Lokal
Share this on:

Tarif Dikurangi 50 Persen Lebih, Pengojek Online Log Out Akun

  • Tarif Dikurangi 50 Persen Lebih, Pengojek Online Log Out Akun
  • Tarif Dikurangi 50 Persen Lebih, Pengojek Online Log Out Akun

TEGAL - Masih mogoknya ojek online atau daring di wilayah Kota Tegal dan sekitarnya, Rabu (18/4), ternyata cukup membuat repot penggunanya. Selain itu, banyak pula orderan yang menggantung.

Banyak pengguna angkutan berbasis aplikasi itu memesan hingga 20 menit, namun tidak mendapatkannya. Bahkan, tak sedikit orderan yang tak kunjung nyangkut.

''Ya, ada penurunan tarif dari perusahaan kami yang menerapkan tarif baru dari 3. 000 per km menjadi Rp1.300 per km,'' ungkap salah seorang mitra jjol, Har.

Menurutnya, saat ini rekan-rekan ojek daring Kota Tegal, Slawi, dan Brebes melog-out akun mereka. ''Makanya, kami juga mohon maaf kepada masyarakat khususnya pengguna angkutan daring,'' tambahnya.

Hal sama juga dikatakan oleh ustad lainnya, Pri. Pemuda asal Debong Tegal Selatan itu mengaku tarif yang diberlakukan saat ini dinilai tidak manusiawi. Padahal, Ojol adalah ujung tombak dan tidak ada jaminan keselamatan dalam bertugas oleh perusahaan.

''Kalau harganya Rp1.300 untuk bensin saja tidak bisa. Termasuk beli makan ponggol saja kurang,'' akunya.

Belum lagi keberadaan ojol yang semakin banyak, membuat order juga semakin bersaing. Karenanya, ribuan ojek daring hari ini (kemarin-red) melancarkan aksi mogok untuk tidak menarik penumpang. Sesuai rencana aksi mogok ini akan berlangsung hingga Kamis (18/4).

Salah seorang pengguna ojol, Diah menambahkan, seharusnya perusahaan ojol malah justru menambah tarif. Sebab selama ini tarif daring masih murah.

''Saya terkadang kasihan saat ojol itu mengantar atau menjemput anak pulang sekolah. Dari Alun-alun Tegal sampai Mejasem saja hanya Rp5 ribu. Jadi, saya mesti tambahi nilainya,'' ungkapnya.

Ditambahkan bahwa keberadaan angkutan daring memang sangat membantu. Baik itu antar jemput anak sekolah maupun saat malam-malam ingin makan tapi malas keluar rumah. (gus/ela/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Driver Online Demo, Wartawan Dilarang Masuk ke Kantor Gojek

Driver Online Demo, Wartawan Dilarang Masuk ke Kantor Gojek

Puluhan driver online yang tergabung dalam driver online Brebes Tegal Slawi Pemalang (Bregaslang) menggeruduk kantor Gojek Tegal, Senin (13/8) siang.


Kesulitan Air, Bawang Merah Baru 49 Hari Terpaksa Dipanen

Kesulitan Air, Bawang Merah Baru 49 Hari Terpaksa Dipanen

Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Brebes, terpaksa memanen lebih dini tanaman bawang merahnya.


Ingat! Karaoke di Tegal Tak Boleh Sediakan Miras dan PL

Ingat! Karaoke di Tegal Tak Boleh Sediakan Miras dan PL

Komisi II DPRD Kota Tegal mendesak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) lebih memperketat pengawasan izin tempat karaoke.


El Nino, Kemarau di Pantura Akan Lebih Panjang

El Nino, Kemarau di Pantura Akan Lebih Panjang

Kekeringan di sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal sebagai dampak musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung lama.


Warga di Brebes Selatan Mulai Krisis Air Bersih

Warga di Brebes Selatan Mulai Krisis Air Bersih

Lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, hingga saat ini masih kesulitan didalam mendapatkan air bersih.


Pimen Kiye, 84 Persen Desa di Kabupaten Tegal Sanitasinya Tak Layak

Pimen Kiye, 84 Persen Desa di Kabupaten Tegal Sanitasinya Tak Layak

Jumlah desa di Kabupaten Tegal yang sudah memiliki akses sanitasi layak 100 persen baru mencapai 16 persen dari total desa dan kelurahan.


Duh, Anak Jalanan di Kota Tegal 80 Persen dari Luar Kota

Duh, Anak Jalanan di Kota Tegal 80 Persen dari Luar Kota

Sejauh ini, Kota Tegal belum bisa terbebas dari permasalahan anak jalanan (anjal).


Pimen Kiye, 352.418 Bidang Tanah di Kabupaten Tegal Belum Bersertipikat

Pimen Kiye, 352.418 Bidang Tanah di Kabupaten Tegal Belum Bersertipikat

Penerbitan sertipikat tanah yang ada di Kabupaten Tegal belum mencapai 50 persen dari total jumlah bidang tanah.


Pimen Kiye, 90 Persen Air Sumur di Kota Tegal Bau dan Tecemar

Pimen Kiye, 90 Persen Air Sumur di Kota Tegal Bau dan Tecemar

90 persen air sumur di Kota Tegal tercemar. Akibatnya, air tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk masak dan minum.


Partisipasi Pemilih di Pilbup Tegal 65 Persen

Partisipasi Pemilih di Pilbup Tegal 65 Persen

Tingkat partisipasi pemilih di pemilihan gubernur (pilgub) Jateng dan pemilihan bupati (pilbup) Tegal mencapai 65 persen. Jumlah itu masih di bawah target KPU R



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!