Lokal
Share this on:

Tak Terima THR, Silakan Ngadu ke Posko Disnaker

  • Tak Terima THR, Silakan Ngadu ke Posko Disnaker
  • Tak Terima THR, Silakan Ngadu ke Posko Disnaker

MEMANTAU - HRD PT. Osaga Mas Utama saat memantau karyawannya yang sedang bekerja, kemarin. (hrviyanto/radartegal.com)

BREBES - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Brebes akan membuka posko pengaduan di Kantor Disnakertrans Jalan MT Haryono Brebes. Pendirian posko itu untuk memberikan bantuan kepada karyawan swasta yang tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Penegasann ini diungkapkan Kepala Disnakertrans Brebes Syamsul Komar, Kamis (16/5). Menurutnya, posko pengaduan THR akan mulai difungsikan H-7 lebaran. Selama pembukaan posko, karyawan di seluruh Kabupaten Brebes yang tidak mendapatkan THR, bisa mengadukannya langsung ke posko.

“Pengaduan sendiri bisa datang langsung ke kantor, bisa juga menghubungi petugas,” ungkapnya.

Disebutkan pula, pembukaan posko tidak lain untuk menampung dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi pekerja terkait pembayaran THR. Salah satunya, pemberian THR yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

“Segala macam pengaduan akan kita layani. Yang jelas, kita akan melayani sesuai dengan aturan yang ada (terutama pembayaran THR),” katanya.

Mengenai besaran THR, lanjutnya, disesuaikan masa kerja. Misalnya, pekerja melebihi satu tahun masa kerja, mendapatkan THR satu kali gaji. Jika masa kerja belum satu tahun, rumus tertentu untuk menghitung besaran THR yang ada di perusahaan masing-masing.

“Jika karyawan tersebut sudah bekreja selama satu tahun lebih, maka berhak mendapatkan THR satu bulan gaji pokok. Namun, jika belum genap satu tahun, itu disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan,” tuturnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan memebrikan Surat Edaran (SE) kepada seluruh perusahaan yang ada di Brebes terkait kapan pemberian THR. Menurutnya, dalam pemberiam THR setiap perusahaan wajib memberikannya di H-7 jelang lebaran.

Jika dalam waktu yang ditentukan tidak dilaksanakan, pihaknya akan memberikan teguran dan medatangi langsung perusahaan tersebut. “Jadi di surat edaran itu perusahaan diwajibkan membayar THR kepada karyawannya H-7 jelang lebaran atau seminggu sebelum Idul Fitri,” jelasnya.

Terpisah HRD PT. Osaga Mas Utama Eri Iwang Wahyudi mengungkapkan akan memberikan THR kelada ribuan karyawan sesuai yang telah ditentukan. Menurutnya, dengan pemberian THR tersebut diharapkan bisa membantu dalam memwnuhi kebutuhan menjalang lebaran.

“Sesuai dengan surat edaran nanti, kita akan memberikan THR kepada karyawan pada H-7. Untuk besarannya kita menyesuaikan lama kerja karyawan itu sendiri,” pungkasnya. (har/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Tak Terlihat Tiga Hari, ABG Tewas di Rumahnya yang Terkunci

Nurlia Amanda Saputri (15), warga Desa Kramat, Jatibarang, Brebes ditemukan tewas di dalam rumahnya, Kamis (19/9) malam.



PDIP Terima Bakal Calon Bupati dari Kalangan ASN

PDIP Terima Bakal Calon Bupati dari Kalangan ASN

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang membuka penjaringan bagi masyarakat umum termasuk kalangan ASN


Tak Yakin Meninggal Bunuh Diri, Makam Ibu Muda Dibongkar

Tak Yakin Meninggal Bunuh Diri, Makam Ibu Muda Dibongkar

Diduga menjadi korban pembunuhan, makam Deni Purwanti (27), warga Dukuh Cikokol RT 05 RW 06 Desa Jipang Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes dibongkar, Jumat


Menilik Kampung Tertib Lalu Lintas di Pemalang

Menilik Kampung Tertib Lalu Lintas di Pemalang

Jajaran Satlantas Polres Pemalang seakan tak kehabisan cara dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalanan.


Sah, Rustoyo Terima Rekomendasi Pimpinan Dewan

Sah, Rustoyo Terima Rekomendasi Pimpinan Dewan

Teka-teki siapa yang akan menerima rekomendasi pimpinan dewan oleh DPP PDI Perjuangan terjawab sudah.


Jalur Pendakian Gunung Slamet Lewat Posko Guci Masih Ditutup

Jalur Pendakian Gunung Slamet Lewat Posko Guci Masih Ditutup

Pendakian Gunung Slamet lewat Posko Guci Kabupaten Tegal masih dilarang.


Penusuk Warga sampai Pisaunya Tertancap Langsung Dibawa ke Magelang

Penusuk Warga sampai Pisaunya Tertancap Langsung Dibawa ke Magelang

Tak membutuhkan waktu yang lama, jajaran Polsek Bojong Polres Tegal akhirnya berhasil mengamankan pelaku penusukan Suparti (48) warga Desa Karangmulya Kecamatan


Istri Korban Tak Pernah Ngobrol dengan Pelaku Penggorok Suaminya

Istri Korban Tak Pernah Ngobrol dengan Pelaku Penggorok Suaminya

Pembunuhan pengantin baru di Desa Mendelem Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang masih menjadi perbincangan hangat warganet di Pemalang.


Anggota dan Paguyuban Pasar Margasari Diduga Tak Akur, Kenapa?

Anggota dan Paguyuban Pasar Margasari Diduga Tak Akur, Kenapa?

Diduga antara pengurus dan anggota paguyuban Pasar Margasari terjadi silang pendapat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!