• Home
  • Berita Lokal
  • Wajib Diketahui Gaes, Rampas Paksa Kendaraan Debt Collector Bisa Dipidana

Lokal
Share this on:

Wajib Diketahui Gaes, Rampas Paksa Kendaraan Debt Collector Bisa Dipidana

  • Wajib Diketahui Gaes, Rampas Paksa Kendaraan Debt Collector Bisa Dipidana
  • Wajib Diketahui Gaes, Rampas Paksa Kendaraan Debt Collector Bisa Dipidana

DITANYA - Dua tersangka yang mengaku debt collector (DC) ditanyai Kasat Reskrim Polres Pemalang, kemarin. (m. ridwan/radar pemalang)

PEMALANG - Saat Operasi Jaran Candi (OJC) 2018, ada dua debt collector (DC) yang tertangkap. Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat pelanggan maupun pelaku perampasan dengan dalih penarikan kendaraan secara paksa di tengah jalan.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Suhadi menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan para debt collector untuk diberi pengertian. Di mana jika ingin tetap bekerja sebagai debt collector yang resmi, harus memiliki setifikat atau surat tugas dari finance bersangkutan.

”Ini masalahnya pengaduan banyak,” ungkapnya di sela-sela gelar perkara hasil kasus kejahatan selama OJC 2018 lalu.

Dia mengatakan, rata-rata debt collector memang tidak membawa surat tugas. Hal itu yang sangat disayangkan. Biasanya, mereka sudah mengincar kendaraan. Begitu melihat pelat nomornya asing, mereka langsung mengejar dan memberhantikan.

”Yang terjadi saat itu adalah korbannya anak-anak dan motornya benar. Petugas debt collector diketahui juga tidak membawa surat tugas,” papar Suhadi.

Suhadi mengimbau warga masyarakat jangan mau jika kendaraannya dihentikan di tengah jalan dan segera lapor ke polisi. Sebab, di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen juga melaksanakan kewajibannya mengangsur.

Apapun dalihnya, jika pengambilan dilakukan secara paksa di tempat umum, itu mamanya perampasan. ”Makanya, kedua debt collector yang ditangkap ini dikenakan pasal 368 KUHP tentang Perampasan,” terangnya.

Sementara itu, dua debt collector berinisial MSH (42), warga Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang dan W (47), warga Wanarejan Utara, Kecamatan Taman mengaku bahwa dia baru kali ini bernasib sial dalam menjalankan tugas sebagai debt collector. Keduanya mengaku tidak membawa surat tugas.

”Baru kali ini apes,” aku keduanya yang sudah bekerja sebagai debt collector sekitar lima tahunan. (rid/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kelebihan Umur, Empat Siswa SMP Negeri di Brebes Terancam Dikeluarkan

Kelebihan Umur, Empat Siswa SMP Negeri di Brebes Terancam Dikeluarkan

Empat siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Brebes terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya.


Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Layanan Berangsur Normal, Mandiri Minta Nasabah Tak Kuatir

Tidak bisa diaksesnya sejumlah layanan perbankan di Bank Mandiri, Sabtu (20/7), membuat nasabahnya di Slawi, Brebes, dan Tegal panik.


Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Miris, Di Pantura Marak Panti Pijat Tidak Berizin dan Bersertifikat

Beberapa panti pijat di jalur Pantura Kabupaten Tegal diketahui belum memiliki izin dan bersertifikat.


Nasabah Juga Tak Bisa Cek Saldo dari Buku Rekening

Nasabah Juga Tak Bisa Cek Saldo dari Buku Rekening

Kepanikan nasabah mandiri semakin bertambah. Pasalnya, selain tak bisa mengecek saldo lewat ATM, mereka juga tak bisa melakukannya menggunakan buku rekening.


Pagar yang Tewaskan Ketua Gapoktan, Roboh karena Tiupan Angin

Pagar yang Tewaskan Ketua Gapoktan, Roboh karena Tiupan Angin

Penyebab robohnya pagar pembatas yang menyebabkan meninggalnya Wasmun, ketua Gapoktan Sumurpanggang Kecamatan Margadana akhirnya diketahui.


Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Rampas HP, Dua Remaja Ini Juga Palu Kepala Korbannya

Tak Butuh waktu lama, Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan .


Pegang Senpi, Wajib Latihan Berkala

Pegang Senpi, Wajib Latihan Berkala

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto mengingatkan pada seluruh anggota Polres Tegal khususnya yang memegang senpi untuk berlatih secara berkala.


Diantar Wakil Wali Kota, Siswa SMP yang Ijazahnya Ditahan Akhirnya Bisa Sekolah

Diantar Wakil Wali Kota, Siswa SMP yang Ijazahnya Ditahan Akhirnya Bisa Sekolah

Lusiana Irawan (16), putri Diah Repelita (43), warga Jalan Tanjung RT 2 RW 4 Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, akhirnya bisa sekolah, Rabu (1


Jumlah Kerugian Belum Bisa Dipastikan

Jumlah Kerugian Belum Bisa Dipastikan

Sebuah bangunan yang difungsikan sebagai bengkel di Jalan Hanoman RT 12 RW 2 Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal ludes dilalap si jago merah, Sela


Gerhana Bulan Parsial Bisa Dilihat di Tegal Lho Gaes

Gerhana Bulan Parsial Bisa Dilihat di Tegal Lho Gaes

Rabu (17/7) dinihari, diprediksi bakal terjadi gerhana bulan parsial.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!