Lokal
Share this on:

Soal Kasus Pelecehan Seksual Wisatawan, Pengawasan di BKSDA

  • Soal Kasus Pelecehan Seksual Wisatawan, Pengawasan di BKSDA
  • Soal Kasus Pelecehan Seksual Wisatawan, Pengawasan di BKSDA

SLAWI - Kasus pelecehan seksual wisatawan saat mandi di Pancuran 13 Obyek Wisata Guci mendapat respon dari Pemkab Tegal. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mengungkapkan, pengelolaan Pancuran 13 di tangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pemalang.

Kepala Disparpora Kabupaten Tegal Suharinto, Sabtu (15/6) mengatakan, kejadian tidak enak di Obyek Wisata Guci harus diluruskan. Terutama soal Pancuran 13 yang pengawasannya bukan menjadi kewenangan pengelola obyek wisata tapi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pemalang.

"Pengawasan di kolam pemandian Pancuran 13 Guci sudah bukan lagi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tegal. Karena kolam Pancuran 13 sudah diambilalih pengelolaannya oleh BKSDA Pemalang. Dan kewenangan itu diambilalih oleh BKSDA sejak Desember 2017 lalu. Jadi, pengawasan dan pengelolaannya ada di tangan BKSDA meski berlokasi di Kabupaten Tegal," katanya.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Purnomo mengatakan, salah seorang pengunjung Obyek Wisata Guci mengaku telah dilecehkan oleh seorang anak berusia 16 tahun. Pelaku yang sama-sama pengunjung itu nekat melakukan hal tidak senonoh di kolam Pancuran 13 pada Kamis (13/6) sore. "Parahnya, pelaku masih di bawah umur dan merupakan pelajar tingkat kelas 10.

Remaja tanggung ini telah melakukan pelecehan terhadap wisatawan wanita berusia 40 tahun. Saat korban sedang mandi di kolam pemandian umum dengan meremas tubuh bagian vital perempuan," ucapnya.

Kasus pelecehan seksual, lanjut AKP Bambang, dengan pelaku berinisial SY,16, warga Sirampog, Kabupaten Brebes telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tegal pada Kamis (13/6) malam.

Pelaku SY terus dimintai keterangan hingga akhirnya dipulangkan sementara waktu oleh Unit PPA ke rumah asalnya pada Jumat (14/6) siang.

Dalam kasus ini, pelaku sebenarnya akan disangkakan Pasal 281 KUHP karena melanggar kesusilaan di tempat umum. Namun akhirnya harus didiversi dengan pembinaan lebih lanjut dari pihak kepolisian, karena masih di bawah umur. "Pelakunya masih di bawah umur, saat itu sedang liburan ke Guci bersama tiga temannya. Namun saat di kolam pemandian malah nekat melakukan pelecehan dengan cara menyelam agar tidak ketahuan pengunjung lainnya," ungkapnya.

Seperti diketahui, kasus pelecehan seksual wisatawan di Pancuran 13 pemandian Obyek Wisata Guci sedang ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform sosial media. Adapun rekaman amatir dari seorang pengunjung lainnya ikut tersebar atas insiden pelecehan ini.

Kepada Tim Unit PPA, korban mengaku diremas bagian vitalnya saat sedang berendam di kolam air hangat. Modusnya pelaku menggerayangi korban dengan cara menyelam agar tidak diketahui. (guh/ima)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Kasus Radikalisme, Intelijen Polres Pemalang Curigai Beberapa Orang

Kasus Radikalisme, Intelijen Polres Pemalang Curigai Beberapa Orang

Meski secara umum Kabupaten Pemalang tampak kondusif, potensi gangguan radikalisme di daerah ini tetap masih ada.


Positif Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam di Kota Tegal Disembelih, Dibakar, lalu Dikubur

Positif Flu Burung, Puluhan Ekor Ayam di Kota Tegal Disembelih, Dibakar, lalu Dikubur

Kasus kematian ayam mendadak dalam jumlah besar di Kelurahan Keturen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal ternyata terjadi sejak, Sabtu (12/10) lalu.


Perlu Perbaikan, Perda Soal Pilkades Rawan Gugatan

Perlu Perbaikan, Perda Soal Pilkades Rawan Gugatan

Kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tegal ke 18 kecamatan banyak menerima aduan dari masyarakat maupun pihak kecamatan.


Komisi III Warning Pemkab Tegal Soal Pembelian Lahan TPA di Cenggini

Komisi III Warning Pemkab Tegal Soal Pembelian Lahan TPA di Cenggini

Rencana pembelian lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Cenggini, Kecamatan Balapulang ditentang Komisi III.


Begini Cerita Penjual Martabak Asal Tegal soal Kerusuhan Wamena yang Mencekam

Begini Cerita Penjual Martabak Asal Tegal soal Kerusuhan Wamena yang Mencekam

Suasana mencekam saat terjadinya kerusuhan di Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua benar-benar dirasakan warga Kabupaten Tegal ketika berada di sana.


Soal Persentase Garapan, Komisi III Berencana Undang Rekanan

Soal Persentase Garapan, Komisi III Berencana Undang Rekanan

Komisi III DPRD Kabupaten Tegal ada wacana untuk mengundang rekanan penggarap proyek pemerintah.


Di Brebes, Hingga September Ada 53 Kasus Kekerasan pada Anak dan Perempuan

Di Brebes, Hingga September Ada 53 Kasus Kekerasan pada Anak dan Perempuan

Hingga September lalu, tercatat 53 kasus kekerasan pada anak dan perempuan terjadi di Kabupaten Brebes.


Kasus Dugaan Pungli Kepala Pasar Buah dan Sayur Terus Didalami

Kasus Dugaan Pungli Kepala Pasar Buah dan Sayur Terus Didalami

Meski sudah menetapkan kepala Pasar Buah dan Sayur Pemalang atas nama Suraji sebagai tersangka dugaan pungutan liar atau pungli terhadap pedagang


Qomar Empat Sekawan Dituntut Penjara Tiga Tahun

Qomar Empat Sekawan Dituntut Penjara Tiga Tahun

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tiga tahun penjara terdakwa Nurul Qomar dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen pendidikan (surat keterangan lulus).


Soal Fasilitas GOR, Dewan Minta Bupati Serius Lakukan Pembenahan

Soal Fasilitas GOR, Dewan Minta Bupati Serius Lakukan Pembenahan

Pecinta olahraga sepakbola mulai keluhkan soal fasilitas GOR Trisanja yang dinilai minim.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!