Lokal
Share this on:

Tak Pateni Koen, Wis Nembak Anakku

  • Tak Pateni Koen, Wis Nembak Anakku
  • Tak Pateni Koen, Wis Nembak Anakku

TEGAL - Polisi harus ekstra ketat menjaga Mapolres Tegal Kota, Kamis (12/10) siang. Pasalnya, sejumlah warga berusaha merangsek masuk ke halaman Mapolres, saat digelar rekonstruksi penembakan di parkiran hotel berbintang di Kota Tegal, Kamis (28/9) silam.

Kebanyakan dari mereka adalah keluarga korban Ragiman alias Warin (48), yang tewas seketika usai ditembus pelor oknum polisi. Bahkan untuk menjaga situasi, polisi juga mengerahkan sejumlah anjing pelacak.

Ibu korban bahkan histeris saat pelaku, Brigadir RE mulai melakukan sejumlah adegan reka ulang. Total ada sekitar 24 gerakan, yang dilakukan pelaku untuk melengkapi berkas-berkas kasusnya.

"Tak pateni koen wis nembak anakku (tak bunuh Anda sudah menembak anakku, Red)," gumam seorang wanita yang belakangan diketahui adalah ibunda korban.

Rekonstruksi yang digelar polisi memang menyita perhatian, lantaran selain menewaskan seketika juragan kapal, juga melukai seorang korban lainnya, yakni Dedy Setyo Utomo. Tidaklah mengherankan jika kemudian polisi memindahkan lokasi di Mapolres Tegal Kota Jl. Pemuda Tegal.

Sebelumnya, Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa berjanji akan menangani kasusnya secara profesional, meski pelakunya adalah seorang oknum anggota polisi aktif. Kapolres pun sudah mendatangi kediaman korban, sebelum korban dimakamkan. (muj/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ini Dia Guru Asal Tegal yang Lolos Mengajar di Makkah

Ini Dia Guru Asal Tegal yang Lolos Mengajar di Makkah

Tak menyangka, seorang guru di SMP Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal mendapat tugas untuk mengajar di Luar Negeri yakni di Kota Suci Makkah.


Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur Penghubung Dua Kecamatan Tertutup Longsor

Jalur penghubung dua kecamatan di Kabupaten Brebes tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan, Sabtu (17/2) lalu.


Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik

Tak Melaut, 3.212 Nelayan Dibantu Beras paceklik

Sebanyak 3.212 nelayan di Kabupaten Tegal menerima bantuan beras paceklik.


Terendam Banjir, Terowongan Kalinyamat Kulon Tak Bisa Dilewati

Terendam Banjir, Terowongan Kalinyamat Kulon Tak Bisa Dilewati

Banjir di sejumlah wilayah di Kota Tegal, juga kembali merendam akses transportasi.


Mahasiswa Minta Calon Kepala Daerah Tak Omdo

Mahasiswa Minta Calon Kepala Daerah Tak Omdo

Audiensi dengan Komisioner KPU yang diminta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tegal batal dilaksanakan.


Pamit ke Sawah, Nenek Tak Pulang-pulang

Pamit ke Sawah, Nenek Tak Pulang-pulang

Seri (60), petani dari Desa Danareja RT 5 RW 3 Kecamatan Balapulang KabupatenTegal diduga hilang dan hanyut di sungai,


Tak Lolos Verifikasi, Nelayan Cantrang Kota Tegal Protes

Tak Lolos Verifikasi, Nelayan Cantrang Kota Tegal Protes

Sejumlah nelayan kembali menggelar aksi protes didepan kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Tegal.


Diminta Bayar Rp160 Juta, Pedagang Pasar Pagi Wadul ke Wali Kota

Diminta Bayar Rp160 Juta, Pedagang Pasar Pagi Wadul ke Wali Kota

Pedagang Pasar Pagi belakangan tak bisa tenang melakukan aktivitasnya.


32.512 Orang Terancam Tak Bisa Nyoblos

32.512 Orang Terancam Tak Bisa Nyoblos

Sebanyak 32.512 warga di Kabupaten Tegal terancam tidak bisa mencoblos dalam pemilihan gubernur Jateng dan pemilihan bupati Tegal Juni mendatang.


Nelayan Cantrang Dijamin Tak Akan Ditangkap

Nelayan Cantrang Dijamin Tak Akan Ditangkap

Nelayan cantrang kini tak perlu lagi merasa resah saat melaut.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!