Lokal
Share this on:

Unik, Ternak Dilepas di Hutan, Dijaga Juru Kunci

  • Unik, Ternak Dilepas di Hutan, Dijaga Juru Kunci
  • Unik, Ternak Dilepas di Hutan, Dijaga Juru Kunci

DIGEMBALAKAN - Seorang peternak mengamati hewan peliharaannya yang digembalakan di pinggiran Hutan Bantarkawung. (teguh supriyanto/radar brebes)

BANTARKAWUNG - Peternak di wilayah Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes memiliki cara unik dalam menggembalakan hewan ternak mereka. Berbaur dengan kearifan lokal, mereka melepaskan hewan ternak di tengah hutan dan hanya mempercayakan kepada juru kunci. Seperti apa?

Hujan yang tidak lagi turun belakangan ini tidak hanya menimbulkan dampak bagi petani akibat debit air yang terus berkurang. Tidak turunnya hujan, juga menyulitkan para peternak sapi untuk memperoleh pakan rumput. Para peternak terpaksa menggembalakan ternaknya hingga keluar desa dengan jarak berkilometer.

Akan tetapi, setiap desa pastilah memiliki tradisi. Termasuk dalam memelihara hewan ternak. Salah satunya yang cukup unik terdapat di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung.

Menurut Sri Widodo selaku kepala Desa Pangarasan, hewan ternak di desa tersebut tidak dikandangkan atau diangon di padang penggembalaan. Melainkan dibiarkan bebas di dalam hutan. Tradisi yang sudah berlangsung sejak lama itu, hingga kini masih dilakoni oleh sebagian warga pemilik ternak.

Hewan ternak yang dikembangkan oleh warga di Desa Pangarasan ini kebanyakan adalah sapi dan kerbau jenis lokal. Di desa berpenduduk 12.000 jiwa itu, hampir rumah memiliki hewan ternak dengan rata-rata kepemilikan tiap keluarga di atas dua ekor.

Kendati dilepas di hutan, warga pemilik ternak tidak pernah khawatir peliharaannya hilang oleh tangan jahil atau binatang buas. Faktor kearifan lokal memang turut berperan dalam tradisi beternak sapi dan kerbau yang digeluti masyarakat di Desa Pengarasan.

Dikatakan, proses penglepasan hewan ternak ke hutan melibatkan juru kunci hutan wilayah Pengarasan.

"Melalui juru kunci tersebut hewan dilepas ke hutan. Ketika hewan ternak dibutuhkan, juru kunci juga diperlukan untuk 'memanggil' hewan-hewan ternak tersebut," katanya.

Dengan cara beternak seperti itu, warga memperoleh beberapa keuntungan yang didapat. Antara lain, pemilik ternak tidak direpotkan oleh pakan. Selain itu lingkungan pemukiman juga bersih. Bagi masyarakat pedesaan hewan ternak seperti sapi dan kerbau merupakan salah satu bentuk investasi.

"Karenanya, meski jika dilihat dari kondisi rumah warga di sana mayoritas cukup sederhana, namun rata-rata mereka memiliki sapi. Warga juga hanya akan menjual ternaknya itu jika terdesak oleh kebutuhan ekonomi," kata Widodo.

Kebiasaan melepasliarkan ternak di hutan melalui juru kunci ini, seperti diakui oleh Ramlan, 61, warga yang memliki 4 ekor sapi ini sudah dilakukan secara turun-temurun di desanya.

"Hanya saat musim hujan saja, kandang di sekitar rumah berisi. Kalau kemarau seperti ini, banyak yang melepas di hutan," kata Ramlan.

Kekhawatiran ternak akan hilang atau mati karena dilepas di hutan memang beralasan. Namun sejauh ini, para pemilik ternak mengaku hal tersebut tidak terjadi di wilayahnya.

"Alhamdulillah belum pernah ada yang hilang," imbuhnya. (pri/ism/ima)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Babi Hutan Turun Gunung, Rusak Lahan Pertanian dan Rumah Warga Kabupaten Tegal

Kemarau tak hanya membuat hutan menjadi rawan kebakaran, akhir-akhir ini banyak babi hutan alias celeng yang turun gunung masuk ke perkampungan penduduk.


Kawasan Hutan Jati Penggarit, Dekat Wisata Benowo Park Pemalang Terbakar

Kawasan Hutan Jati Penggarit, Dekat Wisata Benowo Park Pemalang Terbakar

Kawasan hujan jati seluas dua hektare di petak 19 Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang terbakar, Rabu (7/8) malam.


Kebon Jati Dipanen, Babi Hutan Ngamuk Masuk ke Rumah Warga

Kebon Jati Dipanen, Babi Hutan Ngamuk Masuk ke Rumah Warga

Seekor babi hutan membuat heboh warga Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, Rabu (31/7) siang.


Seru! 11 Polisi Dilepas dengan Becak Hias

Seru! 11 Polisi Dilepas dengan Becak Hias

Tidak seperti periodesasi sebelumnya, memasuki masa purna, 11 personel Polres Pemalang mengikuti upacara wisuda purnabhakti gerbangpora.


Babi Hutan Penyerang Lahan Capai 50 Ekor

Babi Hutan Penyerang Lahan Capai 50 Ekor

Serangan babi hutan di Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes tampaknya tak bisa dianggap main-main.


Serangan Babi Hutan Resahkan Petani

Serangan Babi Hutan Resahkan Petani

Para petani di Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes resah menyusul serangan hama babi merusak tanaman pertanian di wilayah itu.


Uniknya Wisata Via Ferrata Bukit Gua Rangkok

Uniknya Wisata Via Ferrata Bukit Gua Rangkok

Ingin menghabiskan akhir pekan dengan wisata unik yang tak biasa?


Amankan Arus Balik, Stasiun Tegal Dijaga Bersenjata Laras Panjang

Amankan Arus Balik, Stasiun Tegal Dijaga Bersenjata Laras Panjang

Guna menjamin keamanan arus balik, jajaran Polres Tegal Kota melakukan pengamanan di stasiun Tegal, Minggu (9/6) malam.


Serangkan Babi Hutan Mulai Bikin Pusing Petani dan Warga

Serangkan Babi Hutan Mulai Bikin Pusing Petani dan Warga

Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Kalijurang Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes terancam rusak oleh babi hutan.


Pemungutan Suara Ulang di Desa Dukuhwringin dan Blubuk Bakal Dijaga Aparat Dua Polsek

Pemungutan Suara Ulang di Desa Dukuhwringin dan Blubuk Bakal Dijaga Aparat Dua Polsek

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menginstruksikan petugas Polsek Slawi dan Dukuhwaru untuk menjaga proses PSU di Desa Dukuhwringin dan Blubuk.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!