Lokal
Share this on:

Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar

  • Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar
  • Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar
  • Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar
  • Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar

PROTES - Siswa MI Muhajirin Pegirikan, Pangkah, Tegal berunjuk rasa di depan sekolah mereka, Rabu (15/8), memprotes kebijakan ketua yayasan. (farid firdaus/radartegal.com)

TALANG - Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhajirin Desa Pegirikan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal berunjuk rasa, Rabu (15/8). Dalam unjuk rasa yang juga diikuti para orangtua itu, mereka menuntut ketua yayasan yang menaungi sekolah mundur.

Para siswa beserta orangtua masing-masing berkumpul di halaman sekolah dan membentangkan sejumlah poster sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka juga meneriakan ‎sejumlah tuntutan, antara lain ketua yayasan harus mundur dari jabatannya, dan kembalikan jabatan kepala sekolah.

Salah seorang orangtua siswa, Nur Khozin mengatakan, ‎kebijakan yang dikeluarkan ketua yayasan tidak transparan dan memberatkan para orangtua siswa.

"Salah satunya adalah kebijakan infak. Seluruh siswa dikenai infak Rp60.000 per bulan. Padahal ada orangtua siswa yang tergolong tidak mampu. Kebijakan itu juga tidak dijalankan sesuai prosedur. Uang infak tidak disetorkan ke bendahara tapi langsung ke ketua yayasan," bebernya.

Menurut Khozin, ketua yayasan yang menjabat saat ini tidak sah karena proses pemilihannya tidak melibatkan masyarakat. Setelah terpilih, ketua yayasan juga bersikap otoriter yang berakibat pada ketidakharmonisan hubungan antara yayasan dan manajemen sekolah.

"Sebagai lembaga masyarakat harusnya kan setiap kebijakan melibatkan masyarakat. Kepemimpinannya otoriter. Para guru juga keberatan. Jadi kami menuntut ketua yayasan mundur, rombak kepengurusan yayasan, dan transparansi penggunaan uang infak serta dana BOS untuk pembangunan," tandasnya.

Menurut Khozin, jumlah siswa mencapai 230. Sementara guru ada 12. "Siswa ada yang keluar. Empat siswa. Ya terkait juga dengan permasalahan ini," imbuh Khozin.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang guru, yakni Nizar Zamroni. Menurutnya, salah satu dampak kepemimpinan ketua yayasan yang otoriter, kepala sekolah Nursyofi memilih mengundurkan diri pada Senin (13/8) lalu.

Dia mundur karena tidak tahan dengan kebijakan-kebijakan ketua yayasan yang memberatkan orangtua siswa dan guru.

"Sikapnya otoriter dan keras kepala. Diputuskan sepihak saja, padahal kan ini yayasan. Kepala sekolah mundur karena tertekan. Kami guru-guru yang keberatan juga mogok, tidak berangkat mengajar," katanya.

Terkait infak yang dibebankan ke orangtua siswa, Nizar juga membenarkannya. Selain dibebani infak Rp60.000 per bulan, siswa juga dibebani infak untuk tukang. "Infak tukang ada yang Rp 140 ribu, Rp100 ribu dan 50.000 per anak," ungkapnya.

‎Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Muhajirin, Fatkhudin, saat dikonfirmasi membantah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya otoriter.

"Kalau masalah otoriter atau tidak itu mereka tidak mengetahui. Semua keputusan sudah melalui proses musyawarah, ada notulennya. Kalau infak, itu juga orangtua siswa yang meminta. Itu untuk peningkatan pelayanan. Sudah, gitu ya," ‎katanya sembari berlalu meninggalkan sekolah. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Ruang Kelas Ambruk, Siswa MTs di Danawarih Ngungsi

Tiga Ruang Kelas Ambruk, Siswa MTs di Danawarih Ngungsi

Ruang kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda Al Hasyimiyah Desa Danawarih Kecamatan Balapuang Kabupaten Tegal ambruk.


Salah Jalur, Empat Siswa SD Terpelest dan Jatuh dari Gunung Anjing

Salah Jalur, Empat Siswa SD Terpelest dan Jatuh dari Gunung Anjing

Empat siswa SD terjatuh dari bukit Gunung Anjing di Desa Batunyana Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.


Dipublikasikan, Dua Tersangka Pembacokan Sadis Siswa di Tegal Menangis

Dipublikasikan, Dua Tersangka Pembacokan Sadis Siswa di Tegal Menangis

Polisi sudah menetapkan dua tersangka pengeroyokan dan pembacokan terhadap tiga remaja di Desa Setu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal.


Temannya Meninggal Dibacok, Siswa SMK Peristek Diminta Tak Simpan Dendam

Temannya Meninggal Dibacok, Siswa SMK Peristek Diminta Tak Simpan Dendam

Guru, dan siswa SMK Peristek Pangkah Kabupaten Tegal menggelar doa bersama menyusul meninggalnya Dimas Nur Afandi (16).


Sempat Buron, Pelaku Pembacokan yang Tewaskan Siswa SMK Akhirnya Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Pembacokan yang Tewaskan Siswa SMK Akhirnya Ditangkap

DP (15), salah seorang pelaku pembacokan terhadap tiga remaja yang menewaskan salah seorang korbannya, akhirnya berhasil ditangkap, kemarin.


Diduga Palsukan Stempel Kades, Carik dan Bendahara Desa Didemo Mundur

Diduga Palsukan Stempel Kades, Carik dan Bendahara Desa Didemo Mundur

Dua perangkat Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal kepergok memalsukan stempel kepala desa (kades).


Perkuat Persatuan Bangsa dengan Ekonomi Kerakyatan

Perkuat Persatuan Bangsa dengan Ekonomi Kerakyatan

Kesejahteraan dan akses pasar menjadi pokok bahasan utama saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dihelat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal MBA.


SD Rusak Diterjang Puting Beliung, Siswa Diliburkan

SD Rusak Diterjang Puting Beliung, Siswa Diliburkan

Angin puting beliung yang menerjang Desa Selapura Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, Kamis (17/1) sore, juga merusak bangunan SDN Selapura 02.


Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan siswa SMK Dinamika bersumpah tidak akan terlibat tawuran lagi.


Tuntut Kades Mundur, Warga Bentrok dengan Massa Pro Kades

Tuntut Kades Mundur, Warga Bentrok dengan Massa Pro Kades

Warga Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Bangsri, Rabu (16/1).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!