• Home
  • Berita Lokal
  • Warga asal Tegal Ini Ngungsi ke Atas Bukit Dua Hari usai Palu Diterjang Tsunami

Lokal
Share this on:

Warga asal Tegal Ini Ngungsi ke Atas Bukit Dua Hari usai Palu Diterjang Tsunami

  • Warga asal Tegal Ini Ngungsi ke Atas Bukit Dua Hari usai Palu Diterjang Tsunami
  • Warga asal Tegal Ini Ngungsi ke Atas Bukit Dua Hari usai Palu Diterjang Tsunami
  • Warga asal Tegal Ini Ngungsi ke Atas Bukit Dua Hari usai Palu Diterjang Tsunami
  • Warga asal Tegal Ini Ngungsi ke Atas Bukit Dua Hari usai Palu Diterjang Tsunami

BALAPULANG - Seorang warga Kabupaten Tegal, Muhamad Andi Siswanto (28) nyaris menjadi korban saat gempa disusul tsunami mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bisa menyelamatkan diri sesaat sebelum gempa dan tsunami meruntuhkan bangunan tempatnya menginap, warga Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang itu sempat terjebak selama dua hari di lokasi bencana.

‎Ditemui radartegal.com di rumahnya di RT 02 RW 03 Kamis (4/10), Andi menuturkan detik-detik ketika gempa dan tsunami terjadi pada Jumat (28/9) lalu itu. "Saya saat itu sedang berada di sebuah penginapan di Kota Palu. Lokasinya dekat dengan pantai yang terjadi tsunami," tuturnya.

Andi yang bekerja sebagai teknisi di Jakarta berada di Palu karena ditugaskan perusahaan tempatnya bekerja untuk memasang mesin penjernih air di salah satu restoran makanan cepat saji‎. Dia tiba di kota itu pada Kamis (27/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB, atau belum ada sehari sebelum gempa dan tsunami terjadi.

Sempat menginap di sebuah penginapan dekat Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, keesokan harinya Andi kemudian mencari penginapan lain yang lokasinya tak jauh dari restoran cepat saji yang akan dipasang mesin penjernih air. Restoran itu berada di dalam kompleks Palu Grand Mall.

"Setelah survei sebentar pagi, saya lalu masuk ke penginapan karena pengerjaan mesinnya malam hari. Jam dua siang mulai terjadi gempa kecil. Jam lima sore gempa lagi, tapi masih kecil. Mulai Magrib baru terjadi gempa besar," ceritanya.

‎Menurut Andi, gempa yang bersusulan terjadi membuat kepanikan menjalari penginapan. Pengelola penginapan meminta seluruh pengunjung termasuk Andi untuk segera keluar dari penginapan.

"Saya sempat sudah keluar saat gempa kecil terjadi, kemudian masuk lagi ngambil tas berisi pakaian. Hanya tas saja. Dompet di meja dan barang-barang lain tak sempat diambil karena sudah panik. Untungnya di tas ternyata ada uang Rp800 ribu," ujarnya.

Beberapa saat sebelum gempa besar mengguncang yang kemudian disusul tsunami, Andi melihat sejumlah bangunan di sekitar penginapan sudah mulai ambruk. Sejumlah akses jalan rusak. Aliran listrik ikut padam sehingga suasana kota menjadi gelap gulita. Jaringan komunikasi juga terputus. Sementara warga berhamburan di jalanan dengan kon‎disi diliputi kepanikan.

"Suasananya panik. Yang pada pakai motor sampai ada yang tabrakan, ada yang jatuh. Kepala saya juga sempat kena tembok penginapan karena guncangan gempa," ujar Andi.

‎Andi sendiri tak hanya dicengkeram kepanikan. Tetapi juga bingung harus berbuat apa atau pergi ke mana untuk menyelamatkan diri. Dia akhirnya nekat memberhentikan mobil yang lewat untuk meminta tumpangan.

"Saya nekat nyetop mobil yang lewat di jalan. Yang nolong saya orang Donggala. Awalnya mau dibawa ke rumahnya di daerah Loli, Donggala, tapi ternyata dia dapat kabar rumahnya sudah rata kena tsunami, akhirnya dibawa ke rumah orangtuanya di daerah Buluri," tuturnya.

‎Di Buluri yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Donggala, Andi bersama ribuan warga lainnya mengungsi di perbukitan karena khawatir akan terjadi tsunami susulan. Wilayah tersebut termasuk yang terparah diterjang tsunami dengan ketinggian sampai tujuh meter.

"Dua hari mengungsi di Buluri. Selama dua hari itu setiap mau Maghrib naik ke bukit dan baru turun pagi. Tidurnya di terpal. Ada juga yang dua hari di bukit terus karena takut. Hape juga mati karena listrik mati total. Ngecesnya di mobil, gantian,” lanjut pria yang belum berkeluarga ini.

