Lokal
Share this on:

Tujuh Pemilik Rumah yang Rusak Akibat Truk Maut Kebingungan

  • Tujuh Pemilik Rumah yang Rusak Akibat Truk Maut Kebingungan
  • Tujuh Pemilik Rumah yang Rusak Akibat Truk Maut Kebingungan

RUSAK PARAH - Kondisi rumah warga yang rusak parah akibat diterjang truk maut yang menewaskan 12 orang di Bumiayu, Minggu (20/5) lalu.

BUMIAYU - Kecelakaan truk maut yang mengakibatkan 12 orang korban tewas di Kecamatan Bumiayu pada Minggu (20/5) sore, masih menyisakan kedukaan. Tidak hanya dirasakan keluarga korban meninggal maupun luka, namun juga terhadap pemilik tujuh bangunan yang rusak parah akibat diterjang truk.

Deretan rumah yang tepat berada di pinggir jalan utama Bumiayu ini, rusak parah saat truk yang hilang kendali. Ke tujuh rumah tersebut masing-masing milik Mulyati (55), Moechtarom Susky (62), H. Iwan (50), Annisa (49), Khasanah (50), M. Zaeni (70), dan Kasanah (45). Selain rumah, juga terdapat tiga unit mobil juga mengalami kerusakan akibat kecelakaan maut tersebut.

Moechtarom, salah satu pemilik rumah, mengatakan, dia dan juga pemilik rumah lainnya masih kebingunan terkait upaya penanganan yang akan dilakukan atas kerusakan rumah mereka. "Padahal selain sebagai tempat tinggal, beberapa diantaranya adalah tempat usaha. Baik warung, bengkel, counter HP dan juga kios buah. Sekarang kami kesulitan beraktifitas," ungkapnya, kemarin.

Selain hampir separo bangunan rumahnya ambruk, mobil sedan milik Moechtarom yang terparkir di garasi juga rusak parah. Menurut dia, sejak kejadian belum ada pihak yang memastikan terkait penanganan terhadap kerusakannya.

"Saya sempat diminta datang ke Mapolsek Bumiayu untuk dimintai keterangan saja, namun tidak tahu kapan akan ada penanganannya," ucap Moechtarom.

Dia menyesalkan jika penanganan kerusakan rumah warga berlarut-larut. Sebab, pemilik rumah juga ingin segera kembali menata kehidupan seperti sebelum kecelakaan terjadi.

"Kami ingin kejelasan, siapa yang berkompeten terkait penanganan kerusakan ini. Jika memang pihak perusahaan, kami tunggu itikad baiknya untuk datang pada kami," kata Moechtarom.

Jika memang tidak kunjung memperlihatkan itikad baik, lanjut dia, warga akan siap mendatangi perusahaan yang bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi. "Akan saya cari, tentu dengan cara saya sebagai warga sipil," tandasnya.

Kekecewaan tersebut wajar dirasakan oleh Moechtarom, pasalnya akibat kecelakaan itu dia mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp200 juta atas bangunan rumah, sepeda motor, dan mobil yang rusak parah.

"Bukan masalah nominal yang kami kejar, tapi setidaknya ada itikad baik saja dari pihak terkait," ucapnya.

Terkait hal tersebut, Kanit Laka Polres Brebes Iptu Budi Supartoyo menyampaikan jika kerusakan bangunan yang juga diakibatkaan oleh kecelakaan tetap akan ditangani. Di mana saat ini tengah dilakukan pendataan secara menyeluruh.

"Memang jika tahap awal kita fokus untuk penanganan para korban, namun untuk kerugian materil tetap kita tangani. Sedang kita data secara bertahap," jelasnya.

Di lokasi kejadian sendiri, sejumlah puing bangunan yang sebelumnya berserakan, sudah mulai dibersihkan petugas gabungan dari Muspika Bumiayu. Garis polisi pun juga sudah dilepas. (pri/ism/zul)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!