Lokal
Share this on:

Soal Kejelasan Status, Guru Honorer K2 Diajak ke Kemendikbud

  • Soal Kejelasan Status, Guru Honorer K2 Diajak ke Kemendikbud
  • Soal Kejelasan Status, Guru Honorer K2 Diajak ke Kemendikbud

MENGADU - Sejumlah guru honorer K2 Kabupaten Tegal mengadu ke Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, belum lama ini. (yery novel/radar slawi)

SLAWI - Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal rencananya akan mengajak guru honorer kategori 2 (K2) untuk konsultasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam waktu dekat ini. Rencana itu merupakan hasil pertemuan antara Komisi IV dengan honorer K2 serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Tegal, belum lama ini.

"Kita akan konsultasi ke Kemendikbud dan Kemenpan RB terkait dengan permintaan kejelasan status guru honorer K2. Mungkin minggu depan, lihat jadwal yang kosong," kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Munif, kemarin.

Dia mengaku terpaksa melakukan itu karena Pemkab Tegal tidak berani mengeluarkan SK kepada guru honorer K2 lantaran terganjal dengan aturan. Pihaknya juga tidak akan ceroboh untuk memberikan rekomendasi ihwal SK tersebut. Karenanya, Komisi IV akan melakukan konsultasi ke kementerian terkait.

"Nanti kita akan menanyakan apakah pemkab boleh mengeluarkan SK atau tidak," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dirinya tak menampik, berdasarkan laporan dari pengurus honorer K2 di Kabupaten Tegal, ada beberapa daerah tetangga yang sudah mengeluarkan SK.

"Makanya, nanti kita lihat hasilnya dulu. Kalau memang boleh, berarti status honorer K2 harus diperjelas," ucapnya.

Pengurus Paguyuban Honorer K2 Kabupaten Tegal Umi Anisah berharap agar statusnya diakui oleh Pemkab Tegal. Dia menegaskan, jika statusnya sudah jelas, pihaknya tidak akan menuntut diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Kami hanya butuh status pengakuan saja. Jadi begitu ada regulasi ASN dari pusat turun ke daerah, kami sudah mempunyai status. Dan ini akan mempermudah proses kebijakan yang akan kami terima," ujarnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para anggota Komisi IV yang telah berupaya untuk mengajak konsultasi ke kementerian terkait. Selain Komisi IV, dia juga mengapresiasi kepada Dikbud, BKD, Bagian Hukum Setda Kabupaten Tegal, dan pjs bupati Tegal yang telah memfasilitasi hal itu.

"Semoga keinginan kami terwujud," doanya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan guru yang masuk dalam honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Tegal menuntut kejelasan statusnya. Mereka mengharapkan agar statusnya sebagai K2 dilengkapi dengan Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah setempat. (yer/ima/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Soal Video Penganiayaan, Sekolah Diminta Buat Laporan ke Wali Kota

Soal Video Penganiayaan, Sekolah Diminta Buat Laporan ke Wali Kota

Beredarnya video kekerasan yang diduga dilakukan senior kepada juniornya di sekolah, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turun tangan.


Pimen Kiye... Bansos Guru Swasta Rp1,9 Miliar Belum Bisa Dicairkan

Pimen Kiye... Bansos Guru Swasta Rp1,9 Miliar Belum Bisa Dicairkan

Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Cabang Kabupaten Tegal menuntut pencairan dana bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan dari APBD II Kabupaten Tegal 2018


Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar

Siswa MI Demo Tuntut Ketua Yayasan Mundur, Guru Mogok Ngajar

Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhajirin Desa Pegirikan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal berunjuk rasa, Rabu (15/8).


Terima Insentif Rp175 Ribu per Bulan, Guru Swasta Minta Perbaikan Nasib

Terima Insentif Rp175 Ribu per Bulan, Guru Swasta Minta Perbaikan Nasib

2.150 guru swasta di Kota Tegal mendesak perbaikan nasib dan peningkatan kesejahteraan pada Pemkot Tegal.


Proyek Pasar Belum Dikerjakan, Dewan Ingatkan Deadline Waktu

Proyek Pasar Belum Dikerjakan, Dewan Ingatkan Deadline Waktu

Anggota DPRD Kabupaten Tegal mengingatkan pemerintah soal pembangunan pasar tradisional yang belum dikerjakan.


Soal Penggusuran, Dewan Segera Panggil PT KAI

Soal Penggusuran, Dewan Segera Panggil PT KAI

Menanggapi aduan warga RT04 dan 19 RW07 Kelurahan Panggung terkait penertiban puluhan rumah yang berada di tanah PT KAI, DPRD segera akan melakukan mediasi.


Kenalan di Facebook, Diajak Jalan-jalan lalu Mobil Dibawa Kabur

Kenalan di Facebook, Diajak Jalan-jalan lalu Mobil Dibawa Kabur

Waspada! Itulah pesan saat bertemu dengan seseorang yang baru dikenal maupun yang sudah dikenal melalui media sosial (medsos).


Camat dan Kades Diwarning Soal SKTM

Camat dan Kades Diwarning Soal SKTM

Para camat dan kepala desa (kades) atau lurah di Kabupaten Tegal mendapat peringatan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.


Gadis Cantik yang Ditangkap Bawa Sabu, Sudah Bukan Honorer Puskesmas

Gadis Cantik yang Ditangkap Bawa Sabu, Sudah Bukan Honorer Puskesmas

KUPT Puskesmas Banjarharjo dr. Edi Junaedi memastikan bahwa RS, yang ditangkap angota kepolisian Polres Tegal Kota bukan lagi tenaga honorer.


Stres Putus Cinta, Gadis Cantik Honorer Puskesmas di Brebes Ketahuan Nyabu

Stres Putus Cinta, Gadis Cantik Honorer Puskesmas di Brebes Ketahuan Nyabu

Satuan Narkoba Polres Tegal Kota membekuk seorang gadis cantik asal Desa Ciledug, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/7) malam.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!