• Home
  • Berita Lokal
  • Sudah Tak Nyaman, Pedagang Ingin Secepatnya Tempati Pasar Bojong

Lokal
Share this on:

Sudah Tak Nyaman, Pedagang Ingin Secepatnya Tempati Pasar Bojong

  • Sudah Tak Nyaman, Pedagang Ingin Secepatnya Tempati Pasar Bojong
  • Sudah Tak Nyaman, Pedagang Ingin Secepatnya Tempati Pasar Bojong
  • Sudah Tak Nyaman, Pedagang Ingin Secepatnya Tempati Pasar Bojong
  • Sudah Tak Nyaman, Pedagang Ingin Secepatnya Tempati Pasar Bojong

BOJONG - Para pedagang Pasar Bojong mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal segera memindahkan mereka dari pasar darurat ke bangunan pasar yang pengerjaannya sudah selesai 100 persen dan siap digunakan. Mereka sudah tidak nyaman berjualan di pasar darurat.

"Kita semua mengharap cepat-cepat pindah ke pasar yang baru," kata Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Bojong Remojong Siti Asrita (42), Rabu (30/1) kemarin.

Siti mengatakan, seluruh pedagang menginginkan bisa secepatnya pindah dari pasar darurat ke pasar lama yang sudah selesai dibangun karena kondisi pasar darurat yang tidak memadai dan kumuh.

Menurutnya, saat turun hujan kondisi pasar yang menempati lahan di belakang Koramil Bojong itu menjadi becek, bahkan tergenang banjir. Kemudian keamanan juga tidak terjamin. Beberapa kali sudah terjadi pencurian barang-barang milik pedagang yang ditinggalkan di kios atau los darurat.

"Pedagang sudah mengeluh semua, pada curhat ke saya. Kondisi pasar darurat sudah sangat tidak nyaman karena sempit, becek dan banjir. Pembeli juga pasti sama. Makanya kami ingin secepatnya pindah," ujar Siti.

Selain kondisi pasar yang tidak nyaman baik bagi pedagang dan pembeli, lanjut Siti, para pedagang juga mengeluhkan pendapatan yang menurun sejak pindah sementara ke pasar darurat pada Februari 2018 lalu. Dia menyebut penurunan pendapatan rata-rata mencapai 50 persen.

"Dulu kan waktu masih di pasar lama, bakul-bakul kulakan ke sini. Sekarang enggak. Ada yang ke Bumijawa, Tuwel, Lebaksiu, Moga, karena kondisi di sini (pasar daurat) yang tidak nyaman, terus pedangnya juga berpencar," ujar Siti.

Terkait permasalahan pembayaran sisa pengerjaan yang membuat pasar disegel oleh pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan, Siti berharap segera ada solusi sehingga pedagang tidak menjadi korban.

"Harusnya pemkab mengerti keluhan pedagang. Dulu kan waktu pemkab merelokasi ke pasar darurat kita nurut. Bahkan kita keluar biaya sendiri untuk mbangun kios dan losnya. Ada yang habis Rp1 juta, Rp2 juta, bahkan ada yang sampai Rp15 juta, yang kiosnya besar," beber Siti.

Siti juga mengungkapkan, pedagang selama berjualan di pasar darurat tetap membayar retribusi harian yang berkisar Rp4.000-Rp6.000, dan retribusi sampah Rp1.000 per hari. Untuk mencegah adanya pencurian, pedagang juga akhirnya berinisiatif untuk mengeluarkan iuran Rp1.000 per hari yang dikoordinir oleh paguyuban.

"Intinya kami semua ingin secepatnya pindah ke pasar lama. Kan pasarnya sudah selesai dibangun," tegas Siti kembali.

Siti menyebut pedagang sudah diminta untuk mengumpulkan KTP dan surat ijin yang lama untuk keperluan pendataan pada November-Desember 2018 lalu. Namun sampai saat ini belum ada kepastian kapan dipindahkan. "Dulu hanya diberitahu pasar selesai dibangun Desember. Kalau jumlah pedagang ada sekitar 400 orang. Kios dan los," ungkapnya.

