• Home
  • Berita Lokal
  • Tiga Bulan Berfungsi, Flyover Kretek Bumiayu Sebabkan Sembilan Kecelakaan dan Dua Orang Tewas

Lokal
Share this on:

Tiga Bulan Berfungsi, Flyover Kretek Bumiayu Sebabkan Sembilan Kecelakaan dan Dua Orang Tewas

  • Tiga Bulan Berfungsi, Flyover Kretek Bumiayu Sebabkan Sembilan Kecelakaan dan Dua Orang Tewas
  • Tiga Bulan Berfungsi, Flyover Kretek Bumiayu Sebabkan Sembilan Kecelakaan dan Dua Orang Tewas

TERULANG - Kecelakaan di jalur flyover Kretek Paguyangan kembali terulang, Minggu (15/10) lalu. (teguh supriyanto/radar brebes)

BUMIAYU - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur flyover Kretekm Kecamatan Paguyangan. Dua korban meninggal dunia, setelah sepeda motor yang ditunggangi terlibat kecelakaan dengan truk engkel, Minggu (16/10) petang.

Insiden ini menewaskan dua pengguna sepeda motor. Berawal ketika sepeda motor bernomor Polisi E 6347 PAC yang melaju dari arah selatan mengalami selip (tergelincir) selepas menuruni jalur flyover. Diduga tidak dapat mengendalikan, sepeda motor yang dikendarai terjatuh ke jalur berlawanan. Nahas, dalam waktu bersamaan meluncur dari arah berlawanan truk Diesel bernomor Polisi R 1439 KE.

Akibat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor Roseb Sambera (24), warga Tanahbaru RT 09/07 Kelurahan Drajat, Cirebon beserta pemboncengnya yakni Bagus Novandi (24), yang juga warga Cirebon meninggal saat dalam perjalanan menuju RSUD Bumiayu. Sementara kendaraan yang terlibat dan juga pengemudi truk Sidik (43), warga Pancasan RT 02/04 Ajibarang, Banyumas diamankan petugas.

Daftar itu menambah panjang peristiwa kecelakaan sejak dioperasionalisasikannya flyover Agustus lalu. Kejadian itu menjadi kali yang ke sembilan. Selain menyebabkan kerugian material, insiden juga memakan sejumlah korban luka serta dua korban meninggal dunia.

"Yang menjadi perhatian adalah, semua kecelakaan terjadi di sisi utara flyover. Atau melibatkan kendaraan yang melintas dari arah selatan (Purwokerto) menuju utara (Tegal), saat berada di turunan flyover maupun sesudahnya," ungkap Kapos Lantas Bumiayu Aiptu Sus Gundhi Atmiko saat rapat evaluasi FO di Kantor Uji Petik Dishub Brebes, kemarin.

Pihaknya mengevaluasi perlunya tambahan sarana dan pra sarana di flyover, termasuk juga mempelajari karakter lalu lintas yang ada di sana. "Tujuannya adalah untuk menekan terjadinya insiden serupa agar tidak terulang lagi," tandasnya.

Mewakili Dinas Perhubungan, M Eki Barlian mengatakan, dari sisi kajian teknis telah terjadi perubahan karakter lalu lintas pasca beroperasinya flyover Kretek. Hal ini terjadi baik di sisi selatan maupun utara flyover.

"Dari beberapa insiden kecelakaan, dipicu akibat pengendara memacu kendaraan melebihi batas yang telah ditentukan. Kondisi ini dikarenakan medan lintasan yang halus di flyover dan menurun panjang dari arah selatan ke utara," jelasnya.

Sementara Rahman, koordinator Aliansi Masyarakat Paguyangan menyampaikan keresahan yang warga setelah pengoperasian flyover Kretek ini. Saat ini warga menjadi was-was jika sewaktu-waktu, rumah mereka diseruduk kendaraan. Karena persitiwa semacam itu sudah beberapakali terjadi. Untuk itu, warga mendesak penyelenggara mengantisipasi kecelakaan tidak kembali terulang.

"Jangan sampai korban terus bertambah, kami minta ada upaya langsung yang dilakukan terkait dampak yang telah terjadi selama ini," harapnya.

