oleh

Sungai Pesunyan Dangkal, Sidamulya Rawan Banjir Bandang

WARUREJA – Sungai Pesunyan yang terletak di Desa Sidamulya Kecamatan Warureja mengalami pendangkalan. Akibatnya, setiap musim hujan, desa ini menjadi langganan banjir bandang.

Sekdes Sidamulya Ali, Rabu (15/1) mengatakan,
sedimentasi atau pengendapan tanah di sungai tersebut sudah mencapai dua meter. Sehingga harus ada langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi ini. Karena kalau tidak, Desa Sidamulya akan selalu menjadi pelanggan tetap banjir bandang.

“Sungai sudah dangkal, jadi kalau hujan, air sungai meluap dan menggenangi rumah warga,” katanya.

Tingginya genangan air, tambah Ali, yang masuk di permukiman penduduk bervariatif. Mulai dari 5 hingga 50 sentimeter. Jumlah rumah yang terendam banjir mencapai puluhan unit. Terutama di wilayah RW 02 yang meliputi RT 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan RT 10. Dangkalnya sungai itu, tidak hanya mengakibatkan banjir. Namun juga berimbas pada rumah warga yang berada di bantaran sungai tersebut. Rumah itu rawan longsor. Ada beberapa dinding rumah warga yang sudah ditopang menggunakan bambu karena pondasinya tergerus aliran sungai.

“Tanah warga juga ada yang hilang diterjang banjir bandang. Tanahnya longsor karena sungainya tidak ada talutnya,” tambahnya.

Sungai yang membentang di desa itu, lanjut Ali, panjangnya kurang lebih dua kilometer. Sedangkan tanah warga yang tergerus lebarnya dua meter setiap titik. Jika ditotal, tanah warga yang tergerus aliran sungai mencapai 4000 meter persegi dan itu adalah tanah warga pribadi, bukan tanah milik pengairan. Pemerintah desa sudah melaporkan ke dinas terkait untuk adanya normalisasi. Namun, usulan yang sudah disampaikan berkali-kali tidak pernah direalisasi. (guh/ima)

Komentar

Berita Terbaru