Lokal
Share this on:

Video Salawat Jokowi Tuai Polemik, Lima Pembuatnya Minta Maaf

  • Video Salawat Jokowi Tuai Polemik, Lima Pembuatnya Minta Maaf
  • Video Salawat Jokowi Tuai Polemik, Lima Pembuatnya Minta Maaf

SLAWI - Sebuah video berisi salawat yang menyebut-nyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar luas dan menuai polemik di media sosial (medsos) dalam dua hari terakhir. Pembuat video akhirnya meminta maaf.

Pernyataan maaf tersebut disampaikan di Mapolres Tegal, ‎Jumat (9/3). Sebelum menyampaikan permintaan maaf, lima orang yang terlibat pembuatan video dengan judul shalawat merah putih itu mengikuti pertemuan dengan sejumlah ulama, pengurus NU, Muhammadiyah, perwakilan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kesbangpolinmas, serta Satpol PP, dengan difasilitasi oleh Polres Tegal.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Tegal dan umumnya seluruh warga negara Indonesia pecinta shalawat," kata ustad Syarifudin, salah satu pembuat video saat membacakan pernyataan maaf.

‎Syarifudin mengaku dirinya dan empat orang lain yang turut terlibat dalam pembuatan video khilaf dan menyesali pembuatan video yang kemudian viral di dunia maya dan menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Kabupaten Tegal.

"Kami khilaf dengan viralnya video salawat merah putih untuk Pak Presiden Jokowi dan kami tidak akan mengulangi dan menyebarkan hal tersebut lagi,” ujarnya.

Syarifudin juga mengakui salawat merah putih yang dilantunkan dalam video tidak seperti salawat yang selama ini lazim didengar oleh masyarakat‎ Indonesia. Dalam salawat merah putih, terdapat penyebutan ayat Alquran lebih dulu, kemudian empat item yakni merah putih, NU, Banser, dan Presiden Joko Widodo dan diakhiri dengan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau masyarakat biasanya mendengar shallallahu‘ala Muhammad atau Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad saja, kami mencoba berkreasi dengan shallallahu'ala merah putih, shallallahu‘ala nahdhatul ulama, shallallahu‘ala banser, shallallahu‘ala Jokowi,” ujarnya.

Tanpa menyebut tempat yang menjadi lokasi pembuatan, Syarifudin mengungkapkan jika video salawat merah putih dibuat, Rabu (7/8) lalu.‎ Selain dia, empat orang lain yang ikut terlibat dalam pembuatan yakni Habib Husein Bin Yahya, warga Slerok, Kota Tegal, Khaeru Sholeh, wara Kramat, Kabupaten Tegal, Gus Rif’an Afif, warga Kejambon, Kota Tegal, dan Gus Shofa, warga Semarang.

Menurut pria berambut panjang itu, pembuatan video shalawat merah putih dimaksudkan untuk menegur Padepokan Sawunggaling, Surabaya, yang membuat shalawat Pancasila dan videonya juga viral di dunia maya.

“Kelompok Padepokan Sawunggaling melakukan sholawatan sambil melakukan segala sesuatu yang berbau musrik. Kami tidak sepakat dengan itu. Kami buat hal baru yang mirip tapi beda,” ungkapnya.

Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo mengatakan, video shalawat merah putih yang dibuat ustad Syarifudin bersama empat orang rekannya menurut pandangan ulama lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya serta bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Lihat Videonya di Instgram @radartegaloffical

"Sehingga kami mengambil langkah mengumpulkan pihak yang berkepentingan untuk membahas ini.‎ Dalam kesempatan ini mereka bertabayun dan minta maaf," ujar Heru.

Menurut Heru, selain meminta maaf, ustad Syarifudin dan empat rekannya juga ‎bersedia untuk menghapus video shalawat merah putih yang sudah diposting di medsos. "Mereka tidak akan mengulangi dan akan hapus postingannya," tutup Heru yang menyaksikan pertemuan bersama Dandim 0712/Tegal Letkol (Kav) Kristiyanto. (far/zul)


Berita Sejenis

Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

250 nelayan di Kabupaten Tegal mendapat alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (13/12).


Lima Tahun, DPRD Buat 20 Perda Inisiatif dan 8 Usulan Pemerintah

Lima Tahun, DPRD Buat 20 Perda Inisiatif dan 8 Usulan Pemerintah

Hak mengajukan rancangan peraturan daerah, lazim disebut hak inisiatif, adalah hak yang dimiliki oleh DPRD untuk mengajukan rancangan Propemperda.


Diduga Kelebihan Muatan, Sopir Truk Maut Ditetapkan Jadi Tersangka

Diduga Kelebihan Muatan, Sopir Truk Maut Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi akhirnya menetapkan Wasroni (35), sopir truk maut yang menewaskan lima orang di Bumiayu, Senin (10/12) kemarin.


Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Bayi Tujuh Hari Tak Tertolong, Korban Tewas Kecelakaan Maut Jadi Lima Orang

Korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Purwokerto-Tegal Desa Jatisawit Kecamatan Bumiay Kabupaten Brebes bertambah menjadi lima orang.


Lima Oknum Wartawan di Pemalang Peras Rp40 Juta Per Kepala Sekolah

Lima Oknum Wartawan di Pemalang Peras Rp40 Juta Per Kepala Sekolah

Polisi alhirnya menetapkan lima oknum wartawan, yakni, Sunardi (48); Sutrisno (46); Riyanto (39); Nawang Elin (43); dan Aris Hadi (36), sebagai tersangka.


Dua Hari, Enam Pendaki Terjebak Badai di Gunung Slamet

Dua Hari, Enam Pendaki Terjebak Badai di Gunung Slamet

Seorang pendaki asal Tiongkok dan lima pendaki dari Jakarta sempat terjebak badai saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Slamet.


Keluarga Siswi yang Dicabuli, Minta Oknim Guru Cabul Dihukum Berat

Keluarga Siswi yang Dicabuli, Minta Oknim Guru Cabul Dihukum Berat

Keluarga korban pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru SMK swasta di Kecamatan Losari, meminta pelaku dihukum berat.


Lepas SJI Korwil Tegal, Ketua DPRD Minta Tim Solid dan Hati-hati

Lepas SJI Korwil Tegal, Ketua DPRD Minta Tim Solid dan Hati-hati

Tim Suzuki Jip Indonesia (SJI) Korwil Tegal direncanakan akan mengikuti event off road Central Java VI di Semarang dan Batang.


Diduga Jual Raskin Lima Kantong, Kadus Dipolisikan Warganya

Diduga Jual Raskin Lima Kantong, Kadus Dipolisikan Warganya

Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Pesucen Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, MJ, dilaporkan ke polisi oleh warganya, Selasa (13/11) lalu.


PDI Perjuangan Kota Tegal Copoti Gambar Jokowi Bermahkota Raja

PDI Perjuangan Kota Tegal Copoti Gambar Jokowi Bermahkota Raja

Beredarnya gambar capres nomor urut 1 Joko Widodo yang mengenakan mahkota seperti raja langsung disikapi serius DPC PDI Perjuangan Kota Tegal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!