Dari forum group discusion yang dilaksanakan kemarin, tim merekomendasikan sejumlah point. Yakni dari arah selatan dibutuhkan peringatan dini dari arah selatan maupun arah utara sebelum memasuki flyover berupa penambahan perlengkapan prasarana dan sarana jalan.

Adapun yang dimaksud adalah peringatan baik berupa papan maupun running text depan Polsek Paguyangan, rambu dilarang mendahului, garis kejut, lampu warning light sebelum pertigaan Grengseng. Selain itu juga penambahan paku marka jalan dan zebra cross, rambu anak sekolah, penerangan jalan umum antara pertigaan Grengseng hingga flyover serta pemasangan CCTV.

"Sedangkan dari arah utara prinsipnya penambahan sarana dan pra sarana sama dengan arah selatan, hanya perlu adanya penambahan lajur penyelamat dan pelebaran jembatan selepas jalur flyover," imbuh Bambang Supriyadi, staf Dishub. (pri/ism/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kunjungi Rumah Empat Janda Manula, Umi Azizah Pastikan Bantuan

Kunjungi Rumah Empat Janda Manula, Umi Azizah Pastikan Bantuan

Plt Bupati Tegal Umi Azizah mendatangi rumah Rukiyah warga RT 05 RW 02 Desa Tarub, Kecamatan Tarub, yang tinggal serumah dengan tiga anaknya.


Tujuh Calhaj Batal Diterbangkan ke Tanah Suci

Tujuh Calhaj Batal Diterbangkan ke Tanah Suci

Sebanyak 7 orang jamaah dari kloter 9 dan 10 asal Kota Tegal batal diberangkatkan ke tanah suci. Mereka batal diterbangkan lantaran sejumlah alasan.


12 Tahun, di Brebes 700 Orang Idap HIV/AIDS

12 Tahun, di Brebes 700 Orang Idap HIV/AIDS

Untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Brebes menggelar rapat koordinasi lintas sektor.


32 Rumah Warga di Lahan PT. KAI Akan Dibongkar

32 Rumah Warga di Lahan PT. KAI Akan Dibongkar

PT KAI akan melakukan penertiban terhadap rumah warga yang menempati aset milik PT KAI di RT 04 dan sebagian RT 19 di RW VII.


Lima Mantan Napi Nyaleg di Kota Tegal

Lima Mantan Napi Nyaleg di Kota Tegal

Lima orang mantan narapidana (napi) mencalonkan sebagai bakal calon legislatif (caleg) di Kota Tegal.


Mundur Mendadak, Dua Jamaah Calon Haji Gagal Terbang

Mundur Mendadak, Dua Jamaah Calon Haji Gagal Terbang

Dua jamaah calon haji asal Kota Tegal batal berangkat ke tanah suci. Mereka mendadak mengundurkan diri sehari sebelum pemberangkatan.


Pamit Isi Bahan Bakar Diesel, Petani Bawang Tewas Tersengat Listrik

Pamit Isi Bahan Bakar Diesel, Petani Bawang Tewas Tersengat Listrik

Seorang petani bawang ditemukan tewas tergeletak di pematang sawah Desa Bulakwaru Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, Rabu (18/7) malam.


Tiga Parpol di Kabupaten Tegal Tak Daftarkan Caleg

Tiga Parpol di Kabupaten Tegal Tak Daftarkan Caleg

Tiga parpol tidak mendaftarkan bakal caleg ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tegal hingga pendaftaran ditutup, Selasa (17/7).


Meski Dibui, Suami NR Bisa Kendalikan Transaksi Sabu

Meski Dibui, Suami NR Bisa Kendalikan Transaksi Sabu

Satuan Narkoba Polres Tegal Kota terus melakukan pemeriksaan terhadap pengungkapan tiga narapidana (napi) dan NR dalam kasus sabu-sabu.


Nenek 130 Tahun, Hidup Merana Bersama Tiga Anak Manulanya

Nenek 130 Tahun, Hidup Merana Bersama Tiga Anak Manulanya

Empat warga RT 05 RW 02 Desa Tarub Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal hidup dalam kondisi memprihatinkan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!