• Home
  • Berita Lokal
  • Soal Alih Status, Pemkab Tegal Diminta Jangan Paksakan Kehendak

Lokal
Share this on:

Soal Alih Status, Pemkab Tegal Diminta Jangan Paksakan Kehendak

  • Soal Alih Status, Pemkab Tegal Diminta Jangan Paksakan Kehendak
  • Soal Alih Status, Pemkab Tegal Diminta Jangan Paksakan Kehendak

AUDIENSI - Tokoh masyarakat Desa Slawi Kulon melakukan audiensi dengan bupati soal nasib alih status desa ke kelurahan.

SLAWI - Mengambangnya alih status desa menjadi kelurahan di Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi mendapat perhatian serius dari Persatuan Kepala Desa Jawa Tengah (Praja) Kabupaten Tegal.

Bahkan ketua Praja meminta pada Pemkab Tegal untuk tidak memaksakan kehendak agar persoalan segera diselesaikan.

Ketua Praja Kabupaten Tegal Mulyanto, Jumat (23/8) mengatakan, warga Desa Slawi Kulon masih menghendaki tidak ada perubahan status. Warga masih berharap tetap menjadi desa, bukan kelurahan seperti yang dikehendaki oleh pemerintah.

"Pemkab Tegal jangan memaksakan kehendak. Biarkan masyarakat yang menentukan sendiri peralihan status ini. Kalau warga menghendaki tetap menjadi desa, Pemkab Tegal harus langsung meresponnya," katanya.

Dari informasi yang masuk, tambah Mulyono, masyarakat masih menghendaki menjadi desa. Makanya, Praja akan mengawal persoalan ini sampai tuntas. Supaya masyarakat dan perangkat desa memiliki status yang jelas agar tidak mengganggu kinerja pemerintahan.

"Tidak baik dibiarkan mengambang soal peralihan status ini. Coba hitung sudah berapa pegawai yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas di desa tersebut. Tetap saja tidak ada solusi yang pasti soal peralihan status. Justru sekarang menguat warga menghendaki tetap menjadi desa," tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Slawi Kulon, Aby Soleh Rouf mengaku saat ini masyarakat sudah mengerucut untuk menolak status desa menjadi Kelurahan Slawi Kulon. Karena tenggang waktu sekian tahun tidak menunjukkan perbaikan dalam pembangunan khususnya soal pelayanan. Karena plt yang ditunjuk tidak menghuni di Desa Slawi Kulon, sehingga warga kesulitan bila mengurus surat yang mendesak. (guh/ima)


Berita Sejenis

Picu Kanker, Peredaran Obat Maag Ranitidin di Tegal Diawasi

Picu Kanker, Peredaran Obat Maag Ranitidin di Tegal Diawasi

Lantaran diketahui mengandung zat pemicu kanker, obat asam lambung Ranitidin dilarang diedarkan di seluruh wilayah termasuk Kota Tegal.


Virus Flu Burung yang Serang Unggas di Tegal Dibawa ke Jogyakarta

Virus Flu Burung yang Serang Unggas di Tegal Dibawa ke Jogyakarta

Tim dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta mendatangi Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Ka


Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Kasihan ABG Ini, Umur 11 Tahun Berat Badannya Hanya 8,7 Kg

Slamet Wahyudi (11), warga Desa Tonggara Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal memiliki berat badan yang tak lazim seperti anak seusianya.


Pemkab Tegal Siapkan Lahan 240 Hektare di Pantura untuk Investasi

Pemkab Tegal Siapkan Lahan 240 Hektare di Pantura untuk Investasi

Pemkab Tegal telah menyiapkan 240 hektare lahan di Desa Babakan, Kecamatan Warureja untuk investasi.


Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Sarana Prasarana Sekolah Belum Lengkap, Penerapan KIA Ditunda

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal menunda penerapan Kartu Identitas Anak (KIA) hingga beberapa tahun ke depan.


Tak Keluar Rumahnya Seharian, Ternyata Sudah Tewas Tergantung

Tak Keluar Rumahnya Seharian, Ternyata Sudah Tewas Tergantung

Seorang pria ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Jalan Arjuna Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, Rabu (16/10) siang, sekitar pukul 1


Perjelas Status Slawi Kulon, Komisi 1 Segera Panggil Dinas

Perjelas Status Slawi Kulon, Komisi 1 Segera Panggil Dinas

Voting perubahan status desa telah dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Slawi Kulon.


Positif Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam di Kota Tegal Disembelih, Dibakar, lalu Dikubur

Positif Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam di Kota Tegal Disembelih, Dibakar, lalu Dikubur

Kasus kematian ayam mendadak dalam jumlah besar di Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal ternyata terjadi sejak, Sabtu (12/10) lalu.



Kereenn, di Tegal ternyata Ada Tepuk Anti Bullying

Kereenn, di Tegal ternyata Ada Tepuk Anti Bullying

Sejumlah siswa di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Tegal menyatakan menolak tindakan ataupun perilaku bullying.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!