Lokal
Share this on:

Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik

  • Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik
  • Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik

KRAMAT - Sebanyak 3.212 nelayan di Kabupaten Tegal menerima bantuan beras paceklik. Bantuan diberikan seiring cuaca buruk yang melanda perairan Laut Jawa akhir-akhir ini sehingga nelayan terpaksa tidak melaut untuk sementara waktu.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten‎ Tegal Toto Subandriyo mengatakan, beras bantuan berasal dari alokasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk pemerintah daerah yang ada di Bulog.

Bantuan diajukan setelah Bupati Tegal mengeluarkan SK Bupati Tegal Nomor 360/266 Tahun 2018 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Gelombang Tinggi Perairan Laut Jawa di Kabupaten Tegal yang dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Nomor 360/21/637/2018 tanggal 6 Februari 2018.‎

‎"Bantuan cadangan beras pemerintah bertujuan bisa untuk memembantu masyarakat bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Jika masih kurang bisa dimintakan ke provinsi," kata Toto saat penyerahan bantuan secara simbolis Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan Desa Munjungagung Kecamatan Kramat, kemarin.

Toto mengungkapkan, total bantuan beras yang disalurkan sebanyak 59, 192 ton. Sementara jumlah nelayan yang menerima sebanyak 3.212 kepala keluarga (KK). "Nelayan penerima bantuan berasal tiga kecamatan yaitu Kecamatan Warurejo, Kramat, dan Suradadi," ungkapnya.

Bupati Tegal Enthus Susmono berharap bantuan beras bisa membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga nelayan selama tidak melaut karena cuaca buruk.

‎"Semoga kondisi cuaca ekstrim yang menghambat operasional penangkapan ikan di laut oleh para nelayan bisa segera berakhir, nelayan bisa segera melaut lagi," ujar Enthus. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Cisanggarung‎ Banjir, Bupati Idza Langsung Bawa Beras 1 Ton

Cisanggarung‎ Banjir, Bupati Idza Langsung Bawa Beras 1 Ton

Sejumlah desa di Kecamatan Losari Kabupaten Brebes dilanda banjir akibat meluapnya sungai Cisanggarung yang melintasi wilayah setempat.


Ini Dia Guru Asal Tegal yang Lolos Mengajar di Makkah

Ini Dia Guru Asal Tegal yang Lolos Mengajar di Makkah

Tak menyangka, seorang guru di SMP Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal mendapat tugas untuk mengajar di Luar Negeri yakni di Kota Suci Makkah.


Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur penghubung dua kecamatan di Kabupaten Brebes tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan, Sabtu (17/2) lalu.


Kapal Meledak di Laut, Satu Nelayan Tewas, Dua Terluka Bakar Serius

Kapal Meledak di Laut, Satu Nelayan Tewas, Dua Terluka Bakar Serius

Seorang nelayan tewas dan dua lainnya mengalami luka bakar serius, saat kapal yang mereka tumpangi terbakar, Rabu (14/2) malam.


Dijaga Ketat, Polisi Penembak Mati Nelayan Divonis 13 Tahun

Dijaga Ketat, Polisi Penembak Mati Nelayan Divonis 13 Tahun

Sidang ke-7 kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota polisi aktif, hingga menyebabkan seorang warga tewas digelar, Selasa (13/2).


Terendam Banjir, Terowongan Kalinyamat Kulon Tak Bisa Dilewati

Terendam Banjir, Terowongan Kalinyamat Kulon Tak Bisa Dilewati

Banjir di sejumlah wilayah di Kota Tegal, juga kembali merendam akses transportasi.


Mahasiswa Minta Calon Kepala Daerah Tak Omdo

Mahasiswa Minta Calon Kepala Daerah Tak Omdo

Audiensi dengan Komisioner KPU yang diminta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tegal batal dilaksanakan.


Pamit ke Sawah, Nenek Tak Pulang-pulang

Pamit ke Sawah, Nenek Tak Pulang-pulang

Seri (60), petani dari Desa Danareja RT 5 RW 3 Kecamatan Balapulang KabupatenTegal diduga hilang dan hanyut di sungai,


Tak Lolos Verifikasi, Nelayan Cantrang Kota Tegal Protes

Tak Lolos Verifikasi, Nelayan Cantrang Kota Tegal Protes

Sejumlah nelayan kembali menggelar aksi protes didepan kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Tegal.


Diminta Bayar Rp160 Juta, Pedagang Pasar Pagi Wadul ke Wali Kota

Diminta Bayar Rp160 Juta, Pedagang Pasar Pagi Wadul ke Wali Kota

Pedagang Pasar Pagi belakangan tak bisa tenang melakukan aktivitasnya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!