• Home
  • Berita Lokal
  • Video Tuduhan Bocah Curi Uang Rp17 Juta Benar, tapi Sudah Terpotong-potong

Lokal
Share this on:

Video Tuduhan Bocah Curi Uang Rp17 Juta Benar, tapi Sudah Terpotong-potong

  • Video Tuduhan Bocah Curi Uang Rp17 Juta Benar, tapi Sudah Terpotong-potong
  • Video Tuduhan Bocah Curi Uang Rp17 Juta Benar, tapi Sudah Terpotong-potong

BREBES - Pekan ini warga dan masyarakat di Kabupaten Brebes, utamanya Kecamatan Bantarkawung dikejutkan dengan viralnya video yang memperlihatkan aksi sejumlah orang sedang menginterogasi seorang bocah perempuan. Video yang tersebar melalui media sosial (medsos) Facebook itu, membuat gempar warganet di Brebes.

Ada dua potongan video pendek yang bocah perempuan berseragam SMP dituding mencuri uang sebanyak Rp17 juta. Dalam video itu, ada adegan beberapa kali tamparan seorang pria bertopi merah, yang dilayangkan ke pipi kiri bocah tadi.

Di potongan video lainnya, ada juga adegan bocah itu digotong bersama-sama sejumlah orang untuk dibawa ke suatu tempat. Berdasarkan penelusuran radartegal.com, video itu mulai tersebar, Sabtu (10/3) dan langsung viral.

Beragam tanggapan warganet pun bermunculan. Tidak sedikt netizen yang mengecam tindakan warga, karena dianggap berlebihan. Video itu dibenarkan Kapolres Brebes AKBP Sugiarto terjadi di Bantarkawung. Kapolres membenarkan video itu terkait kasus pencurian yang diduga dilakukan bocah berseragam SMP berinisial SD (15).

"Perlu kita jelaskan agar tidak ada informasi simpang siur yang nantinya menimbulkan fitnah di mana-mana (hoax)," ucap Sugiarto Sabtu (10/3) lalu.

Hanya saja, papar Kapolres, video yang sudah tersebar luas di medsos tidak utuh. Akibatnya, video yang terpotong-potong itu tidak menghadirkan cerita utuh yang sebenarnya. Sehingga banyak yang menganggap, ada unsur kesengajaan orang-orang di video itu melakukan penganiayaan.

"Video yang pertama diambil saat menginterogasi bocah itu, Senin sekitar pukul 16.00 WIB. Korban yang merupakan pemilik uang menginterogasi bocah itu di rumah orang tua bocah itu sendiri," kata Kapolres.

Saat itu, menurut Kapolres, tak hanya korban dan orangtua bocah itu yang berada di lokasi kejadian, namun juga sejumlah warga ikut menyaksikan proses interogasi tersebut. Awalnya bocah itu tidak mengakui.

Tapi setelah dikonfirmasi dari mana bisa beli barang- barang elektronik baru seperti laptop, HP, akhirnya mengakui telah mengambil uang milik seorang guru bernama Zein Handoko (54) sebanyak Rp17 juta. "Karena dia juga berasal dari keluarga yang kurang mampu," jelasnya.

Kapolres menegaskan, adegan video yang berisi celaan dengan perkataan dan tamparan beberapa kali kepada bocah yang mencuri itu tidak bermaksud untuk menyakitinya. Tapi, justru untuk melindungi bocah itu dari amukan ibu kandungnya.

Sebab ibunya marah kepada anaknya hingga mau memukul menggunakan sapu. "Selain itu, untuk mencegah amarah warga setempat yang mengetahui dia (bocah berseragam SMP) itu telah mencuri," ujar Kapolres lagi.

Lalu, ada juga video kedua yang memperlihatkan bocah berseragam digotong ramai-ramai oleh sejumlah warga. Kapolres menyatakan, saat itu pelaku hendak dibawa ke rumah Ketua RT setempat untuk dilakukan mediasi. Namun bocah itu meronta dan teriak-teriak histeris.

"Kita tegaskan sekali lagi ya, yang jelas apa yang terlihat di video itu tidak seperti yang dibayangkan. Semata-mata keluarga korban menyelamatkan anak tersebut dari amukan ibunya dan anak tersebut kemudian meronta-ronta," terangnya.

"Memang kejadian pencurian tersebut benar adanya. Kalau penganiayaan tidak ada. Permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui musyawarah dari kedua belah pihak," pungkas Kapolres. (rid/muj/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Jumlah warga Kabupaten Tegal yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan datanya siap cetak atau berstatus print ready record (PRR) mencapai 71.000 orang.


Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kedunguter, Jumat (14/12), menggeruduk kantor Desa Kedunguter.


Jumlah Pemilih di Kabupaten Tegal Tembus 1,2 Juta

Jumlah Pemilih di Kabupaten Tegal Tembus 1,2 Juta

Jumlah pemilih Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Tegal ditetapkan sebanyak 1.206.180 orang.


Begini Asal Usul Desa Cawet: Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita

Begini Asal Usul Desa Cawet: Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita

Kepala Desa (Kades) Cawet terpilih Taufik Saleh sudah resmi dilantik di Pendapa Kabupaten Pemalang bersama 82 kades terpilih lainnya.


Underpass Karangsawah Diklaim Tidak Akan Terendam Banjir

Underpass Karangsawah Diklaim Tidak Akan Terendam Banjir

Underpass atau terowongan di bawah perlintasan kereta api Karangsawah di ruas jalan Tegal-Purwokerto Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes sudah diujicoba.


Libur Natal dan Tahun Baru, 80 Persen Penginapan di Guci Full Booked

Libur Natal dan Tahun Baru, 80 Persen Penginapan di Guci Full Booked

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, 80 persen penginapan di Obyek Wisata Guci Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal sudah dipesan wisatawan.


Setahun Ada 12 Kasus Korupsi di Brebes, Uang Negara Rp2,2 M Diselamatkan

Setahun Ada 12 Kasus Korupsi di Brebes, Uang Negara Rp2,2 M Diselamatkan

Tren tindak pidana korupsi di Kabupaten Brebes belum menunjukan perbaikan signifikan.


Disuruh Suami Jualan sabu-sabu, Ibu Muda Dihukum 9 Tahun Penjara

Disuruh Suami Jualan sabu-sabu, Ibu Muda Dihukum 9 Tahun Penjara

Meski vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tegal lebih ringan dari tuntutan JPU, tapi tetap dirasakan sangat berat oleh Nana.


Dua Kali Gagal, Pembangunan Pasar Margasari Rp17 Miliar Dilelang Lagi

Dua Kali Gagal, Pembangunan Pasar Margasari Rp17 Miliar Dilelang Lagi

Setelah dua kali gagal lelang, proyek pembangunan Pasar Margasari akan kembali dilelang pada awal tahun depan.


KA Joglosemarkerto Pangkas Jarak Solo-Tegal hanya 6 Jam 12 Menit

KA Joglosemarkerto Pangkas Jarak Solo-Tegal hanya 6 Jam 12 Menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sudah meluncurkan kereta baru Joglosemarkerto, Sabtu (1/12) lalu, di Stasiun Balapan Solo.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!