Lokal
Share this on:

Tak Ada Ganti Rugi, Warga Tolak Normalisasi Sungai

  • Tak Ada Ganti Rugi, Warga Tolak Normalisasi Sungai
  • Tak Ada Ganti Rugi, Warga Tolak Normalisasi Sungai

MENOLAK – Sejumlah warga Desa Cimohong, Bulakamba saat berdemo menolak penggusuran untuk normalisasi sungai, beberapa waktu lalu. (eko fidiyanto/radar brebes)

BREBES - Warga Desa Cimohong Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes cemas. Bangunan rumah-rumah mereka akan digusur untuk kepentingan normalisasi sungai.

Dari rencana tersebut, sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 75 KK tinggal di bantaran saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Pemali Juana. Sisanya 25 KK yang menempati tanah hak milik, kukuh menolak penggusuran, lantaran tak menerima ganti rugi.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Radar Tegal, warga yang menempati bantaran dan saluran sekunder DI Pemali Juana sudah puluhan tahun mendiaminya. Persisnya sejak zaman Presiden Suharto hingga turun temurun sampai jatuh ke cucu-cucunya.

Tidaklah mengherankan jika kondisi bangunan rumah warga saat ini, ada yang semi permanen dan permanen. Salah seorang warga, Tumriah (45) mengaku, dia tak mampu membangun rumah, lantaran tak memiliki tanah.

Tumriah terpaksa menempati tanah milik pemerintah selama bertahun-tahun. Meski tinggal di tanah pemerintah, dia bersama warga yang menempati tanah itu setiap tahun ditariki pajak, mulai dari Rp 20 ribu hingga 80 ribu oleh oknum mantri pengairan.

“Memang saya salah membangun rumah di bantaran kali dan tanah bukan hak milik. Tapi setiap tahun kami diminta membayar pajak,” kata Tumriah menunjukkan kwitansi bukti pembayaran pajak.

Sementara itu, salah seorang warga yang menempati tanah hak milik, Lukman Hasyim mengatakan, rumahnya bersama rumah milik 25 KK lainnya akan terdampak dengan rencana penggusuran untuk program normalisasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Namun, karena menempati tanah hak milik, dia meminta ganti rugi ke pemerintah.

“Ini tanah hak milik. Sekitar 25 KK di sini juga punya bukti kepemilikannya. Karena itu, kami yang punya tanah ini akan minta ganti rugi. Sebab, dari pengukuran yang dilakukan oleh petugas dan berdasarkan dokumen peta miliknya, ada sekitar 31 meter jarak dari saluran sekunder yang terdampak normalisasi itu,” beber Hasyim menunjukkan bukti kepemilikan tanahnya.

Diketahui, bangunan rumah penghuni bantaran Sungai Babakan atau Kali Gogo yang sudah dibongkar antara lain, Desa Sutamaja, Kamurang Wetan, dan Desa Dukuhlo. Puluhan warga tersebut sekarang belum memiliki tempat tinggal. Bahkan ada yang membuat tenda untuk masak dan tidur.

Menurut Kepala Desa Cimohong Sodikin, pihaknya sedang mencari solusi untuk rumah tinggal warga. Mulai pertengahan Desember nanti, semua warga diminta mengosongkan rumahnya. Namun sebelum itu, akan ada sosialisasi kepada warga hingga tiga kali untuk membongkar rumahnya sendiri. Terkait persoalan ganti rugi, kata dia, itu bukan wewenangnya.

“Nanti ada sosialisasi satu sampai tiga. Mulai 15 Desember nanti, warga yang menempati bantaran ini diminta untuk mengosongkan rumahnya. Pendataan sudah dilakukan oleh pengairan,” ungkapnya lagi.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Brebes Wamadiharjo mengatakan, persoalan pembongkaran rumah warga sepanjang pinggiran sungai dalam penertiban ini merupakan program Kementerian dan PSDPR. Yakni dalam program normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir serta kekumuhan.

“Ada aturan-aturan yang harus sama-sama kita patuhi. Selain itu, kita juga memperhatikan ada kebutuhan dasar masyarakat di Cimohong. Mereka juga tidak mau membangun di sini, tapi karena ketidakmampuan, sehingga dengan sangat terpaksa menempatinya,” kata Wamadiharjo menjawab persoalan warga di lokasi.

Menurut Wamadiharjo, ada dua masalah yang harus diselesaikan. Dia tidak ingin saat menyelesaikan masalah timbul masalah baru. Pihaknya akan berupaya mencari jalan keluarnya. Bagaimanapun juga, pihaknya meminta sama-sama memberikan kesadaran dan menghormati aturan-aturan yang ada.

“Kita akan fasilitasi warga, karena kebetulan pengairan adalah mitra komisi kami. Permintaan warga harus kita tindaklanjuti. Aturan juga ditegakkan tapi warga jangan sampai ditelantarkan,” ungkapnya. (fid/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan Siswa SMK Dinamika Bersumpah Tak Akan Tawuran Lagi

Ratusan siswa SMK Dinamika bersumpah tidak akan terlibat tawuran lagi.


Tuntut Kades Mundur, Warga Bentrok dengan Massa Pro Kades

Tuntut Kades Mundur, Warga Bentrok dengan Massa Pro Kades

Warga Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Bangsri, Rabu (16/1).


Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dikeluhkan Warga Cemari Desanya, Limbah Beracun di Margasari Dicek

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal mengambil sampel udara dan air di kawasan pabrik pengolah limbah berbahaya dan beracun (B3).


Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Pura-pura Tanya Alamat, Dihipnotis lalu Emas dan Uang Dirampas

Warga Desa Demangharjo Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal diresahkan dengan penipuan dengan hipnotis bermodus tanya alamat.


Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Rusak

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Rusak

Puluhan rumah di Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes rusak.


Dituding Salah Gunakan Dana Desa Rp1,3 Miliar, Balai Desa Disegel

Dituding Salah Gunakan Dana Desa Rp1,3 Miliar, Balai Desa Disegel

Warga Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes menyegel balai desa setempat, Selasa (15/1) kemarin.


Cemari Lingkungan, Warga Minta Pabrik-pabrik Pengolah Limbah Ditutup

Cemari Lingkungan, Warga Minta Pabrik-pabrik Pengolah Limbah Ditutup

Bupati Tegal Umi Azizah mendatangi sejumlah pabrik penampungan dan pengolahan limbah B3 di Desa Karangdawa Kecamatan Margasari yang dikeluhkan warga setempat.


Terpeleset saat Bermain, Balita Tewas Tenggelam dan Terbawa Arus Sungai

Terpeleset saat Bermain, Balita Tewas Tenggelam dan Terbawa Arus Sungai

Nahas nian nasin Restu Pandu. Balita yang baru berusia tiga tahun ini, harus meregang nyawa setelah tenggelam di aliran Sungai Sibiuk.


Dua Bulan, 12 Rumah Rusak Diterjang Longsor

Dua Bulan, 12 Rumah Rusak Diterjang Longsor

Warga di Kabupaten Tegal harus mewaspadai ancaman banjir dan tanah longsor seiring meningkatnya intensitas hujan.


Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Seorang buruh, warga Desa Pesucen RT 10 RW 02 Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Danuri (65) ditemukan tewas gantung diri di bawah pohon gayam.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!