• Home
  • Berita Lokal
  • Tak Bawa Pensil, Pipi Siswa SD di Pemalang Ditempeli Sepatu Gurunya

Lokal
Share this on:

Tak Bawa Pensil, Pipi Siswa SD di Pemalang Ditempeli Sepatu Gurunya

  • Tak Bawa Pensil, Pipi Siswa SD di Pemalang Ditempeli Sepatu Gurunya
  • Tak Bawa Pensil, Pipi Siswa SD di Pemalang Ditempeli Sepatu Gurunya

INTERAKSI - Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Pemalang berdialog dengan siswa SD Negeri 02 Wanamulya, kemarin. (sulung pamanggih/radar pemalang)

PEMALANG - Gara-gara tidak membawa pensil, seorang guru di SDN 2 Wanamulya Pemalang tega memberi perlakuan tak pantas kepada siswanya. Oknum guru tersebut diduga sudah menempelkan sepatu miliknya pada wajah dekat mulut anak didiknya.

Kepala SDN 2 Wanamulya Kecamatan Pemalang Sri Rintiati membenarkan tindakan kelewat batas yang dilakukan salah satu pengajarnya. Karenanya, sekolah pun memberi tindakan tegas dengan memberhentikan oknum guru yang bersangkutan.

"Tidak lama setelah kejadian, kami langsung memberhentikan yang bersangkutan" katanya sembari memperlihatkan surat keputusan pemberhentian, kemarin.

Dijelaskan Kepala Sekolah, peristiwa itu terjadi di ruang kelas saat jam pelajaran berlangsung, Senin (1/10) lalu, terhadap Candra Adriansya Pratama, siswa kelas tiga. Dari keterangannya, pelaku melakukan tindakan tak pantas itu, karena Candra berulangkali tidak membawa pensil dan sering pinjam temannya.

Sehingga, papar Sri, hal itu dianggap mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar. Berikutnya oknum guru itu lantas mencopot sepatu dan menempelkannya di pipi dekat mulut siswa. "Pelaku sudah mengakui khilaf, sehingga tak bisa mengontrol emosinya."

Sehari setelah kejadian itu, sambung dia, nenek korban datang ke sekolah untuk mengadu. Tak lama, orang tuanya yang bekerja di Jakarta menelpon pihak sekolah sambil marah-marah, karena setahunya mulut anaknya disumpal pakai sepatu.

"Kami jelaskan semua, bahwa dari pengakuan pelaku, sepatu itu hanya di tempelkan di pipi, tidak sampai ke mulut," sambungnya.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Pemalang, Suripto, menyesalkan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Perilaku itu menurutnya bisa berdampak buruk pada psikologi si anak dan dunia pendidikan itu sendiri.

"Jangan sampai kejadian ini menjadi momok bagi dunia pendidikan. Kami melindungi hak-hak anak, namun begitu juga tidak serta merta menjustivikasi guru," kata dia.

Namun begitu, dengan diberikannya sanksi pemberhentian tersebut, dinilai cukup bijak dan sudah selayaknya. Pihaknya pun kemudian mendatangi sekolah untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi.

Di sana dia juga menyempatkan ke ruang kelas untuk berinteraksi dengan anak-anak di sekolah itu. Sementara korban, yang sebelumnya sempat tidak berangkat sekolah pascakejadian, saat itu sudah mengikuti aktivitas belajar mengajar lagi. (sul/har/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ramaikan HUT Kemerdekaan, Warga Tanjungsari Bikin Karnaval Bergiliran

Ramaikan HUT Kemerdekaan, Warga Tanjungsari Bikin Karnaval Bergiliran

Warga di dusun Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, punya cara sendiri meramaikan HUT Kemerdekaan.


Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Kloter SOC 47 Gelar Upacara HUT RI ke-74 di Mekkah

Tak hanya digelar di tanah air, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-74 juga digelar di luar negeri.


Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Rutin Adakan Sekolah Sungai, Komunitas Ini Raih Juara Harapan Dua Tingkat Jateng

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya pergaulan bebas, rupanya masih ada sekumpulan anak muda di Pemalang


Mahasiswa KKN Sulap Sampah Jadi Minyak

Mahasiswa KKN Sulap Sampah Jadi Minyak

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang mengubah sampah anorganik menjadi minyak


130 Siswa Sajikan Perjuangan Bung Tomo Lewat Teater

130 Siswa Sajikan Perjuangan Bung Tomo Lewat Teater

Seni teater hingga sekarang masih terus menggeliat.


Gudang Jajanan di Tepi Pantura Kebakaran

Gudang Jajanan di Tepi Pantura Kebakaran

Gudang jajanan milik Nasikun di tepi jalur Pantura Petarukan, Pemalang terbakar, Rabu (14/8) pukul 10.00 WIB.


Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Air Sulit, Petani Tetap Tanam

Di tengah kesulitan air, tidak sedikit petani di Pemalang yang tetap menanam padi saat memasuki musim tanam ketiga tahun ini.


Kemarau, Bendung Sungapan Pemalang Krisis

Kemarau, Bendung Sungapan Pemalang Krisis

Kondisi debit air di Bendung Sungapan, Pemalang terpantau krisis, atau hanya menyisakan 1000-1200 liter per detik.


Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Lansia Tanpa Identitas Tertabrak Kereta Api

Lansia Tanpa Identitas Tertabrak Kereta Api

Seorang pria lanjut usia tanpa identitas tertumbuk kereta api di jalur utara persis di palang pintu kereta Gandulan Kecamatan Taman, Pemalang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!