Lokal
Share this on:

Suami yang Bantai Istri dan Anak Balitanya Sering Cekcok

  • Suami yang Bantai Istri dan Anak Balitanya Sering Cekcok
  • Suami yang Bantai Istri dan Anak Balitanya Sering Cekcok

BULAKAMBA - Entah apa yang merasuki Tarmuji (33) hingga tega menghabisi nyawa istrinya, Koniti (39) berserta anak kandungnya hanya karena masalah ekonomi. Sebelum peristiwa yang menggemparkan warga Dukuh Kertasari Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba Brebes itu terjadi, pelaku dan korban sering bertengkar.

Ibu Koniti, Duriah, menuturkan, sebelum menjadi pasangan suami-istri, anaknya dan Tarmuji sebelumnya sama-sama sudah pernah menikah. "Mereka pasangan janda dan duda," katanya, Selasa (13/2).

Sebelum menikah dengan Tarmuji yang berasal dari Desa Jagalampeni Kecamatan Wanasari Brebes, Koniti pernah menikah dengan Wiryo dan dikaruniai dua anak, yakni Darmanto dan Dwi Anjeli.

Sementara dari pernikahannya dengan Tarmuji, Koniti melahirkan Dimas Adi Riski. Bocah yang baru berusia satu tahun itu ikut meregang nyawa bersama sang ibu.

"Dimas itu anak kandungnya sendiri," ujar Duriah dengan berlinang air mata.

Menurut Duriah, selama membina rumah tangga, anaknya dan Tarmuji sering bertengkar karena permasalahan ekonomi. "Sering cekcok permasalahan uang akibat nafkah yang diberikan sedikit," ungkapnya.

Pagi itu sebelum ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di kamarnya, Koniti seharusnya berangkat bekerja sebagai buruh tani. "Rencananya pagi ini mau nanam bawang tapi ternyata dibunuh," ucap Duriah.

‎Salah seorang tetangga pelaku dan korban, Partiyem, membenarkan jika keduanya sering bertengkar. Namun dia mengaku tak pernah mengetahui persis permasalahan yang memicu pertengkaran.

"Sering mendengar tapi tidak pernah cerita," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Koniti dan anaknya Dimas ditemukan tewas di kamarnya, Selasa (13/2) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan pertama kali oleh anak keduanya, Dwi Anjeli (11) yang pulang untuk mandi setelah menginap di rumah neneknya, kondisi Koniti tergeletak dengan wajah lebam dan berdarah.

Selang‎ beberapa jam kemudian setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi berhasil menangkap Tarmuji, pelaku yang merupakan suami korban di rumah salah seorang keluarganya di Kecamatan Wanasari. Saat diperiksa polisi, buruh tani itu sudah mengakui perbuatannya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal mengambil sampel udara dan air di kawasan pabrik pengolah limbah berbahaya dan beracun (B3).


Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Warga Desa Demangharjo Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal diresahkan dengan penipuan dengan hipnotis bermodus tanya alamat.


Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Sebelum Lakukan Penyerangan, Siswa SMK Lebih Dulu Pesta Miras

Satreskrim Polres Tegal Kota masih melakukan pemeriksaan maraton siswa SMK swasta yang terlibat penyerangan dan pengeroyokan pelajar lainnya, kemarin.


Bawaslu Kembali Copoti Paksa APK Caleg dan Pilpres

Bawaslu Kembali Copoti Paksa APK Caleg dan Pilpres

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2019, Selasa (15/1) siang.


Terpeleset saat Bermain, Balita Tewas Tenggelam dan Terbawa Arus Sungai

Terpeleset saat Bermain, Balita Tewas Tenggelam dan Terbawa Arus Sungai

Nahas nian nasin Restu Pandu. Balita yang baru berusia tiga tahun ini, harus meregang nyawa setelah tenggelam di aliran Sungai Sibiuk.


Kompor Meledak, Tubuh Penjual Gorengan asal Tegal Terbakar Serius

Kompor Meledak, Tubuh Penjual Gorengan asal Tegal Terbakar Serius

Derita yang menimpa Wiryono (31), pedagang gorengan asal Desa Karangmulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal sungguh sangat memilukan.


SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal Terancam Digusur, Pemkot Tegal Siapkan PK

SMAN 1 dan SMPN 1 Tegal Terancam Digusur, Pemkot Tegal Siapkan PK

Meski kalah di tingkat Kasasi, Pemkot Tegal masih berupaya melakukan upaya hukum lanjutan melalui peninjauan kembali (PK).


Dua Bulan, 12 Rumah Rusak Diterjang Longsor

Dua Bulan, 12 Rumah Rusak Diterjang Longsor

Warga di Kabupaten Tegal harus mewaspadai ancaman banjir dan tanah longsor seiring meningkatnya intensitas hujan.


Mantan Wali Kota dan Brigjen Purnawirawan Mulai Turun Gunung

Mantan Wali Kota dan Brigjen Purnawirawan Mulai Turun Gunung

Terancam tergusurnya bangunan SMA Negeri 1 Tegal membuat para alumninya turun gunung.


Semakin Ramai, Guci Butuh Lahan Parkir Tambahan

Semakin Ramai, Guci Butuh Lahan Parkir Tambahan

Obyek wisata Guci Kabupaten Tegal masih membutuhkan lahan parkir seiring banyaknya wisatawan yang datang, utamanya saat momen libur panjang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!