Lokal
Share this on:

Suka Duka Petugas KPPS, Berangkat Pagi Pulang Subuh

  • Suka Duka Petugas KPPS, Berangkat Pagi Pulang Subuh
  • Suka Duka Petugas KPPS, Berangkat Pagi Pulang Subuh
  • Suka Duka Petugas KPPS, Berangkat Pagi Pulang Subuh
  • Suka Duka Petugas KPPS, Berangkat Pagi Pulang Subuh

TALANG - Suksesnya penyelenggaraan pemilu 2019 tak bisa dilepaskan dari peran sejumlah pihak. Salah satunya adalah para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di TPS. Pemilu yang untuk pertama kali memilih presiden dan anggota legislatif serentak dalam satu hari itu meninggalkan cerita tentang kerja keras mereka.

Muhammad Fadli (31) merupakan anggota KPPS di TPS 08 Desa Pegirikan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Pada hari pencoblosan, Rabu (17/4), dia sudah berada di TPS sejak pukul 06.00 WIB dan baru bisa pulang ke rumahnya, Kamis (18/4), saat azan subuh berkumandang. Satu hari sebelumnya, dia sudah begadang menyiapkan tempat pemungutan suara dan logistik.

"Lelahnya luar biasa. Alhamdulillah di TPS tempat saya bertugas tidak ada yang sampai sakit dan meninggal seperti di sejumlah daerah lain. Tapi badan langsung pegal-pegal semua. Seperti habis digebuki rasanya," tuturnya, kemarin.

Berat dan lamanya tugas yang harus diselesaikan KPPS adalah karena dalam pemilu 2019, pemilih harus memilih presiden, parpol, anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD melalui lima jenis surat suara. Banyaknya surat suara yang harus dicoblos itu tak hanya membuat ribet pemilih, tapi juga KPPS seperti Fadli.

"Sebenarnya pemungutan dan penghitungan suara sudah selesai pukul 21.00. Tapi berkas-berkas yang harus diisi kan banyak dan ribet, seperti formulir C1 dan lain-lain. Selain harus diisi dengan detail dan teliti, berkas-berkas itu juga harus difotokopi untuk saksi-saksi dan tanda tangannya semua harus tanda tangan basah," jelasnya.

Kerja maraton yang harus dilakukan mulai dari melayani seluruh warga yang akan memilih, menyalin hasil penghitungan perolehan suara, mengisi formulir dan berita acara secara manual hingga mengantar kotak suara ke PPS di desa membuat Fadli dan enam orang KPPS lainnya tak bisa berleha-leha meskipun sejenak. Mereka harus bekerja nyaris tanpa jeda.

"Selama belum selesai ya tidak pulang ke rumah. Pulang hanya sebentar, siang, untuk nyoblos. Dari pagi lanjut malam, sampai pagi lagi tidak mandi, tidak tidur. Makan saja tidak kober, walaupun makanan sudah tersedia," ungkapnya.

Meski sangat menguras tenaga dan waktunya, Fadli mengaku senang dan bangga karena pada akhirnya pemilu berlangsung lancar dan aman. Sebagai anggota KPPS, bapak satu anak itu mendapat honor Rp500 ribu dipotong pajak penghasilan sebesar lima persen. Besaran honor itu tentu saja tak sebanding dengan waktu kerja dan beban tugas yang harus diselesaikannya. Meski begitu Fadli tak terlalu merisaukannya.

“Wakaupun honornya tak seberapa. Tapi senang bisa ikut memberi kontribusi untuk negara. Momen pemilu kan hanya lima tahun sekali," tandasnya.

Di TPS 08 yang menempati aula di gedung milik sebuah yayasan, jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sebanyak 290 orang. Sedangkan pemilih yang datang ke TPS mencapai 244 orang.

“Dari pagi sampai siang warga yang mau mencoblos mengalir terus. Antusiasme pemilih luar biasa," puji Fadli pada tingkat partisipasi pemilih yang membuatnya kian senang bisa menyelesaikan tugas dengan baik.

Anggota KPPS di TPS 15 Desa Rembul Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal, Fahmi Sahab (32) juga mengungkapkan cerita yang hampir senada. "Pemilu kali ini luar biasa. Ada perubahan. Pilpres dan pileg diadakan bareng. Lebih berat daripada saat pemilu sebelumnya. Saya baru bisa pulang ke rumah Kamis pagi," ungkapnya kemarin.

