• Home
  • Berita Lokal
  • Sudah Difoto tapi KTP Belum Jadi-jadi, Bawa KK dan Suket untuk Validasi

Lokal
Share this on:

Sudah Difoto tapi KTP Belum Jadi-jadi, Bawa KK dan Suket untuk Validasi

  • Sudah Difoto tapi KTP Belum Jadi-jadi, Bawa KK dan Suket untuk Validasi
  • Sudah Difoto tapi KTP Belum Jadi-jadi, Bawa KK dan Suket untuk Validasi

SLAWI - Masih banyaknya keluhan masyarakat terhadap pencetakan KTP elektronik setelah merekam data, disikapi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal. Kepala Disdukcapil Salu Panggalo mengakui berulang kali dikomplain warga yang sudah difoto, namun KTP elektroniknya belum jadi-jadi.

"Kami saat ini sudah mengeluarkan kebijakan penerbitan KTP-el bagi mereka yang sudah melakukan perekaman. Pola pengajuan cetak ulang KTP-el yang diakibatkan rusak atau hilang, akan dicetak di kantor pusat dalam hal ini Disdukcapil,” terang dia.

Sementara untuk pemula atau pencetakan baru akan dicetak melalui rumah paten kecamatan. Khusus masyarakat yang akan melakukan pencetakan KTP elektronik diharuskan melalui proses validasi data di rumah paten kecamatan.

“Jadi bagi masyarakat yang sudah sempat melakukan perekaman dan mendapatkan surat keterangan atau suket, saat pencetakan diharuskan membawa kartu keluarga dan fotokopi suket. Usai dilakukan validasi, baru pencetakan bisa dilakukan. Ini untuk menghindari kesalahan data, saat KTP elektronik dicetak," ujarnya, kemarin.

Pihaknya kembali meminta masyarakat pro aktif mendatangi rumah paten kecamatan untuk mengetahui kapan KTP elektronik bisa dicetak dengan membawa KK dan surat keterangan untuk bahan validasi petugas.

"Jadi setelah perekaman dilakukan, masyarakat jangan masa bodoh dan tidak tahu kapan pencetakan dilakukan. Validasi wajib dilakukan di rumah paten kecamatan untuk memastikan kapan pencetakan KTP-el dilakukan. Bila nanti sudah ada tanda PRR berarti KTP-el siap untuk dicetak," tambah dia.

Salu mengaku, kemampuan masing-masing rumah paten dalam melakukan pencetakan, sehari sekitar 100 keping. Pihaknya mengakui, ada pemohon yang telah melakukan perekaman bahkan lebih dari dua tahun namun hingga kini belum tercetak.

"Banyak kasus terjadi saat perekaman, sidik jari pemohon tertumpuk dengan sidik pemohon lain sehingga NIK pemohon harus diubah. Inilah perlunya sebuah validasi data di rumah paten kecamatan agar kesalahan serupa tidak terulang kembali," tandasnya. (her/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pimen Kiye, 6.309 Warga Kabupaten Tegal Masih Belum Perekaman e-KTP

Pimen Kiye, 6.309 Warga Kabupaten Tegal Masih Belum Perekaman e-KTP

Dua bulan menjelang pemilu serentak 2019, ribuan warga Kabupaten Tegal masih belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).


Hingga Pertengahan Februari, Sudah Ada 31 Kasus Demam Berdarah

Hingga Pertengahan Februari, Sudah Ada 31 Kasus Demam Berdarah

Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mencatat sudah 31 kasus demam berdarah (DB) terjadi hingga awal tahun ini.


Antisipasi Pelanggaran, Rekomendasi Izin Minimarket di Kota Tegal Dihentikan

Antisipasi Pelanggaran, Rekomendasi Izin Minimarket di Kota Tegal Dihentikan

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal menghentikan sementara pengajuan rekomendasi izin pembangunan minimarket di Kota Tegal.


Pisah dengan Istrinya dan Sakit-sakitan, Pria Nekat Kendat

Pisah dengan Istrinya dan Sakit-sakitan, Pria Nekat Kendat

Hariri, warga Dukuh Waru RT 06 RW 04 Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes ditemukan meninggal dunia menggantung pada blandar rumahnya.


Gendeng! Ayah Cabuli Anak Tirinya Sejak 2016

Gendeng! Ayah Cabuli Anak Tirinya Sejak 2016

Suparman alias Parman (43), warga Dusun Gombong RT 05 RW 03 Desa Warungpring Kecamatan Warungpring divonis 13 tahun penjara dan denda Rp10 juta.


Air Sungai Deras dan Penuh Bambu, Pencarian Korban Hanyut Dihentikan

Air Sungai Deras dan Penuh Bambu, Pencarian Korban Hanyut Dihentikan

Pencarian Sugiono (50), warga RT 4 RW 2 Desa Setu Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal yang hilang di sungai di wilayah setempat dihentikan sementara.


Punya Istri Tiga, Pelaku Penipuan Uang Ghoib Ajak Ritual Korbannya di Gunung dan Pantai

Punya Istri Tiga, Pelaku Penipuan Uang Ghoib Ajak Ritual Korbannya di Gunung dan Pantai

Kholis (sebelumnya ditulis Rokhim), warga Desa Sikasur Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang diringkus Unit Reskrim Polsek Adiwerna.


Hartanya Ludes Dijual, Korban Penipuan Uang Ghoib Tidur di Truk

Hartanya Ludes Dijual, Korban Penipuan Uang Ghoib Tidur di Truk

Enam warga di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal menjadi korban penipuan bermodus penggandaan uang melalui rekening ghoib yang dilakukan oleh Kholis.


Saluran Irigasi Tertimbun Longsor, Ratusan Hektare Sawah Tak Teraliri

Saluran Irigasi Tertimbun Longsor, Ratusan Hektare Sawah Tak Teraliri

Ratusan hektar tanah pertanian di Kecamatan Lebaksiu dan Slawi, Kabupaten Tegal terancam tak bisa teraliri karena rusaknya saluran irigasi


Valentine Day, Polisi Bagikan Nasi Ponggol dan Helm Anak

Valentine Day, Polisi Bagikan Nasi Ponggol dan Helm Anak

Satlantas Polres Tegal membagikan nasi ponggol dan helm, Kamis (14/2), yang bertepatan dengan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!