• Home
  • Berita Lokal
  • Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

Lokal
Share this on:

Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

  • Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih
  • Sumur dan Sungai Mengering, Desa Semedo Didroping 10.000 Air Bersih

AIR BERSIH - Anggota Ubaloka mengisi air bersih di ember milik masyarakat Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng.

KEDUNGBANTENG - Sudah beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Desa Semedo mengalami kelangkaan air bersih. Sumur milik warga dan sungai di wilayah tersebut sudah mulai mengering.

Pengurus Pramuli Teguh Herdi Nurcahyo, Senin (12/8) mengatakan, sudah beberapa bulan terakhir ini masyarakat Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng mengalami kelangkaan air bersih. Warga di sana terpaksa membeli air bersih keliling maupun mencari sumber air ke luar desa yang jaraknya lumayan jauh. Kalaupun di desa masih ada air sumur, jumlahnya sangat terbatas sehingga warga harus antre lama untuk mendapatkannya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, lokasi mana saja yang akan didroping air bersih. Dan atas saran dari pihak desa, pembagian air bersih dipusatkan di depan balai desa," katanya.

Untuk hari ini, tambah Teguh Herdi, Kwarcab Tegal melalui Pramuli mengirim dua mobil tangki air bersih isi 5.000 liter. Dan warga sekitar yang sudah antre langsung membawa ember untuk diisi air bersih oleh petugas yang ada di sana.

"Alhamdulillah warga di sana sangat tertib, sehingga dalam distribusi air bersih tidak berebut. Sehingga mempermudah petugas dalam membagi air bersih ke masyarakat," tambahnya.

Meski jumlahnya terbatas, lanjut Teguh Herdi, distribusi air bersih ke Desa Semedo juga akan dilakukan oleh dinas dan ormas lain yang sudah terjadual oleh Pemkab Tegal.

Sehingga kelangkaan air bersih yang terjadi di sana tidak begitu dirasakan oleh masyarakat. Karena setiap hari ada droping air bersih ke sana. (guh/ima)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Debit Air PDAM Menurun

Debit Air PDAM Menurun

Memasuki puncak musim kemarau, mengakibatkan debit air untuk melayani kebutuhan pelanggan PDAM mengalami penurunan.


World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

World Cleanup Day di Pemalang, 2.36 Ton Sampah Pantai Widuri Dikuras

Hari bersih-bersih sedunia atau World Clean Up Day, jadi momentum untuk memulai hidup bersih. Berbagai daerah di Indonesia pun turut memperingatinya.


Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Dapur Umum PMI dan Gupala Siapkan 300 Porsi untuk Makan Relawan

Palang Merah Indonesia (PMI), KSB Guci dan Gupala mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makan petugas dan relawan sebanyak 300 porsi.


Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Slamet mulai masuk ke Guci.


Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Dinas Sosial Dirikan Dapur Umum di Lokasi Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Lereng Gunung Slamet Dukuh Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Proses Pemadaman Api Terkendala Minimnya Peralatan

Kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Slamet, Dusun Sawangan dan Kalipedes semakin meluas.


Diterjang Angin Puting Beliung, Dua Atap Rumah Terseret 50 Meter

Diterjang Angin Puting Beliung, Dua Atap Rumah Terseret 50 Meter

Bencana alam angin puting beliung melanda Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Jumat (20/9) pukul 10.45 WIB.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban Ambulans Maut Bertambah Jadi Lima Orang

Korban tewas akibat kecelakaan maut di Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (19/9) sore, bertambah.


Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Polisi Bentuk Tim Atasi Kebakaran Lereng Gunung Slamet

Untuk mengatasi kebakaran 18 hektare hutan lindung yang berada di Petak 48 dan 16, Polres Tegal membentuk tim penanggulangan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!