Nasional
Share this on:

2,5 Tahun atau Lebih Dihitung Satu Periode

  • 2,5 Tahun atau Lebih Dihitung Satu Periode
  • 2,5 Tahun atau Lebih Dihitung Satu Periode

**JAKARTA ** - Persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sedang digodok. Bukan hanya penyelenggara pemilu. Semua stakeholder juga membahasnya. Regulasi dipastikan akan rampung sebelum proses tahapan dimulai. Termasuk soal masa jabatan kepala daerah.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar menjelaskan masa Jabatan Kepala Daerah berdasarkan Amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU-VII/2009 dalam perkara permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Dijelaskan Bahtiar, masa jabatan kepala daerah adalah 5 (lima) tahun. Namun penjabaran satu periode masa jabatan adalah masa jabatan yang telah dijalani setengah atau lebih dari setengah masa jabatan. "Masa jabatan KDH (Kepala Daerah) adalah 5 (lima) tahun. Namun, yang dimaksud 1 (satu) periode masa jabatan adalah apabila masa jabatan telah dijalani setengah atau lebih dari setengah masa jabatan," ujar Bahtiar di Jakarta, Jumat (5/7).

Dengan demikian, seorang kepala daerah dinyatakan telah menghabiskan masa jabatan satu periode, apabila telah menjalani setengah masa jabatan minimal 2,5 tahun atau lebih dari itu. Bila seorang wakil kepala daerah menggantikan kepala daerah di tengah jalan, maka perlu dihitung berapa lama sisa masa jabatan yang akan dilaluinya.

"Bila sisa masa jabatannya masih 2,5 tahun atau lebih, maka wakil kepala daerah itu telah dihitung satu periode menjabat sebagai kepala daerah. Jika sisa masa jabatan yang dilaluinya kurang dari 2,5 tahun, tidak dihitung satu periode," jelas Bahtiar.

Hal tersebut terkait dengan gugatan pada Pasal 58 huruf o UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah secara tegas menyatakan bahwa masa jabatan kepala maksimal hanya dua periode. Namun, di lapangan terjadi persoalan. Mahkamah Konstitusi (MK) memang menyatakan pasal tersebut tidak bertentangan dengan konstitusi. Tetapi MK juga memberikan tafsir seputar persoalan yang sempat mencuat di beberapa daerah itu yang tegas ditelah diputus melalui Putusan Nomor 22/PUU-VII/2009.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar focus group discussion (FGD) membahas wacana penerapan rekapitulasi suara elektronik (e-Rekap) untuk Pilkada 2020, dan evaluasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pada Pemilu 2019. FGD ini mengangkat tema Evaluasi Penggunaan Teknologi Informasi pada Pemilu 2019.

"Kita punya waktu setengah tahun mempersiapkan hal ini (e-Rekap)," kata Komisioner KPU Viryan Azis.

Ia mengatakan sejauh ini belum ada yang berhasil meretas Situng. Karena itu, dia optimistis jika e-Rekap diterapkan pada Pilkada 2020, teknologi itu juga bisa digunakan pada Pemilu 2024. "Saya pikir untuk Pemilu 2024 (e-Rekap) bisa digunakan dengan asumsi sudah digunakan sejak Pilkada 2020," tuturnya.

Sementara itu, mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan KPU harus meyakinkan publik tentang sistem e-Rekap sebelum diterapkan. Kepercayaan bisa terbangun jika publik dilibatkan secara luas dalam penyusunan regulasi mengenai e-Rekap sebagai hasil resmi.

"Kuncinya, kita perlu membangun sejak awal kepercayaan ini. Kalau tidak akan percuma. Terlalu banyak contoh pengalaman di negara asing yang gagal, karena kepercayaan tak terbangun sejak awal. Atau ketidakpercayaan itu muncul setelah sistem itu lama diterapkan," terang Hadar.

KPU sendiri bakal mendiskusikan rencana penerapan e-Rekap untuk Pilkada 2020 dengan Komisi II DPR RI. Diskusi itu akan dilakukan dalam rapat dengar pendapat (RDP) membahas Peraturan KPU (PKPU) Pilkada 2020 dengan DPR pada Senin (8/7) mendatang. (khf/zul/fin/rh)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

315 Daerah Kembali Minta Pemekaran

315 Daerah Kembali Minta Pemekaran

Sejak tahun 2014, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerima usulan pembentukan 315 daerah otonomi baru (DOB).


Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Tak Sampai 5 Tahun

Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Tak Sampai 5 Tahun

Masa jabatan kepala daerah yang nanti terpilih pada Pilkada Serentak 2020 akan kurang dari lima tahun.


Lulusan Kedokteran Universitas Malahayati Masuk Jajaran Terbaik Nasional

Lulusan Kedokteran Universitas Malahayati Masuk Jajaran Terbaik Nasional

Memiliki mahasiswa yang berprestasi adalah salah satu kebanggaan Universitas Malahayati yang berada di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.


Jangan Kaget Bila Anda Dapat Surat e-Tilang

Jangan Kaget Bila Anda Dapat Surat e-Tilang

Masyarakat diminta jangan kaget bila menerima surat pemberitahuan tilang elektronik (e-Tilang) atau ETLE.


Rp416 Triliun untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS

Rp416 Triliun untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp416,144 triliun untuk belanja pegawai dalam Rencana Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 20


50 Persen ASN Belum Sarjana

50 Persen ASN Belum Sarjana

Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia banyak yang mengantongi pendidikan sarjana.


259 Jamaah Haji Wafat, 386 Dirawat, Sebagian Besar karena Serangan Jantung

259 Jamaah Haji Wafat, 386 Dirawat, Sebagian Besar karena Serangan Jantung

Jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal saat menunaikan ibadah haji pada musim 2019 mencapai 200 orang lebih.


Hoaks Pemilu Terus Meningkat

Hoaks Pemilu Terus Meningkat

Lembaga penyelenggara pemilu mengakui jika tren hoaks pemilu dari tahun ke tahun terus meningkat. Berita bohong soal pemilu mulai dikenal 2004 lalu.


Perpanjangan STNK Harus Disertai Hasil Uji Emisi

Perpanjangan STNK Harus Disertai Hasil Uji Emisi

Tahun depan, memperpanjang Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) harus dilengkapi dengan hasil uji emisi kendaraan.


ITB Tertinggi Disusul UGM, IPB, ITS, dan UI

ITB Tertinggi Disusul UGM, IPB, ITS, dan UI

Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mengumumkan hasil pemetaan atau klasterisasi perguruan tinggi Indonesia yang berada di baw



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!