Setelah dua hari mengungsi di bukit, Andi kemudian mencari‎ tahu akses untuk pergi ke Makassar agar bisa kembali ke Jakarta. Dia akhirnya bisa sampai di Makassar setelah menempuh perjalanan darat selama 22 jam dari Donggala melalui Kabupaten Sidrap. "Dari Makassar pakai pesawat ke Jakarta terus pulang ke Tegal. Sampai di rumah kemarin sore (Rabu 4/10)," ucapnya dengan penuh kelegaan.

‎Kepulangan Andi ke rumahnya pun disambut tangis haru oleh keluarganya yang sempat dilanda kecemasan karena mengetahui Andi berada di Palu saat gempa dan tsunami terjadi.

"Saya awalnya tidak tahu dia di Palu karena kan biasanya kerjanya di Jakarta. Dikasih tahu adik ipar saya, 'Wis ngebel (telpon) Andi? Wonge ning Palu sing lagi gempa,' Saya langsung cemas. Tidak tenang. Namanya orangtua. Apalagi pas ditelpon, disms, gagal terus," ujar ayah Andi, Sohibi.

Sohibi baru mengetahui kondisi Andi pada Jumat (28/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu anak pertama dari tiga bersaudara itu menelpon, mengabarkan kondisinya baik-baik saja dan sedang mengungsi.

Meski demikian, cemas yang meliputi Sohibi belum sepenuhnya hilang. "Dia telpon dan bilang lagi ngungsi di gunung. setelah itu hapenya mati lagi. Baru lega setelah dia ngabari sudah Makassar, dan mau jalan (terbang) ke Jakarta," ungkapnya.

Sudah ‎berada di rumah berkumpul bersama keluarga, Andi yang sudah bekerja sebagai teknisi sejak 2009 mengaku masih merasa sedikit trauma dengan pengalaman mencekam berada di tengah-tengah bencana yang belum lama dialaminya.

"Ini kerja sedang cuti dulu. Selain itu juga mau ngurus-ngurus SIM, STNK, yang hilang karena ada di dompet yang saya tinggal di penginapan," katanya mengakhiri perbincangan. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ratusan Sopir Diperiksa Kesehatannya

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ratusan Sopir Diperiksa Kesehatannya

Ratusan awak bus, Jumat (14/12), dicek kesehatannya oleh petugas gabungan di Terminal Bus Tegal.


Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Blangko Terbatas, 71 Ribu Warga Harus Sabar Tunggu E-KTP-nya Dicetak

Jumlah warga Kabupaten Tegal yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan datanya siap cetak atau berstatus print ready record (PRR) mencapai 71.000 orang.


Yuk ke Bukit Tangkeban, Bisa Selfi sekaligus Bernostalgia Lho Gaes...

Yuk ke Bukit Tangkeban, Bisa Selfi sekaligus Bernostalgia Lho Gaes...

Bukit Tangkeban di Desa Nyalembeng Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang semakin cantik.


Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Empat Pembobol ATM Disergap saat Beraksi di SPBU Karanganyar

Sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) disergap Satreskrim Polres Tegal Kota, Jumat (14/12) siang.


Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Diduga Pakai Uang Sisa Prona Rp98,5 Juta, Kades di Brebes Digeruduk Warganya

Warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kedunguter, Jumat (14/12), menggeruduk kantor Desa Kedunguter.


Belum Sempat Kuras Isi Toko, Komplotan Maling Ini Keburu Diringkus

Belum Sempat Kuras Isi Toko, Komplotan Maling Ini Keburu Diringkus

Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal meringkus komplotan pembobol toko di wilayah Kabupaten Tegal. Salah seorang anggota komplotan maling ini ternyata masih di ba


Rusak, 5.634 KTP Elektronik Akan Dipotongi

Rusak, 5.634 KTP Elektronik Akan Dipotongi

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal akan memusnahkan 5.634 KTP elektronik (KTP el).


Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

Bantu Alat Keselamatan untuk Nelayan, Umi Minta Jangan Dijual

250 nelayan di Kabupaten Tegal mendapat alat pelindung diri (APD) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (13/12).


Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Heboh Suara Mendengung, BMKG Pastikan Bukan Patahan atau Gempa

Sejumlah warga di Kabupaten Tegal dan sekitarnya dikejutkan dengan bunyi mendengung yang tak lazim, Jumat (14/12), sekitar pukul 01.10 WIB dinihari.


Jumlah Pemilih di Kabupaten Tegal Tembus 1,2 Juta

Jumlah Pemilih di Kabupaten Tegal Tembus 1,2 Juta

Jumlah pemilih Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Tegal ditetapkan sebanyak 1.206.180 orang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!