Lokal
Share this on:

Verifikasi Kebenaran SKTM, Sekolah di Pemalang Libatkan Polisi

  • Verifikasi Kebenaran SKTM, Sekolah di Pemalang Libatkan Polisi
  • Verifikasi Kebenaran SKTM, Sekolah di Pemalang Libatkan Polisi

sulung p/radar pemalang

PEMALANG - Banyaknya calon peserta didik berstatus miskin dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di sejumlah sekolah negeri favorit di Pemalang, membuat pihak sekolah melibatkan petugas kepolisian. Demikian yang terlihat di SMA Negeri 3 Pemalang, Jumat (6/7) siang. Polisi hadir untuk menyaksikan proses verifikasi SKTM untuk menghindari manipulasi data.

Kepala SMA Negeri 3 Pemalang Cahyono, melalui panitia PPDB Galih Nirmala mengutarakan, sejak kemarin pihak sekolah mulai memanggil seluruh wali murid yang mendaftarkan anaknya dengan menyertai SKTM. Mereka diundang ke sekolah untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai 6000 yang isinya antara lain, menyatakan bahwa yang bersangkutan benar dari keluarga berekonomi rendah.

"Keterlibatan polisi sengaja dilakukan agar SKTM tidak disalahgunakan, bahwa surat keterangan itu benar-benar sesuai dengan keadaan ekonomi mereka yang sebenarnya," katanya, kemarin.

Galih menjelaskan, selain diminta menandatangani surat pernyataan, para wali murid juga akan disurvei langsung oleh piihak sekolah dengan menyambangi alamatnya.

Jika ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, siswa tersebut harus menanggung risiko dikeluarkan dari sekolah tersebut. "Kalau ternyata memang banyak yang tidak sesuai, resikonya memang sekolahan akan kekurangan murid," sambungnya.

Dengan dimintai tanda tangan sekaligus disaksikan pihak polisi, rupanya banyak diantara wali calon peserta didik yang kemudian justru mencabut SKTM miliknya. Pengurangan itu mencapai 20 siswa.

Namun, hingga saat ini di sekolah tersebut ada sekitar 224 pendaftar berketerangan miskin, dengan jumlah kuota yang diterima sebanyak 288 siswa.

Anggota Polsek Pemalang Aiptu Yudhi Aris yang bertugas kala itu mengatakan, dengan surat pernyataan ini diharapkan para wali murid tidak asal-asalan menggunakan surat tersebut. "Kita berharap mereka tidak asal tanda tangan, karena jika ternyata tidak bensr akan ada sanksinya," jelas dia.

Ketua Dewan Pendidikan Pemalang Muntoha menyoroti ramainya calon peserta didik berstatus miskin yang memenuhi hampir seluruh sekolah negeri favorit di Kabupaten Pemalang. Menurut dia, pihak sekolah harus meluangkan waktu untuk mengkroscek kondisi yang sebenarnya.┬

"Pihak sekolah harus mengkroscek. Jangan setelah diterima baru disurvei, itu keliru," katanya, Jumat (6/7).

Muntoha memandang, Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB memang dimaksudkan agar warga berekonomi tidak mampu bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik. Namun, peraturan tersebut dinilai kurang dikaji lebih mendalam.

Sebab penerapannya tidak sesuai dengan kondisi sosiologis masyarakat. Tidak mencerminkan realitas yang ada. Dimana banyak masyarakat masih bermental tidak jujur.┬ Ketidaksesuaian itulah yang menurutnya kemudian menjadi gejolak.

"Tidak menutup kemungkinan jika akhirnya banyak orang tua berlomba-lomba mengaku miskin agar anaknya bisa diterima di sekolah tertentu. Itu yang perlu dihindari karena yang demikian ini artinya orangtua ikut mendidik anak untuk berbohong," tegas dia.

Kalau cara mendaftarnya saja dengan kebohongan, sambung dia, tidak menutup kemungkinan bahwa generasi yang seperti itulah yang nantinya bakal melahirkan mental-mental koruptor. Jangan heran produk itulah yang bakal melahirkan koruptor, karena mengawalinya saja sudah dengan kebohongan, katanya.

