• Home
  • Berita Lokal
  • Yoni, Terduga Teroris yang Ditangkap Sehari-hari Jualan Kaca Mata

Lokal
Share this on:

Yoni, Terduga Teroris yang Ditangkap Sehari-hari Jualan Kaca Mata

  • Yoni, Terduga Teroris yang Ditangkap Sehari-hari Jualan Kaca Mata
  • Yoni, Terduga Teroris yang Ditangkap Sehari-hari Jualan Kaca Mata

OPTIK - Inilah tempat usaha sehari- hari terduga teroris yang ditangkap di Tegal, Sabtu (4/8) pagi. (farid firdaus/radartegal.com)

KRAMAT - Densus 88 Antiteror Polri menangkap Yoni Wahyudi (36) warga RT 12 RW 04 Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal, karena diduga terkait jaringan teroris. Yoni memiliki toko optik di Pasar Kemantran Kecamatan Kramat.

Pantauan radartegal.com, Sabtu (4/8) siang, kondisi toko kacamata bernama Optimal Optik tersebut tutup tak lama setelah Yoni ditangkap. Toko tersebut diapit oleh bengkel dan rumah makan.

Seorang warga yang bekerja di bengkel, Dasno (36) menuturkan, seorang karyawan yang berada di toko dibawa oleh‎ sejumlah polisi yang mendatangi toko sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan sebuah mobil polisi.

"Yang nangkap sekitar 7 orang, pakai pakaian seragam lengkap, kaya Brimob, bawa senjata‎," ungkap Dasmo.

Dasmo mengatakan, karyawan berinisial Fb, warga Brebes, itu sempat diperiksa di dalam toko sebelum kemudian dibawa pergi menggunakan mobil. "Sempat diinterogasi di dalam toko sekitar 10 menitan. Karyawan toko cuma satu itu," ujarnya.

Terkait Yoni yang merupakan pemilik toko, Dasmo menyebut tidak ada hal mencurigakan dari sosoknya. Dia pun tak menyangka jika Yoni diduga terlibat terorisme. "Buka toko sudah lima tahun. Kesehariannya ya biasa-biasa saja," tutupnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Densus 88 Juga Amankan Penghuni Kos
Densus 88 Juga Amankan Penghuni Kos

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pendarahan Serius, Istri yang Selingkuh di Kamar Mandi Harus Dirujuk

Pendarahan Serius, Istri yang Selingkuh di Kamar Mandi Harus Dirujuk

Rokhani (25), istri yang dibacok suaminya di Desa Limbangan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes masih dirawat intensif di RS Bhakti Asih.


Seorang Perampok Rumah Panitera di Tegal Ditangkap, Tiga Lainnya Diburu

Seorang Perampok Rumah Panitera di Tegal Ditangkap, Tiga Lainnya Diburu

Diduga menjadi salah seorang pelaku pelaku perampokan, pegawai Pengadilan Negeri Tegal, Riono Simanjuntak, diringkus petugas Reskrim Sektor Tegal Barat.


Ketua Umumnya Ditangkap KPK, DPC PPP Minta Maaf

Ketua Umumnya Ditangkap KPK, DPC PPP Minta Maaf

Operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy oleh KPK disikapi cepat pengurus tingkat cabang.


Kasihan, Empat Kakak Beradik di Pemalang Ini Lumpuh Sejak Kecil

Kasihan, Empat Kakak Beradik di Pemalang Ini Lumpuh Sejak Kecil

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Itulah kiasan yang pas untuk menggambarkan nasib empat bersaudara asal Pemalang.


Empat Pejabat di Brebes Bersaing Rebutkan Jabatan Sekda

Empat Pejabat di Brebes Bersaing Rebutkan Jabatan Sekda

empat orang aparatue sipil negara (ASM) atau PNS di Pemkab Brebes bersaing menjadi sekertaris daerah (sekda) kabupaten brebes yang saat ini lowong.


Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan

Malam-malam, Subkhan yang Viral dengan Sandiaga Uno Ditahan

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes M. Subkhan, warga Desa Tegalglagah Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Selasa (19/3) malam, resmi ditahan


Ada Desa Terindikasi Salahgunakan Dana Desa

Ada Desa Terindikasi Salahgunakan Dana Desa

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Slawi Iyus Hendayana SH mengatakan, ada satu desa yang terindikasi melakukan penyelewengan dana desa.


KPU Masih Sortir dan Li‎pat Surat Suara

KPU Masih Sortir dan Li‎pat Surat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tegal masih melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu serentak 2019 yang tinggal sekitar satu bulan lagi.


Sehari Ngemis Dapat Rp200 Ribu, Bocah di Tegal Pilih Berhenti Sekolah

Sehari Ngemis Dapat Rp200 Ribu, Bocah di Tegal Pilih Berhenti Sekolah

Ada fakta menarik yang terungkap saat petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal melakukan razia Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).


26 PGOT Dirazia, kok Itu Lagi-Itu Lagi Orangnya

26 PGOT Dirazia, kok Itu Lagi-Itu Lagi Orangnya

Sejumlah orang yang diduga berprofesi sebagai pengemis meronta saat hendak bawa petugas Satpol PP dalam kegiatan razia yang digelar, Senin (18/3) siang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!