Lokal
Share this on:

Sumur Mengering, Warga di Brebes Selatan Pakai Air Sungai

  • Sumur Mengering, Warga di Brebes Selatan Pakai Air Sungai
  • Sumur Mengering, Warga di Brebes Selatan Pakai Air Sungai

AIR SUNGAI - Warga di Desa Kedungoleng, Paguyangan, Brebes memanfaatkan air sungai untuk keperluan MCK, kemarin. (teguh supriyanto/radar brebes)

PAGUYANGAN - Kemarau yang masih berlangsung saat ini berdampak pada menurunnya ketersediaan air bersih di pemukiman warga Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan. Dampaknya, warga terpaksa harus memanfaatkan aliran sungai Pemali yang melintas di wilayahnya, meskipun juga tengah mengalami penurunan debit.

Wasriyah, salah seorng warga Dukuh Cibeler menyampakan, air sumur di rumahnya hanya bisa diambil untuk perluan konsumsi saja. Kondisi ini sudah berlangsung hampir satu bulan terakhir.

"Air sumur cepat keruh, karena memang sudah sangat sedikit hingga jika diambil bercampur lumpur dari dasar sumur. Karenanya cuma diambil pagi sore hari saja," ungkapnya, kemarin.

Untuk mensiasati kebutuhan air rumah tangga, dirinya memanfaatkan aliran sungai Pemali yang melintas di sekitar pedukuhan. Meski begitu, Wasriyah dan warga lainnya juga dihadapkan pada aliran debit sungai yang tengah mengecil.

"Mau bagaimana lagi, dari pada tidak bisa mandi dan cuci pakaian, jadi ya terpaksa pakai air sungai," jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami Karman, warga lainnnya. Bahka dia mengaku terpaksa meminta air di sumur tetangga karena air sumur di rumahnya sudah tidak lagi berair. "Airnya sudah berpasir dan keruh, jadi terpaksa minta ke tetangga, Banyak yang seperti ini, terutama yang rumahnya berada di lokasi lebih tinggi," kata Karman.

Selain menggunakan untuk keperluan mencuci, Karman juga membawa air dari sungai untuk keperluan lain di rumahnya. Hal ini dia lakukan, dengan memanfaatkan belik (sumur kecil) di sekitar aliran sungai.

"Buat persediaan, selama malam di rumah pasti ada saja keperluan ke kamar mandi. Ya sekalian pulang dari sungai, saya pikul air," imbuhnya.

Kades Kedungoleng Salim Usman, membenarkan jika warganya saat ini mulai mengalami kesulitan air. Meski sementara ini warga masih bisa mendapatkan air bersih dari sumur, namun jika kondisi tersebut masih berlangsung satu bulan kedepan maka kekeringan akan semakin parah.

"Kalau cuacanya tidak berubah, pasti lebih parah lagi. Sebab saat ini saja, maski air kebutuhan konsumsi masih bisa didapat tapi warga harus benar-benar efesien. Salah satunya memanfaatkan sungai untuk keperluan selain memasak," terangnya.

Kondisi rawan kesulitan air bersih ini lanjut Kades, dirasakan oleh hampir seluruh warga yang tinggal di Desa Kedung oleng. Meliputi Dukuh Kedungoleng, Cipanas, Kedawung, Cibeler, Cigobang dan Cikuya. "Warga satu Desa hampir merasakan kondisi yang sama masalah air saat sekarang ini," imbuhnya. (pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Jumlah warga Kabupaten Tegal yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan datanya siap cetak atau berstatus print ready record (PRR) mencapai 71.000 orang.


Empat Orang Tersambar Petir, Seorang Meninggal Seketika

Empat Orang Tersambar Petir, Seorang Meninggal Seketika

Empat orang tersambar petir saat berteduh dalam gubuk di areal persawahan Desa Cikakak Kecamatan Banjarharo Kabupaten Brebes, Jumat (14/12) sore.


Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kedunguter, Jumat (14/12), menggeruduk kantor Desa Kedunguter.


Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Banyak Kecelakaan, Jalur Bawah Flyover Kretek Diminta Difungsikan Lagi

Banyaknya desakan agar jalur di bawah Flyover Kretek difungsikan lagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes melakukan inventarisasi.


Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Sejumlah warga di Kabupaten Tegal dan sekitarnya dikejutkan dengan bunyi mendengung yang tak lazim, Jumat (14/12), sekitar pukul 01.10 WIB dinihari.


Tiga Pembobol ATM Pakai Tusuk Gigi Dibolongi Polisi

Tiga Pembobol ATM Pakai Tusuk Gigi Dibolongi Polisi

Tiga pelaku pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) di Jawa dan Sumatera terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas di kakinya, Rabu (12/12).


Tebing Longsor, Jalan Salem-Banjarharjo Tertutup Tanah

Tebing Longsor, Jalan Salem-Banjarharjo Tertutup Tanah

Tebing Lio yang berada di tepi Jalan Raya Salem-Banjarharjo, Kabupaten Brebes di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem mengalami longsor, Kamis (13/12) sore.


11 Mobil dan 18 Motor yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bumiayu Diidentifikasi

11 Mobil dan 18 Motor yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bumiayu Diidentifikasi

Satlantas Polres Brebes melalui Pos Lantas Bumiayu terus melakukan identifikasi terhadap belasan kendaraan yang terdampak kecelakaan maut.


Laka Maut di Flyover Kretek, Dua Pemotor Tewas Mengenaskan

Laka Maut di Flyover Kretek, Dua Pemotor Tewas Mengenaskan

Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas flyover Kretek Bumiayu Kabupaten Brebes, Rabu (12/12) sore, sekitar pukul 17.50 WIB.


Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Tolak Pembongkaran, Perempuan Berhijab Hadang Alat Berat Petugas

Warga di sepanjang Jalur Pantura Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes terlibat cekcok dengan polisi, yang mengawal proses pembongkaran jembatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!