Dia mengungkapkan salah satu momen yang membuat dirinya dan ‎rekan-rekan sesama KPPS mesti terjaga di TPS hingga dini hari dalam kondisi sudah kelelahan dan mengantuk. Yakni saat penghitungan hasil perolehan suara calon anggota DPR RI untuk dicocokkan dengan plano.

"Baru ketemu (cocok) setelah lima kali dihitung. Itu sampai jam 24.00. Belum lagi setelah semua sudah selesai, kami masih harus antre lama di desa untuk menyerahkan kotak suara dan berkas-berkasnya," ujarnya.

Bekerja dengan beban lebih berat daripada saat bertugas di pemilu sebelumnya dan jam kerja melebihi jam kerja normal, Fahmi mengaku sudah menerima honor sebagai anggota KPPS yang menjadi haknya. "Kalau honor, sebelum pencoblosan sudah cair," ungkapnya.

Jumlah TPS pemilu 2019 di Kabupaten Tegal mencapai 4.533 titik. Tiap TPS terdapat tujuh orang KPPS. Sehingga total ada 31.731 orang KPPS yang sudah bekerja keras demi suksesnya gelaran pesta demokrasi bersejarah. (far/zul)


Berita Sejenis

Diduga Hendak Menculik Bocah, Perempuan Diamankan Warga

Diduga Hendak Menculik Bocah, Perempuan Diamankan Warga

Seorang perempuan diamankan warga di Jalan Beo Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Jumat (9/8) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.


Sopir Diduga Ngantuk, Truk Tronton Terguling Masuk Tambak

Sopir Diduga Ngantuk, Truk Tronton Terguling Masuk Tambak

Truk Tronton boks terguling masuk ke tambak di Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Kota Tegal, Kamis (8/8) pagi.


Almarhum KH Maimun Zubair Dimakamkan Usai Salat Dhuhur

Almarhum KH Maimun Zubair Dimakamkan Usai Salat Dhuhur

Kabar duka mewarnai pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah asal Indonesia tahun ini.


Pengamen 'Glowing' Tegal yang Viral Itu Terjaring Razia Gabungan

Pengamen 'Glowing' Tegal yang Viral Itu Terjaring Razia Gabungan

Sejumlah orang kembali terjaring petugas gabungan dalam razia yang digelar Dinas Sosial Kota Tegal, Kamis (25/7) siang.


Parkir Sembarangan di KTL, 20 Kendaraan Ditilang di Tempat

Parkir Sembarangan di KTL, 20 Kendaraan Ditilang di Tempat

Sejumlah pemilik kendaraan terpaksa mendapatkan sanksi tilang dari petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Tegal Rabu (24/7).


Biadab! Bayi Lahir Prematur Dibuang di Selokan Depan Sekolah

Biadab! Bayi Lahir Prematur Dibuang di Selokan Depan Sekolah

arga di sekitar lokasi SDN Kejambon 5 Kota Tegal dibuat heboh dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, Rabu (24/7) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.


Saldo Tabungan Raib, Nasabah Bank Mandiri Panik

Saldo Tabungan Raib, Nasabah Bank Mandiri Panik

Nasabah Bank Mandiri, baik dari Slawi Brebes hingga Kota Tegal sejak, Sabtu (20/7) pagi, mendatangi kantor bank tersebut di Jalan Sudirman Tegal.


Tembakau Gorila, Sabu, dan Senjata Api Dimusnahkan

Tembakau Gorila, Sabu, dan Senjata Api Dimusnahkan

Pemusnahan barang bukti psikotropika dan hasil kejahatan lainnya dilakukan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal di halaman belakang kantor, Kamis (18/7) pagi


Setubuhi ABG Dua Kali, Nelayan Muda Diringkus Polisi

Setubuhi ABG Dua Kali, Nelayan Muda Diringkus Polisi

Nelayan muda berinsial KJ (17) warga Desa Sidaharja, diringkus petugas Reskrim Polres Tegal karena diduga menyetubuhi WR (13) sebanyak dua kali.


Jenazah TKI Asal Brebes Tiba di Rumah Duka

Jenazah TKI Asal Brebes Tiba di Rumah Duka

Duka dari keluarga pejuang devisa kembali terjadi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!