Lokal
Share this on:

Situs Semedo Simpan Fosil 1,8 Juta Tahun

  • Situs Semedo Simpan Fosil 1,8 Juta Tahun
  • Situs Semedo Simpan Fosil 1,8 Juta Tahun

KEDUNGBANTENG - Meski pembangunannya telah mencapai 100 persen, situs purbakala di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal belum dibuka untuk umum. Itu menyusul masih diperlukan penataan dan menunggu hasil laboratorium balai arkeologi.

Sejumlah fosil yang ditemukan, saat ini masih tersimpan di rumah penemunya, Dakri (62). Bahkan beberapa di antaranya masih dipajang di bangunan di samping rumahnya.

Tanti Asih (27), anak Dakri, mengatakan di sekitar lokasi bangunan situs telah banyak ditemukan fosil-fosil hewan purba. Di antaranya, badak, gajah, gorila, megantropus (kera raksasa), dan hewan laut purba lainnya.

"Fosil manusia purba juga ditemukan di sekitar lokasi berupa gigi dan tengkorak," katanya.

Menurut Tanti, sejauh ini fosil manusia purba yang ditemukan ayahnya berjenis Homo erektus. Diperkirakan, fosil itu berusia 1,8 juta tahun lalu.

Untuk diketahui, ribuan fosil purbakala itu kali pertama ditemukan pada 1987 oleh Dakri (62) warga setempat. Namun, baru diperkenalkannya dan keluarganya ke khalayak ramai sejak 2005 hingga saat ini dengan memajang fosil temuan di pendapa samping rumah.

Untuk dijadikan obyek wisata dan sumber pengetahuan tentang kehidupan purbakala, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Cagar Budaya dan Permuseuman membangun museum situs purbakala Semedo pada 2015 dengan biaya Rp50 miliar bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Tegal. Pada 2019 pengerjaan museum ini sudah rampung 100 persen.

Rencananya akan dibuka untuk umum pada 2020. Hingga saat ini baru sebagian fosil yang sudah masuk dalam bangunan baru situs Semedo. Sedangkan sisanya masih dipilah dan menunggu hasil uji laboratorium Balai Arkeolog. (muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Slamet Wahyudi (11), warga Desa Tonggara Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal memiliki berat badan yang tak lazim seperti anak seusianya.


Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal menunda penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga beberapa tahun ke depan.


Setelah Tujuh Tahun, Warga Slawi Kulon Tetap Pilih Desa

Setelah Tujuh Tahun, Warga Slawi Kulon Tetap Pilih Desa

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi masyarakat Desa Slawi Kulon untuk menentukan sikap.


Ingin Makan Daging Landak, Dua Warga Malah Terancam 6 Tahun Penjara

Ingin Makan Daging Landak, Dua Warga Malah Terancam 6 Tahun Penjara

Peristiwa terbakarnya hutan pinus di Petak 4A Bukit Clirit Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, Minggu (6/10) mulai terkuak.


Anggaran Tahun 2020 Bantuan Insentif Bakal Dikurangi, Apa Solusinya

Anggaran Tahun 2020 Bantuan Insentif Bakal Dikurangi, Apa Solusinya

Wakil ketua DPRD Kabupaten Tegal menyampaikan pada tahun anggaran 2020 bantuan insentif oleh Pemkab Tegal bakal dikurangi.


Dua Pemburu Landak yang Sebabkan Hutan Pinus Terbakar, Terancam 6 Tahun Penjara

Dua Pemburu Landak yang Sebabkan Hutan Pinus Terbakar, Terancam 6 Tahun Penjara

Dua pemburu landak yang diduga memicu terjadinya kebakaran hutan pinus di Bukit Clirit Desa Kalibakung Kecamatan Kabupaten Tegal, Minggu (6/10), ditahan di sel


Penurunan Pondasi, Usia Jembatan Kali Putih Diprediksi Tinggal 2-3 Tahun

Penurunan Pondasi, Usia Jembatan Kali Putih Diprediksi Tinggal 2-3 Tahun

Komisi III DPRD Kabupaten Tegal melakukan inspeksi mendadak ke proyek-proyek pemerintah.


Domiri, ABK Asal Pemalang Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan. Pihak Keluarga Masih Tunggu Jenazahnya

Domiri, ABK Asal Pemalang Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan. Pihak Keluarga Masih Tunggu Jenazahnya

Muhammad Domiri, pemuda 28 tahun warga Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang menjadi korban runtuhnya jembatan di Taiwan.


Stres Belajar Ilmu Amalan, Seorang Pemuda Nekat Melompat dari Jembatan

Stres Belajar Ilmu Amalan, Seorang Pemuda Nekat Melompat dari Jembatan

Abdul Rohman, pemuda berusia 26 tahun, ditemukan sudah tak bernyawa di tepi aliran Sungai Comal


Endri, Siswa Kelas 3 SD Berjualan Kue Keliling Desa dengan Berjalan Kaki

Endri, Siswa Kelas 3 SD Berjualan Kue Keliling Desa dengan Berjalan Kaki

Endrianto Asep masih kelas 3 di SD Negeri 02 Loning, Petarukan. Usianya belum genap 10 tahun. Namun semangatnya seperti orang dewasa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!