Lokal
Share this on:

Tercemar Logam Berbahaya, Tanah di Adiwerna Dikeruk

  • Tercemar Logam Berbahaya, Tanah di Adiwerna Dikeruk
  • Tercemar Logam Berbahaya, Tanah di Adiwerna Dikeruk

PANTAU - Kepala DLH Agus Subagyo memantau proses remidiasi lahan SMA/SMK Penawaja yang tercemar usaha peleburan logam, kemarin. (hermas purwadi/radar slawi)

SLAWI - Keseriusan pusat untuk melakukan clean up atau remidiasi terhadap lahan yang tercemar, akibat dampak peleburan logam di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal mulai dilakukan. Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), proses itu dilakukan di komplek SMA dan SMK Penawaja.

Caranya dengan mengeruk semua tanah di halaman sekolah dan menggantinya dengan tanah baru. Kepala DLH Kabupaten Tegal Agus Subagyo menyatakan, tanah di halaman sekolah tersebut selama ini terdeteksi telah tercemar limbah dari proses peleburan logam.

"Tanah itu diambil dan ditempatkan di gudang milik PT. Lut Putra Solder untuk selanjutnya dijadikan material untuk membuat paving blok dan batako. Selanjutnya diganti dengan tanah bersih yang diambilkan dari wilayah Kecamatan Kedungbanteng," ungkapnya, kemarin.

Menurutnya, pihak sekolah menyambut baik upaya remidiasi lahan sekolah, yang selama ini tercemar dari dampak usaha home industri peleburan logam di Pedukuhan Klambon Desa Pesarean.

"Pihak sekolah berharap, program ini ada kelanjutannya dengan melakukan remidiasi di jalan lingkungan selatan sekolah. Ini memang masih sebagian kecil dari langkah pusat untuk membersihkan lahan terkontaminasi dari kegiatan peleburan logam yang telah berlangsung sekian tahun di Pesarean," tambahnya.

Untuk upaya clean up secara keseluruhan di pedukuhan tersebut, pusat menjanjikan akan segera dilakukan dengan dukungan keuangan yang bersumber dari APBN. Khusus bantuan yang sempat dijanjikan Kerajaan Denmark melalui Denida, difokuskan untuk pembuatan MCK di lahan relokasi peleburan logam kawasan PIK Kebasen dalam tahun ini juga.

Diharapkan, dengan dibangunnya MCK ini, pekerja di sana bisa benar-benar bersih dari kontaminasi limbah peleburan logam. "Fasilitas cuci bagi pekerja peleburan logam di PIK Kebasen itu positif direalisasikan tahun ini juga. Saat ini, di PIK Kebasen ada sekitar 300 pekerja yang mengadu nasib di sana,” tambah Agus.

Ditambahkan Agus, Denida yang merupakan Bank Dunia Pembangunan Kerajaan Denmark menaruh empati, agar pekerja itu tidak membawa debu dari tempat peleburan saat pulang ke rumahnya. Karena, papar Agus, itu yang berakibat keluarga di rumah juga akan terkontaminasi.

“Tujuan ke depan, pencemaran akibat peleburan limbah logam tidak terjadi lagi. Baik pencemaran terhadap rumah, keluarga, air sumur, dan udara yang dilalui pekerja," tandasnya. (her/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

One Way Arus Balik Diberlakuan, Exit Tol Adiwerna Padat

One Way Arus Balik Diberlakuan, Exit Tol Adiwerna Padat

Gerbang exit tol Adiwerna Kabupaten Tegal dipadati kendaraan pemudik dari arah Jakarta Jumat (7/6) sore.


Sidak Pasar dan Mal, Bupati Dapati Sagu dan Terasi Berbahaya

Sidak Pasar dan Mal, Bupati Dapati Sagu dan Terasi Berbahaya

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Tegal Umi Azizah melakukan inspeksi mendadak ditemani tim sistem keamanan terpadu.


Pendaftaran 85.000 Bidang Tanah Ditarget Selesai Setahun Lagi

Pendaftaran 85.000 Bidang Tanah Ditarget Selesai Setahun Lagi

Puluhan ribu bidang tanah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tegal ditargetkan terdaftar seluruhnya di 2020 mendatang.


Tebing di Salem Bergeser, Warga Kuatir Longsor Besar Lagi

Tebing di Salem Bergeser, Warga Kuatir Longsor Besar Lagi

Tanah tebing di sawah yang dekat dengan aliran Sungai Cibuhun Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes mengalami pergerakan, Minggu (21/4).


Wasiat Pemilik Tanah, Nenek Fathonah Boleh Tinggal Hingga Akhir Hayat

Wasiat Pemilik Tanah, Nenek Fathonah Boleh Tinggal Hingga Akhir Hayat

Kisah nenek Fathonah yang tinggal di rumah tak layak huni tidak bisa dilepaskan dari pemilik tanah.


Narjo: Jangan Sekolahkan Sertifikat Kalau Tidak Kepepet

Narjo: Jangan Sekolahkan Sertifikat Kalau Tidak Kepepet

Wakil Bupati Brebes, Narjo mengingatkan warga yang telah menerima sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tidak sembaran


Pesta Miras di Tanah Kosong, Puluhan Pelajar SMK Diamankan

Pesta Miras di Tanah Kosong, Puluhan Pelajar SMK Diamankan

Sedikitnya 63 pelajar salah satu SMK swasta di Adiwerna terlibat pesta minuman keras (miras) di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru, Kamis (11/4).


Pembatas Jalan di Depan Pasar Banjaran Akan Dipasang Lagi

Pembatas Jalan di Depan Pasar Banjaran Akan Dipasang Lagi

Stick cone atau pembatas jalan di ruas jalan Purwokerto-Tegal, tepatnya di sekitar Pasar Banjaran Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal akan dipasang kembali.


Banjir Akibat Kali Jembangan Meluap Mulai Surut

Banjir Akibat Kali Jembangan Meluap Mulai Surut

Dampak meluapnya Kali Jembangan di Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna, Senin (8/4) semalam, membuat puluhan rumah warga di Desa Ujungrusi terendam.


Nelayan Pantura Minta Muara Sungai di Laut Jawa Dikeruk

Nelayan Pantura Minta Muara Sungai di Laut Jawa Dikeruk

Usul pengerukan muara sungai kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan nelayan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!