Selain itu, lanjut dia, dari tinjauan pendidikan, akibat sistem ini bisa saja anak yang menjadi korban pendidikan.

"Misalnya anak tersebut akhirnya memilih tidak sekolah karena tidak bisa masuk di sekolah yang diidamkan, padahal sebenarnya dia tergolong cerdas dan memiliki nilai tinggi. Kita harus menyalahkan siapa jika ternyata ada anak yang mengambil sikap seperti itu?" tukasnya.

Dengan begitu, kata Muntoha, mestinya sistem itu seharusnya bisa mengakomodir semuanya. Misalnya sekian persen untuk SKTM, sekian persen untuk berprestasi akademik, dan sekian persen untuk anak yang berprestasi di luar akademik.

Diketahui, Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 tersebut mewajibkan penyelenggara pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah untuk menerima siswa dari keluarga berekonomi tidak mampu yang diperkuat dengan surat keterangan, paling sedikit 20 persen dari kuota yang akan diterima. (sul/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Edarkan Sabu, Sopir Taksi Online Disergap saat Turun dari Gojek

Edarkan Sabu, Sopir Taksi Online Disergap saat Turun dari Gojek

Arie Setiawan (21), pengemudi taksi online, diamankan polisi Satnarkoba Polres Tegal Kota di depan rumahnya di Jalan Kurma Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Bara


Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Pagi-pagi, Kakek di Pemalang Ditemukan Tergantung di Pohon

Seorang buruh, warga Desa Pesucen RT 10 RW 02 Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Danuri (65) ditemukan tewas gantung diri di bawah pohon gayam.


Romantisnya Ayunan Tresno dan Sensasi Kopi Gambuhan di Bukit Kukusan

Romantisnya Ayunan Tresno dan Sensasi Kopi Gambuhan di Bukit Kukusan

Meski sudah dioperasiinalisasikan dan dibuka untuk umum sejak akhir 2016 lalu, Wisata Panorama Bukit Kukusan Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang


Mabuk lalu Tunjuk-tunjukkan Alat Vitalnya, Anjal Nyaris Dikeroyok

Mabuk lalu Tunjuk-tunjukkan Alat Vitalnya, Anjal Nyaris Dikeroyok

Seorang anak jalanan (anjal) Amin (31), warga Desa Kedungbokor Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes harus berurusan dengan polisi, Jumat (11/1) kemarin.


Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan

Kalah Gugatan, SMAN 1 Tegal Terancam Dirobohkan

Seratusan orang dan keluarganya yang tergabung dalam Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tegal (Ikasma) menggelar aksi damai.


Empat Siswa Diamankan Lagi, Polisi Sita Celurit Panjang

Empat Siswa Diamankan Lagi, Polisi Sita Celurit Panjang

Polres Tegal Kota kembali mengamankan empat siswa yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan dan pengeroyokan dari kediamannya masing-masing.


Dicatut untuk Dukung Capres, Ansor Lapor Polisi

Dicatut untuk Dukung Capres, Ansor Lapor Polisi

Pemuda Ansor bersama PC NU Pemalang melaporkan akun Facebook dengan nama Asep Suganda ke Polres Pemalang, kemarin.


Naik Motor dan Bawa Celurit, Gerombolan Pelajar Serang Sekolah

Naik Motor dan Bawa Celurit, Gerombolan Pelajar Serang Sekolah

Aksi penyerangan yang diduga dilakukan sejumlah pelajar terhadap satu sekolah di Jalan Perintis Kemerdekaan pecah, Kamis (10/1) siang.


Digugat Cerai, Suami Bacok Ibu dan Anak Balitanya

Digugat Cerai, Suami Bacok Ibu dan Anak Balitanya

Tak terima dicerai, Priyono (52), warga RT 2 RW 5 Dukuh Sijambu Desa Pecangakan Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, membantai mantan istri dan anaknya.


Duh... 32 Sampel Darah Terindikasi HIV, 39 Terinfeksi Sypilis

Duh... 32 Sampel Darah Terindikasi HIV, 39 Terinfeksi Sypilis

PMI Kabupaten Pemalang menemukan 222 sampel darah reaktif atau terindikasi mengandung virus dan penyakit.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!