Salah satu pedagang tahu, Tohayah, mengungkapkan hal senada. Selama berdagang di pasar darurat, pendapatannya menurun drastis. Untuk ia ingin secepatnya kembali berjualan di tempat sebelumnya, yakni di dalam pasar.

"Dulu waktu belum pindah bisa laku sampai 10 ember. Setelah dipindah dua ember saja tidak habis. Padahal saya juga perlu ongkos untuk berjualan di sini," tuturnya.

Harapan agar pedagang segera dipindahkan ke pasar yang sudah selesai dibangun juga diungkapkan seorang tukang parkir, Diki (42). Menurutnya, selama pedagang dipindah ke pasar darurat, arus lalu lintas menjadi tersendat. "Kalau pasarnya sudah selesai dikerjakan ya mestinya pedagang bisa dipindah. Kasihan juga mereka," ujarnya. (far/jpg)


Berita Sejenis

Awas Masih Ada Makanan Berboraks dan Formalin

Awas Masih Ada Makanan Berboraks dan Formalin

Memasuki pekan ketiga Ramadan, Dinas Kesehatan melakukan sidak makanan dan minuman di sejumlah pasar tradisional dan swalayan.


Sidak Pasar dan Mal, Bupati Dapati Sagu dan Terasi Berbahaya

Sidak Pasar dan Mal, Bupati Dapati Sagu dan Terasi Berbahaya

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Tegal Umi Azizah melakukan inspeksi mendadak ditemani tim sistem keamanan terpadu.


Warga Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Warga Diminta Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Datangnya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, biasanya diikuti dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar-pasar tradisional dan modern.


Satu Keluarga Diduga Keracunan, Sisa Makanan Diamankan untuk Uji Laboratorium

Satu Keluarga Diduga Keracunan, Sisa Makanan Diamankan untuk Uji Laboratorium

Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa satu keluarga di Desa Dermasandi RT 11 RW 03 sudah ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes).


Tak Terima THR, Silakan Ngadu ke Posko Disnaker

Tak Terima THR, Silakan Ngadu ke Posko Disnaker

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Brebes akan membuka posko pengaduan di Kantor Disnakertrans Jalan MT Haryono Brebes.


Tokoh Agama di Kota Tegal Imbau Jamaah Tak Terprovokasi

Tokoh Agama di Kota Tegal Imbau Jamaah Tak Terprovokasi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal KH. Abuchaer Anur menolak ajakan people power atau pengerahan massa yang bertujuan untuk hal-hal negatif.


Di Slawi, Harga Bawang Putih Turun Jadi Rp33 Ribu per Kilogramnya

Di Slawi, Harga Bawang Putih Turun Jadi Rp33 Ribu per Kilogramnya

Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Tegal mengalami penurunan yang cukup drastis.


Bikin Nyaman Pemudik, Polisi Siapkan Sejumlah Pos di Dalam Tol

Bikin Nyaman Pemudik, Polisi Siapkan Sejumlah Pos di Dalam Tol

Menghadapi arus mudik tahun ini, jajaran Polres Tegal mulai menyiapkan sejumlah jalur yang akan digunakan melintas para pemudik.


Membandel, Pedagang Kaki Lima di Slawi Ditertibkan, Anak Punk Dirazia

Membandel, Pedagang Kaki Lima di Slawi Ditertibkan, Anak Punk Dirazia

Satpol PP Kabupaten Tegal, Jumat (10/5) sore, kembali menertibkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di jantung Kota Slawi.


Ramadan Belum Sepekan, Harga Ayam Sudah Naik Tinggi

Ramadan Belum Sepekan, Harga Ayam Sudah Naik Tinggi

Memasuki pekan pertama Ramadhan tahun ini, harga daging ayam mengalami peningkatan yang cukup tajam.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!