• Home
  • Berita Lokal
  • Spanduk "Jangan Tambah Penderitaan Kami" Muncul di Lokasi Pasar Mangkrak

Lokal
Share this on:

Spanduk "Jangan Tambah Penderitaan Kami" Muncul di Lokasi Pasar Mangkrak

  • Spanduk "Jangan Tambah Penderitaan Kami" Muncul di Lokasi Pasar Mangkrak
  • Spanduk "Jangan Tambah Penderitaan Kami" Muncul di Lokasi Pasar Mangkrak

PEMALANG - Spanduk berukuran besar bertuliskan "Jangan Tambah Penderitaan Kami" membentang di atas jalan di dekat lokasi pembangunan Pasar Randudongkal. Karena dipasang di tepi jalan spanduk itu terlihat cukup mencolok dan mudah dibaca. Spanduk itu disertai latar gambar wajah seseorang yang sedang menangis. Di bawah tulisan itu disisipi kalimat yang menanyakan kapan proyek pasar selesai.

Diketahui, sudah lebih dari dua tahun pembangunan pasar induk Randudongkal dimulai namun tak kunjung selesai. Rekanan diputus kontrak karena dinilai lamban. Di lokasi kini hanya tampak sejumlah beton, dan besi yang menjulur ke langit tanpa adanya aktivitas apapun.

Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Randudongkal (FKPPS) Mardian, saat dikonfirmasi membenarkan adanya spanduk tersebut. Menurutnya pemasang spanduk itu bisa saja dari elemen masyarakat yang merasakan dampak mangkraknya pasar itu.

"Kita tidak tahu yang memasang, tahu-tahu muncul sudah sekitar seminggu lalu. Itu kan miris ya," katanya, Minggu (13/10).

Menurutnya, dampak mangkraknya pembangunan pasar itu cukup dirasakan pedagang. Sebab semenjak menempati pasar darurat di lapangan sepak bola, omzet pedagang berkurang drastis.

Secara pendapatan menurutnya cukup jauh perbedaannya bila dibandingkan berjualan di lokasi pasar lama. Bahkan kata dia, perbandingannya melebihi bumi dan langit.

"Kalau bumi kan masih bisa dipijak dan langit masih bisa kita pandang, lha kalau berjualan di pasar darurat ini kan tidak kelihatan pendapatannya, bahkan kadang sampai tiga hari pembeli baru datang," ujarnya diselingi sedikit tawa.

Mardian mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan para pedagang, termasuk intens berkomunikasi dengan diskoperindag, dinas yang menangani. Juga menggelar doa bersama secara rutin.

Dikatakan, dari 770 orang pedagang yang meninggalkan pasar lama akibat proses revitalisasi itu, selain berjualan di pasar darurat, juga menyebar mencari penghidupannya sendiri ke berbagai kecamatan lain. Tidak sedikit pula yang tidak lagi berjualan atau banting setir memilih profesi lain lantaran kehabisan modal.

Sementara itu, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang Fahmi Hakim mengatakan akan menekan dan meminta pada pemerintah daerah agar lebih serius dalam menyelesaikan pembangunan pasar. Sehingga pada tahun 2020 pembangunan pasar diharapkan bisa selesai.

Pihaknya sudah mengetahui sejumlah proyek pembangunan pasar yang belum selesai. Komisi akan rapat dengan dinas terkait dalam upaya meminta keterangan proses penyelesaian pembangunan Pasar Randudongkal yang sudah dianggarkan pemda pada tahun 2020.

"Selain itu kami akan meminta pemda untuk membuat terobosan kegiatan yang bersifat jaminan sosial untuk para pedagang, atau pun bantuan stimulan untuk membantu pedagang, karena banyak pedagang yang rugi," katanya. (sul/ima)


Berita Sejenis

Pasar Beras Sepi, Pemkab Kaji Ulang

Pasar Beras Sepi, Pemkab Kaji Ulang

Kondisi Pasar Beras Kabupaten Pemalang di Jalan Slamet Riyadi cukup sepi.


Angin Kencang Terjang Pasar di Pemalang

Angin Kencang Terjang Pasar di Pemalang

Angin kencang menerjang pasar Desa Susukan Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Senin (11/11) sekitar 09.30.


Siap-siap Payung dan Jas Hujan, Kemarau Segera Berakhir

Siap-siap Payung dan Jas Hujan, Kemarau Segera Berakhir

Untuk beberapa hari ke depan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas III Tegal memprediksi intensitas curah hujan mulai muncul.


Kantor Keuangan Daerah Militer IV Pernah Jadi Lokasi Pertempuran Heroik

Kantor Keuangan Daerah Militer IV Pernah Jadi Lokasi Pertempuran Heroik

Kantor Keuangan Daerah Militer IV/Dip yang dulu merupakan Hotel Struke di tahun 1945


Proyek Pasar Buah dan Sayur Dilanjutkan, Pedagang Berharap Lancar

Proyek Pasar Buah dan Sayur Dilanjutkan, Pedagang Berharap Lancar

Setelah sempat berhenti akibat putus kontrak, pembangunan pasar buah dan sayur Pemalang kini dilanjutkan lagi.


Lesehan Temui Pedagang, Jumadi Janji Perda Retribusi Dikaji Ulang

Lesehan Temui Pedagang, Jumadi Janji Perda Retribusi Dikaji Ulang

Aksi dmonstrasi peedagang Pasar Pagi Blok ATegal akhirnya ditemui Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi, Senin (4/11).


Retribusi Mahal, Pedagang Pagi Tegal Demo

Retribusi Mahal, Pedagang Pagi Tegal Demo

Ratusan pedagang Pasar Pagi Tegal mengelar aksi unjuk rasa di depan pasar di Jl. Ahmad Yani Tegal, Senin (4/11) pagi.


Spanduk Penolakan Musda FPI Mulai Dipasang di Kota Tegal

Spanduk Penolakan Musda FPI Mulai Dipasang di Kota Tegal

Tidak hanya membuat dan menyerahkan pernyataan keberatan, Forum Masyarakat Kota Tegal (FMKT) juga memasang spanduk penolakan Musda II FPI di Kabupaten Tegal.


Perencanaan Tak Matang, Komisi II Minta Pagar Keliling Dibongkar

Perencanaan Tak Matang, Komisi II Minta Pagar Keliling Dibongkar

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tegal meminta pada Dinas Kimtaru untuk membongkar pagar keliling di Pasar Margasari.


Fasilitas Pasar Lebaksiu Minim, Pedagang Kambing Jualan di Depan Koramil

Fasilitas Pasar Lebaksiu Minim, Pedagang Kambing Jualan di Depan Koramil

Fasilitas yang dimiliki Pasar Lebaksiu dinilai sangat minim. Hal ini membuat sejumlah pedagang kecewa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!