Lokal
Share this on:

Tinggi Beton dan Aspal Tak Sama, Jalur Pantura Membahayakan

  • Tinggi Beton dan Aspal Tak Sama, Jalur Pantura Membahayakan
  • Tinggi Beton dan Aspal Tak Sama, Jalur Pantura Membahayakan

SLAWI - Warga dan masyarakat Kabupaten Tegal maupun pemudik yang akan melintasi Jalur Pantura untuk berhati-hati. Meski saat ini jalur pantura sudah halus, tapi tinggi jalan beton dan aspal tidak sama.

Anggota dewan dari Dapil pantura, Haji Khaeru Soleh, Jumat (24/5) mengatakan, jalur pantura wilayah Kabupaten Tegal saat ini terus diperbaiki menjelang arus mudik lebaran. Meski sedang diperbaiki, pengendara wajib mewaspadai saat melintasi perbedaan tinggi jalan antara jalan beton dengan jalan aspal.

"Jika tidak berhati-hati, maka kendaraan bisa terbang dan mengalami kecelakaan. Jalur pantura mulai dari Dampyak hingga Warureja, sebagian besar telah dibeton. Namun sejumlah ruas masih menggunakan jalan berbahan aspal sehingga perbedaan tinggi jalan sangat nampak," katanya.

Pertemuan jalan beton dan aspal, tambah Soleh, membuat ada perbedaan tinggi jalan. Kondisi ini bisa mengagetkan pengendara dan berakibat fatal jika mengemudi sedang dalam kecepatan penuh. Terlebih, jalur pantura wilayah Tegal hingga saat ini masih minim penerangan jalan.

"Jalur mudik pantura dari arah barat menuju timur, mulai Dampyak hingga Purwahamba Indah telah dibangun jalan dengan betonisasi. Karena jembatan tidak mungkin ditumpangi beton, maka perbedaan tinggi jalan dari Dampyak ke Suradadi akan terasa saat melintasi jembatan. Perbedaan tinggi jalan yang paling rawan berada di wilayah Purwahamba Indah," tambahnya.

Kepala DPU, Heri Suhartono mengaku telah mewanti-wanti perbedaan permukaan jalan di Pantura Kabupaten Tegal. Pasalnya, banyak jalan mulus di Pantura membuat para pengendara asyik menambah kecepatannya, tanpa memikirkan ada perbedaan permukaan jalan. Sehingga banyaknya

jalan mulus dari beton kemudian berganti ke aspal membuat perbedaan permukaan tinggi fisik jalan terasa oleh pengendara. Meski itu jalan nasional, DPU tetap meminta supaya jaga kecepataan. Yang terpenting selamat sampai tujuan saat mudik lebaran. (guh/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun ini mengambil tema "Generasi Sehat Indonesia Unggul, untuk Mengajak Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat."


Wadir Reakrimsus Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wadir Reakrimsus Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jateng AKBP Firman Lukman Hakim mengajak para alim ulama untuk bersama-sama memperkuat ukhuwah insaniyah


Hektarean Lahan yang Terbakar Akan Ditanami Lagi

Hektarean Lahan yang Terbakar Akan Ditanami Lagi

Kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Tegal dan Brebes beberapa bulan lalu mengakibatkan ratusan hektare lahan hangus dilalap api.


Tak Kelihatan Seharian, Pria di Tegal Ditemukan Tergantung di Dalam Rumahnya

Tak Kelihatan Seharian, Pria di Tegal Ditemukan Tergantung di Dalam Rumahnya

Seorang pria di Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya, Jumat (15/11) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.


Wadir Reskrimsus Polda Jateng Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wadir Reskrimsus Polda Jateng Ajak Ulama Perkuat Ukhuwah

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jateng AKBP Firman Lukman Hakim mengajak para alim ulama untuk bersama-sama memperkuat ukhuwah insaniyah dan islamiyah di tengah


HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

HKN ke-55, Generasi Sehat Indonesia Unggul

Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 mengambil tema generasi sehat Indonesia unggul, untuk mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat.


Paskabom Medan, Mapolres, Asrama, dan Aset Dijaga Ketat

Paskabom Medan, Mapolres, Asrama, dan Aset Dijaga Ketat

Peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, membuat sejumlah polres di jajaran Polda Jateng melakukan sejumlah langkah antisipatif.


Jembatan Penghubung Sukareja-Kertasari Ambles

Jembatan Penghubung Sukareja-Kertasari Ambles

Jembatan penghubung Desa Sukareja, Kecamatan Warureja dan Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi patah.


GOR Trisanja Tak Layak Digunakan Pertandingan Liga 3 Jawa dan Nasional

GOR Trisanja Tak Layak Digunakan Pertandingan Liga 3 Jawa dan Nasional

Putaran Liga 3 PSSI Regional Jawa dalam waktu dekat akan digelar dan Persekat akan berlaga di putaran itu.


STIKes Bhamada Gandeng Chitkara University India

STIKes Bhamada Gandeng Chitkara University India

Setelah menindaklanjuti kerja sama dengan perguruan tinggi di Filipina dan Jepang, STIKes Bhamada Slawi terus memperluas dan memperbanyak kerja sama



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!