Lokal
Share this on:

Tak Ditahan, Qomar Wajib Lapor Seminggu Dua Kali

  • Tak Ditahan, Qomar Wajib Lapor Seminggu Dua Kali
  • Tak Ditahan, Qomar Wajib Lapor Seminggu Dua Kali

BREBES - Kasus pemalsuan ijazah S2 dan S3 dengan tersangka Nurul Qoma, mantan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Ummus) Brebes yang juga merupakan pelawak kawakan era 90'an, Rabu (26/6) resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes.

Dari pelimpahan ke tahap 2 tersebut, tersangka Qomar tidak ditahan.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Bakhtiar Agung membenarkan terkait pelimpahan dan tidak ada penahanan tersebut. Faktor kesehatan menjadi alasan utama tersangka tidak ditahan. Melainkan diperbolehkan pulang ke Cirebon.

"Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, kita lakukan pemeriksaan kesehatan tersangka ke Dokkes Polres Brebes. Dan hasilnya, tersangka menderita penyakit asma akut, atas dasar itulah tidak ada penahanan," ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, tersangka Qomar juga meminta pengguhan penahanan saat pemeriksaan di pihak kepolisian.

Meski tidak ditahan, lanjut Agung, tersangka Qomar diwajibkan untuk melapor ke pihak Kejaksaan seminggu dua kali. Yakni di hari Senin dan Kamis.

"Meskipun tersangka tidak ditahan, namun proses hukum tetap berjalan," jelasnya.

Dia menambahkan, setelah proses tahap 2 ini, pihaknya akan segera menyerahkan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Brebes untuk melakukan sidang. Hanya saja, kata dia, waktunya masih belum ditentukan. Tapi yang jelas, tegasnya, pihaknya akan secepatnya melengkapi berkas kasus tersebut.

"Kalau untuk ancaman, kita kenakan Pasal 263 tentang Pemalsuan Dokumen dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun," terangnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama, KBO Reskrim Polres Brebes Iptu Triyatno menyatakan, penanganan kasus dugaan pemalsuan ijazah dengan tersangka Nurul Qomar telah tahap 2. Karenanya, pihaknya melimpahkan kasusnya ke Kejari.

"Berkas kasus dan tersangka Qomar kita limpahkan ke Kejaksaan untuk dilakukan penuntutan," kata Triyatno, usai pelimpahan.

Sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan, Qomar kembali menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan ini terkait penyakit darah tinggi dan asma yang dideritanya.

"Itu standar operasional, jadi kita periksa dulu kesehatannya. Karena rekomendasi dokter Dokkes Polres maka langsung kita bawa ke Kejari," tuturnya.

Nurul Qomar sebelum dibawa pemeriksaan ke Dokkes Polres Brebes menggunakan mobil Honda Fred berwana putih dengan nopol E 1751 CH sempat mengatakan, kalau dirinya masih disarankan dokter spesialis untuk pakai nebulizer setiap delapan jam sekali lantaran penyakit asma yang dideritanya. Selain itu, tekanan darah Qomar juga sering tidak stabil sehingga harus diperiksa.

"Mau cek kesehatan dulu. Soalnya saran dokter spesialis saya harus pakai nebulizer setiap delapan jam sekali karena saya memiliki penyakit asma," singkatnya.

Sembari tersenyum, Qomar yang saat proses pelimpahan mengenakan kemeja putih memohon do’a agar permasalahan tersebut bisa segera selesai.

“Mohon doanya saja, biar permasalahan ini cepat selesai. Pengajian saya banyak jadi doain biar cepet selesai,” katanya.

Sementara itu, Pengacara Nurul Qomar Furqon Nurzaman membenarkan bahwa selama pelimpahan di Kejaksaan, tersangka tidak ditahan. Alasan tidak ditahan, kata dia, bahwa Qomar memiliki riwayat penyakit asma akut san darah tinggi.

“Alasan kesehatan sehingga selama proses di Kejaksaan tidak ditahan. Hanya saja wajib lapor selama dua kali dalam seminggu “ tuturnya.

Terpisah, Kuasa Hukum H. Dr (HC) Muhadi Setiabud selaku Ketua Yayasan Ummus Tobidin SH MH menyampaikan apresiasi atas kinerja kepolisian dan kejaksaan. Pasalnya, perbuatan Qomar dianggap telah menodai dunia pendidikan.

