• Home
  • Berita Lokal
  • "Yusli Rencana Tanggal 1 Mau Pulang sekalian Keluar Kerja. Ternyata Pulang ke Sono..."

Lokal
Share this on:

"Yusli Rencana Tanggal 1 Mau Pulang sekalian Keluar Kerja. Ternyata Pulang ke Sono..."

  • "Yusli Rencana Tanggal 1 Mau Pulang sekalian Keluar Kerja. Ternyata Pulang ke Sono..."
  • "Yusli Rencana Tanggal 1 Mau Pulang sekalian Keluar Kerja. Ternyata Pulang ke Sono..."

FOTO KORBAN - Ayah Yusli, Harjo, menunjukkan foto anaknya yang menjadi korban tewas pabrik petasan meledak di rumahnya, Selasa (31/10). (farid firdaus/radartegal.com)

LEBAKSIU - Duka menyelimuti keluarga Aryusli Hardiawan (16), setelah polisi memastikan warga Desa Balaradin Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal itu menjadi salah seorang korban tewas ledakan pabrik petasan di Kosambi, Tangerang. Sebelum peristiwa memilukan itu terjadi, Yusli, panggilan akrab Aryusli, berencana pulang kampung, Rabu (1/11).

Kepada ayahnya, Harjo, Yusli mengabarkan, akan pulang ke Tegal sekaligus keluar dari pabrik petasan tempatnya bekerja selama sekitar satu bulan terakhir itu.

"Rencana tanggal 1 (Rabu, 1/11) mau pulang. Ya pulang kampung sekalian mau keluar kerja. Nyatanya pulang ke sono (meninggal)," tutur Harjo dengan nada getir, Selasa (31/10).

Baca Juga:

Korban Tewas Terpanggang Ledakan Pabrik Petasan Baru Berusia 16 Tahun

Harjo mengungkapkan, anaknya yang hanya menempuh pendidikan hingga tingkat SMP bekerja di pabrik petasan yang meledak setelah diajak, Tanzilalil Umam, (17), warga Desa Balaradin yang turut menjadi korban luka. Sebelumnya ia sama sekali belum pernah bekerja.

Ibu Yusli, Kobiyati, sebenarnya sempat melarang Yusli mengikuti ajakan Umam. Namun bungsu dari 6 bersaudara itu bersikukuh tetap berangkat ke Tangerang.

"Diajak Umam, teman satu kelas di sekolah. Bilangnya kerja di pabrik kembang api. ā€ˇMamanya sudah melarang. Tapi katanya mau cari pengalaman. Ya sudah, terserah," ujar Harjo.

Harjo mengaku tak mengetahui berapa upah yang diterima anaknya. Selama bekerja Yusli tak pernah menceritakannya. "Tapi waktu diajak dijanjikan setengah bulan Rp800.000. Makanya tergiur atau apa," sebut Harjo.

Harjo sudah ikhlas dengan kepergian selama-lamanya sang anak. Namun dia meminta pihak perusahaan untuk bertanggjawab atas peristiwa yang merenggut nyawa anaknya. "Perusahaan harus tanggungjawab." (far/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!