• Home
  • Berita Lokal
  • Takut Suaminya Mampir, Ibu-ibu di Pemalang Demo Tolak Rencana Pembangunan Rumah Bordil

Lokal
Share this on:

Takut Suaminya Mampir, Ibu-ibu di Pemalang Demo Tolak Rencana Pembangunan Rumah Bordil

  • Takut Suaminya Mampir, Ibu-ibu di Pemalang Demo Tolak Rencana Pembangunan Rumah Bordil
  • Takut Suaminya Mampir, Ibu-ibu di Pemalang Demo Tolak Rencana Pembangunan Rumah Bordil

MENOLAK - Puluhan ibu rumah tangga mendatangi lokasi yang akan dibangun warung esek-esek, kemarin. (sulung pamanggih/radar pemalang)

PEMALANG - Puluhan ibu rumah tangga di Desa Lawangrejo Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang menolak pembangunan rumah bordil Sengan yang berada tidak jauh dari permukiman mereka, kemarin. Mereka cemas lokalisasi tersebut bakal mengancam keharmonisan rumah tangga mereka.

Dengan ada yang menggendong serta anaknya, puluhan ibu-ibu ini serempak berjalan kaki mendatangi lokasi yang berada persis di perlintasan rel kereta. Saat didatangi, lokasi tersebut tampak sudah diberi patok sebagai tanda hendak didirikannya bangunan.

Beberapa bagian juga sudah diratakan dengan tanah urugan untuk akses jalan. "Dampaknya pasti ke penduduk sini, anak-anak, pemuda, bapak-bapak nanti pada mampir habisin duit. Terus kita mau dikasih makan apa?" ujar Casmi, salah satu peserta aksi.

Tanpa dikomando, mereka gegas merusak dan mencabuti patok-patok yang sudah tertanam di lokasi sekitar. Terhitung ada 30 petak tanah yang akan didirikan bangunan dengan ukuran masing-masing lebih kurang 6x7 meter.

Mereka bahkan mengancam jika bangunan tetap didirikan, mereka akan merobohkannya. "Pokoknya jangan sampai berdiri bangunan, tetap kita robohkan," kata Casmi.

Kepala Desa Lawangrejo Ningsih Endaryati yang saat itu terlihat di lokasi mengatakan, rumah prostitusi Sengan dahulu memang pernah beroperasional, dan terakhir kali digusur pada 2003 silam. Namun kini dengan dibongkarnya sebagian rumah bordil di kawasan Terminal Induk Pemalang, pengelola bisnis esek-esek diduga melakukan ekspansinya ke Sengan.

Ningsih Endaryati menyebut, meski secara teritorial lokalisasi Sengan masuk di wilayah Pelutan, Pemalang dengan menempati tanah milik PT KAI, namun akses terdekat yang akan kena imbas secara langsung adalah warga Lawangrejo.

Menurutnya, asumsi akan dibangunnya kembali Lokalisasi Sengan bermula dari salah satu pebisnis rumah esek-esek di kawasan terminal yang tiba-tiba mengadakan syukuran di tempat tersebut. Atau istilah lainnya selamatan buka kaki.

"Ibu-ibu ini lalu dengar kabar tersebut. Lha di sini mau dibangun apa lagi coba? Kalau warung pun lokasinya sepi, rumah juga tidak mungkin. Jadi warga beramsumsi tempat ini akan kembali digunakan untuk 'komplek'," terangnya.

Dikatakan Ningsih, selain dapat mengancam keharmonisan rumah tangga, warga Lawangrejo juga trauma akan insiden bentrok yang terjadi di lokalisasi tersebut beberapa tahun silam hingga memakan korban. Mereka tak ingin kejadian itu terulang.

"Jadi warga Lawangrejo yang tadinya tentram tidak ingin ribut gara-gara Sengan tumbuh lagi," tegasnya. (sul/har/zul)

Berita Sebelumnya

Tegal Belum Steril dari Gelandangan
Tegal Belum Steril dari Gelandangan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Astaghfirullohaladziim, Dua Pekerja Proyek Jembatan di Pemalang Jatuh

Astaghfirullohaladziim, Dua Pekerja Proyek Jembatan di Pemalang Jatuh

Dua orang pekerja proyek pembangunan jembatan di Desa Purana Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan se


Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Ancam Demo Jalan Tol

Warga Desa Penarukan Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal mengancam bakal melakukan unjuk rasa di tengah-tengah Jalan Tol Trans Jawa Brebes Timur-Pemalang.


Istri yang Tewas Dipalu Kepalanya oleh Suaminya, ternyata Orang Brebes

Istri yang Tewas Dipalu Kepalanya oleh Suaminya, ternyata Orang Brebes

Tangis histeris pecah saat jenazah Junisah, 37, tiba di kampung halamannya di Dukuh Kalenpandan Desa Jatimakmur Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes.


Diduga Jual Raskin Lima Kantong, Kadus Dipolisikan Warganya

Diduga Jual Raskin Lima Kantong, Kadus Dipolisikan Warganya

Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Pesucen Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, MJ, dilaporkan ke polisi oleh warganya, Selasa (13/11) lalu.


Duh, 47 Ribu Keluarga Miskin di Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Duh, 47 Ribu Keluarga Miskin di Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Sebanyak 47.000 rumah tangga tidak mampu di Kabupaten Tegal masih belum memiliki jamban hingga akhir tahun ini.


Hati-hati, Demam Berdarah Mulai Serang 46 Anak di Pemalang

Hati-hati, Demam Berdarah Mulai Serang 46 Anak di Pemalang

Penyebaran penyakit lewat nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Pemalang, belum tuntas tertangani.


Dioperasionalisasikan Desember, Tol Tegal-Semarang Bisa Dilewati Gratis

Dioperasionalisasikan Desember, Tol Tegal-Semarang Bisa Dilewati Gratis

Setelah pengoperasian ruas tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV, Jumat (9/11), pemerintah menargetkan pengoperasian sejumlah ruas jalan tol baru.


Tronton Mblandrang, Lima Mobil Tabrakan Beruntun di Jalur Pantura

Tronton Mblandrang, Lima Mobil Tabrakan Beruntun di Jalur Pantura

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalur Pantura Pemalang, tepatnya di sebelah barat Traffic Light Petarukan, kemarin.


Jokowi: Politikus Genderuwo Kerap Buat Takut

Jokowi: Politikus Genderuwo Kerap Buat Takut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut adanya politikus genderuwo karena kerap membuat ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat.


Jokowi: Desember, Merak-Surabaya Sudah Tersambung Tol

Jokowi: Desember, Merak-Surabaya Sudah Tersambung Tol

Jalan tol Pejagan-Pemalang segmen Brebes Timur-Sewaka dan jalan tol Pemalang-Batang segmen Sewaka-Simpang Susun Pemalang resmi dioperasikan, Jumat (9/11).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!