Lokal
Share this on:

Tolak Direlokasi ke Gesing, Pedagang Wadul ke Ketua DPRD

  • Tolak Direlokasi ke Gesing, Pedagang Wadul ke Ketua DPRD
  • Tolak Direlokasi ke Gesing, Pedagang Wadul ke Ketua DPRD

TEMUI PEDAGANG - Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi saat menemui sejumlah pedagang Pasar Margasari di ruang kerjanya, Jumat (29/12). (yeri noveli/radar slawi)

SLAWI - Sejumlah pedagang Pasar Margasari, Kabupaten Tegal mengadu ke DPRD setempat terkait penolakan relokasi di tanah lapang Gesing. Alasannya, karena tempat tersebut tidak layak untuk berjualan mengingat akses jalannya yang cukup sempit.

"Akses jalan menuju Gesing sangat sempit, dan jalan tidak bisa digunakan untuk papasan mobil," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Margasari Zaenudin, kepada Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi di ruang kerjanya, kemarin.

Dia menuturkan, jika akses jalan sempit, tentu kendaraan besar dan kendaraan kecil tidak bisa masuk untuk menyuplai kebutuhan barang para pedagang.

Padahal, jumlah kendaraan yang menyuplai barang di pasar tersebut mencapai sekitar 20 truk dan 70 mobil pikup. Belum lagi tidak ada angkutan yang menuju ke Gesing.

Kalaupun dipaksakan ada angkutan yang masuk, maka tidak bisa sampai ke pasar. Pembeli harus jalan kaki atau naik ojek dan becak ke lokasi Gesing dengan jarak sekitar 1 kilometer.

"Buat apa pemkab membuat tempat relokasi yang tidak ada pembelinya. Saya yakin pembeli akan enggan menuju pasar," ungkapnya.

Dia berujar, luas lahan di Gesing hanya sekitar 8.000 meter persegi.

Sedangkan jumlah pedagang Pasar Margasari yang resmi, mencapai 793 orang dan pedagang kaki lima sekitar 700 orang. Dengan begitu, dipastikan lahan tersebut tidak bisa menampung jumlah pedagang tersebut.

"Kami minta ada lokasi alternatif untuk relokasi," pintanya.

Sementara itu, pedagang Pasar Margasari, Nizar mengeluhkan, praktik jual beli lahan di sepanjang jalan menuju Gesing.

Warga telah menawarkan tanah di depan rumahnya dengan harga Rp700 ribu perbulan. Mereka yang telah menyewa tanah di depan rumah warga, diduga pedagang baru.

"Jika di sepanjang jalan menuju Gesing dipenuhi pedagang, maka yang di lapangan mau mendapatkan apa," keluhnya.

Dia berharap, relokasi supaya dipindah ke areal Sinderan yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Margasari. Jika lokasi itu tidak diperbolehkan, maka alternatif lainnya di Krandan.

Pedagang juga memiliki tempat alternatif lainnya yaitu di Klonengan. "Tapi lokasi itu (Klonengan) sebelumnya tidak disetujui dinas terkait," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi mengatakan, permintaan para pedagang akan diakomodir, dan pada awal tahun 2018 direncanakan mengundang dinas terkait untuk meminta penjelasan.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan Perhutani, karena beberapa lokasi itu milik Perhutani," tandasnya. (yer/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pembangunan Pasar Margasari Molor, Pedagang Tak Mampu Bayar Utang Bank

Pembangunan Pasar Margasari Molor, Pedagang Tak Mampu Bayar Utang Bank

Sejumlah pedagang Pasar Margasari di Desa Margasari Kabupaten Tegal banyak yang terlilit utang di bank.


Keluar dari Moncong Putih, Anggota Dewan Didepak dari Gedung Perlemen

Keluar dari Moncong Putih, Anggota Dewan Didepak dari Gedung Perlemen

Seorang anggota DPRD Kota Tegal dipecat dari partainya karena mendaftarkan diri sebagai calon legislatif dari partai lain pada Pemilu 2019 mendatang.


Mobilnya Ditabrak Kereta Api, Mantan Ketua Ansor Selamat

Mobilnya Ditabrak Kereta Api, Mantan Ketua Ansor Selamat

Kecelakaan kembali terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Rabu (12/9) malam.


Sebentar Lagi, Warga Pemalang Dilarang Merokok di Masjid, Sekolah, dan Angkutan Umum

Sebentar Lagi, Warga Pemalang Dilarang Merokok di Masjid, Sekolah, dan Angkutan Umum

Pemkab bersama DPRD Pemalang sedang menyusun sejumlah raperda program pembentukan perda tahun II 2018.


Pemkot Tegal Jangan Asal Gusur PKL Alun-alun, Harus Ditata

Pemkot Tegal Jangan Asal Gusur PKL Alun-alun, Harus Ditata

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Rachmat Rahardjo memandang penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Tegal.


Pedagang di Tepi Jalur Tegal-Purwokerto Harus Ditertibkan

Pedagang di Tepi Jalur Tegal-Purwokerto Harus Ditertibkan

Para pedagang yang berjualan di tepi jalan di depan Pasar Pepedan, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal diminta ditertibkan.


Warga Tolak Jenazah Terduga Teroris Penembak Polisi Dimakamkan di Desanya

Warga Tolak Jenazah Terduga Teroris Penembak Polisi Dimakamkan di Desanya

warga Desa Lemahabang Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes menggelar aksi penolakan jenazah Rajendra terduga teroris pelaku penembakan anggota Polisi.


Ancam Keutuhan NKRI, PMII Tegal Tolak Radikalisme

Ancam Keutuhan NKRI, PMII Tegal Tolak Radikalisme

Adanya paham radikalisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa patut di waspadai.


Dewan Minta Perizinan PT Gojek Ditinjau

Dewan Minta Perizinan PT Gojek Ditinjau

Puluhan driver on line Brebes Tegal Slawi dan Pemalang (Bregaslang) kembali mendatangi gedung DPRD Kota Tegal Kamis (30/8) siang.


Tuntutan Belum Dikabulkan Manjemen, Driver Gocar Ngadu ke Dewan

Tuntutan Belum Dikabulkan Manjemen, Driver Gocar Ngadu ke Dewan

Puluhan massa yang tergabung dalam Driver online Bregaslang mendatangi gedung DPRD Kota Tegal, Senin (27/8) siang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!