selasa (24/9) lalu.


Kapolres Larang Anggotanya Pakai Senjata Api Saat Amankan Demo di Pemalang Hari Ini

Kapolres Larang Anggotanya Pakai Senjata Api Saat Amankan Demo di Pemalang Hari Ini

Polres Pemalang menyiagakan puluhan personelnya untuk mengamankan demo unjuk



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!