"Kami jelas mengapresiasi kinerja kepolisian dan kejaksaan. Ummus ini lembaga pendidikan dan ada oknum yang menodai dengan Surat Keterangan Lulus (SKL) palsu itu," katanya

Menurutnya, perbuatan Qomar sudah masuk pelanggaran berat. Pasalnya, posisinya sebagai rektor Ummus itu menyangkut hajat hidup seluruh mahasiswa. Dengan SKL yang dipalsukan, maka seluruh legalitas pendidikan mahasiswa pun turut dipertanyakan.

"Untungnya selama menjabat rektor (Ummus), dia (Qomar) belum pernah mewisuda mahasiswa. Jadi kalau sampai mewisuda bagaimana kualitas pendidikan yang sudah dipalsukan," ucapnya.

Tobidin memaparkan, dugaan pemalsuan tersebut berawal saat akan dilakukan prosesi wisuda mahasiswa pada November 2017 lalu. Saat itu, pihak Kopertis meminta pihak Yayasan agar menyerahkan ijazah S2 dan S3 rektor sebagai persyaratan.

Oleh pihak Yayasan, kemudian ijazah itu dimintakan kepada Qomar. Namun ia tak dapat menunjukkannya dan bilang masih dalam proses. Karena itu, pihak Ummus kemudian mengirim surat ke universitas di Jakarta.

"Katanya ia S2 dan S3 di UNJ. Kemudian kita bertanya ke sana (UNJ, Red) menanyakan itu. Dan jawabannya belum lulus," ungkapnya.

Atas dasar itu, pihak UMUS Brebes kemudian melaporkannya ke Polres Brebes atas dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 pada Desember 2017. (ded/ima*)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Awas, Kebakaran Hutan Masuk ke Guci, Dua Kilometer Permukiman Warga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Lereng Gunung Slamet mulai masuk ke Guci.


Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Uniknya Pelayanan di Kelurahan Sugihwaras, Warga Wajib Bawa Sampah Plastik

Sampah plastik menjadi persoalan pencemaran lingkungan yang sedang dihadapi. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sampah berbahan ini sulit teruai.


Diterjang Angin Puting Beliung, Dua Atap Rumah Terseret 50 Meter

Diterjang Angin Puting Beliung, Dua Atap Rumah Terseret 50 Meter

Bencana alam angin puting beliung melanda Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Jumat (20/9) pukul 10.45 WIB.


Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.


Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi Gadungan Ternyata Sudah Bawa Kabur Tiga Gadis Incarannya

Polisi gadungan Tasima (28) warga Cirebon yang membawa kabur gadis Pemalang, ternyata bukan pertama kali melakukan aksinya.


Sinyal Berbunyi, Anda Wajib Berhenti di Perlintasan KA, Ini Dasar Hukumnya

Sinyal Berbunyi, Anda Wajib Berhenti di Perlintasan KA, Ini Dasar Hukumnya

Sampai pertengahan September, sudah puluhan kecelakaan terjadi di perlintasan Kereta Api di wilayah Daop III Cirebon.


Motif Tawuran Brutal Pakai Celurit Terus Didalami

Motif Tawuran Brutal Pakai Celurit Terus Didalami

Sejumlah orang dimintai keterangan terkait tawuran dua kelompok remaja, Minggu (15/9) dinihari WIB..


PKB Jatah Dua, PDI-P dan Gerindra Dapat Satu Ketua Komisi

PKB Jatah Dua, PDI-P dan Gerindra Dapat Satu Ketua Komisi

Teka-teki siapa yang akan mendapat jatah ketua komisi di DPRD Kabupaten Tegal mulai terjawab.


Tawuran Pakai Celurit di Tegal Sudah Disiapkan, Lima ABG Diamankan

Tawuran Pakai Celurit di Tegal Sudah Disiapkan, Lima ABG Diamankan

Duel tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja di Jalan Kapten Sudibyo Tegal, Minggu (15/9) dinihari, ternyata sudah direncanakan sebelumnya.


Sebelum Tawuran Brutal, Kedua Kelompok Saling Ejek di Medsos

Sebelum Tawuran Brutal, Kedua Kelompok Saling Ejek di Medsos

Polisi terus melakukan penyelidikan intensif tawuran antar dua kelompok di Jalan Kapten Sudibyo Kota Tegal, Minggu (15/9) dinihari WIB.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!