• Home
  • Berita Lokal
  • Tol Semarang-Pejagan Mahal, Kendaraan Berat Pilih Jalur Pantura

Lokal
Share this on:

Tol Semarang-Pejagan Mahal, Kendaraan Berat Pilih Jalur Pantura

  • Tol Semarang-Pejagan Mahal, Kendaraan Berat Pilih Jalur Pantura
  • Tol Semarang-Pejagan Mahal, Kendaraan Berat Pilih Jalur Pantura

MELINTAS – Kendaraan berat memilih Jalur Pantura ketimbang Tol Pejagan-Pemalang, kemarin. (rohman gunawan/radar tegal)

SURADADI - Pascaberoperasinya Tol Trans Jawa, kendaraan pribadi lebih banyak yang memilih melintas via tol. Akibatnya, Jalur Pantura saat ini lebih didominasi kendaraan berat seperti truk, trailer, kontainer, hingga busbus besar.

Menurut salah seorang pengemudi kendaraan berat, Taryana, jika menggunakan Jalur Pantura, waktu tempuh Brebes ke Semarang bisa mencapai lima jam. Sedangkan via tol lebih singkat, namun biaya operasionalnya berlipat bisa mencapai Rp200.000 per hari.

“Sekitar Rp300.000 selisihnya. Biaya ini untuk bayar tarif masuk tol Rp200.000 dan solar Rp100.000. Kalau lewat pantura, tak ada tambahan,” bebernya.

Pengemudi kendaraan berat lainnya, Harsoyo (47) mengakui, berkurangnya kendaraan pribadi di jalur pantura tentu memberikan nilai positif bagi dia. Artinya, kendaraan besar bisa lebih leluasa melintas di sepanjang jalur tersebut.

Kendaraan pribadi yang masih terlihat di jalur pantura biasanya merupakan kendaraan lokal yang akan menjalankan aktivitas dan melintas di sana. Selebihnya, kendaraan yang mengarah dari Jakarta ke sejumlah kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah mulai bergeser menggunakan jalan tol.

Semakin lengang kendaraan yang melintas, maka secara otomatis kecepatan kendaraan bisa meningkat. Imbasnya, dia bisa lebih cepat sampai ke tujuan untuk mengantarkan muatan di sejumlah kota di sepanjang jalur pantura.

“Bisa dilihat sendiri, kendaraan pribadi sekarang beralih ke jalan tol sehingga pantura terlihat lebih lengang,” terangnya.

Pengemudi kendaraan berat lainnya, Aminudin, 50, mengungkapkan jika kendaraan pribadi lebih memilih melintas di jalan tol karena lebih lancar sehingga bisa cepat sampai ke tujuan.

Untuk kendaraan besar atau berat, dampak yang dirasakan tentu lebih banyak positifnya. Artinya, kondisi jalur pantura yang lebih lengang dibandingkan biasanya membuat arus lalu-lintas di siang maupun malam hari bisa lebih lancar.

Bahkan, dari pengalaman selama libur Natal dan Tahun Baru kemarin, kondisi di jalur pantura lebih sepi dibandingkan satu atau dua tahun silam. “Untuk kendaraan besar seperti yang kami kemudikan, semakin lengang tentu lebih baik,” tandasnya. (gun/gus/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lubang "Sumur" di Jalur Pantura Semakin Membahayakan

Lubang "Sumur" di Jalur Pantura Semakin Membahayakan

Intensitas hujan yang masih tinggi di Pantura Jawa dan sekitarnya, menyebabkan beberapa lajur di Jalur Pantura rusak.


Enam Bus Dedy Jaya Terbakar di Garasi

Enam Bus Dedy Jaya Terbakar di Garasi

Enam bus Dedy Jaya terbakat saat kebakaran melanda garasi bengkel pool milik PO Dedy Jaya di Jalan Raya Pantura Cimohong Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, M


Sopir Ngantuk, Mobil Angkut Peziarah Terjun ke Parit di Jalur Pantura

Sopir Ngantuk, Mobil Angkut Peziarah Terjun ke Parit di Jalur Pantura

Sebuah minibus yang mengangkut rombongan peziarah terguling ke parit di Jalan Pantura Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Sabtu (23/3) pagi.


Banyak Hoax Bikin Pilpres 2019 Jadi Mahal

Banyak Hoax Bikin Pilpres 2019 Jadi Mahal

Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tegal diajak untuk memerangi hoaks atau berita bohong yang banyak beredar di masyarakat pada masa kampanye Pemilu Presiden (


Sehari Ngemis Dapat Rp200 Ribu, Bocah di Tegal Pilih Berhenti Sekolah

Sehari Ngemis Dapat Rp200 Ribu, Bocah di Tegal Pilih Berhenti Sekolah

Ada fakta menarik yang terungkap saat petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal melakukan razia Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).


Dicari-cari Polisi se-Jawa Tengah, Pelaku Curanmor Takluk di Brebes

Dicari-cari Polisi se-Jawa Tengah, Pelaku Curanmor Takluk di Brebes

Berakhir sudah petualangan Fajar Setiawan (30), pemuda asal Cinde, Kota Semarang, Jawa Tengah ini.


Juni, Pemkot Tegal Buka Seleksi PPPK Jalur Umum

Juni, Pemkot Tegal Buka Seleksi PPPK Jalur Umum

Pemkot Tegal akan membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) jalur umum.


Diterjang Puting Beliung Lima Rumah Rusak, Jalur Selatan Sempat Macet

Diterjang Puting Beliung Lima Rumah Rusak, Jalur Selatan Sempat Macet

Selain melanda wilayah Desa Pakulaut, bencana puting beliung juga menerjang Dukuh Mlodok RT2 RW3 Desa Kaligayam Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, Kamis (14/3


Istri Driver Ojol yang Tewas Dibunuh Minta Pelaku Dihukum Berat

Istri Driver Ojol yang Tewas Dibunuh Minta Pelaku Dihukum Berat

Laeli Oktaviani, istri Eko Prasetyo, driver ojek online (ojol) yang dibunuh, Kamis (7/3) lalu, meminta polisi menghukum berat pembunuh suaminya.


Urung di Taman Poci, CFD Tetap di Alun-alun Hangawana Slawi

Urung di Taman Poci, CFD Tetap di Alun-alun Hangawana Slawi

Pelaksanaan hari bebas kendaraan atau car free Day (CFD) rutin tiap hari Minggu di Kabupaten Tegal akan tetap berlokasi di kawasan Alun-alun Hanggawana Slawi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!