Nasional
Share this on:

600 Hari Kasus Penyerangan Novel Belum Terungkap

  • 600 Hari Kasus Penyerangan Novel Belum Terungkap
  • 600 Hari Kasus Penyerangan Novel Belum Terungkap

Novel Baswedan. (dok.Jawa Pos)

JAKARTA - Keluarga besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hampir putus asa. Hingga kemarin (2/12), kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan belum juga terungkap pelakunya. Masih gelap.

Kemarin merupakan 600 hari usia insiden penyiraman air keras oleh orang tak dikenal tersebut. Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap mengaku tak tahu lagi harus kemana mencari keadilan untuk Novel Baswedan.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo yang menjadi harapan pamungkas pengungkapan kasus tersebut sampai detik ini belum menunjukan sikap tegas. ”Presiden seakan-akan tidak memiliki kuasa apapun sebagai pemimpin negara,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Yudi mengatakan, pihaknya sudah melakukan segala cara agar Presiden Jokowi mengambil sikap tegas. Di antaranya, mengirim surat langsung kepada presiden. Namun, upaya itu sama sekali tak mendapat respons dari presiden.

”Sama sekali tidak direspons sampai hari ini, sehingga seakan-akan aspirasi rakyat tidak didengar,” sindirnya.

Menurut Yudi, keluarga besar KPK juga menyesalkan sikap orang-orang terdekat Presiden Jokowi yang justru melempar tanggungjawab ketika ditanya kasus Novel. Sikap itu menunjukan bahwa Presiden dan jajarannya terkesan menghindar.

”Padahal presiden pada awal-awal penyerangan Novel berjanji kasus ini (teror air keras, Red.) akan dituntaskan,” tuturnya.

Yudi kembali mengingatkan presiden sebagai panglima tertinggi penegakan hukum di negara ini segera memberi kepastian pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF). Hal itu mengingat masa kerja efektif Jokowi sebagai presiden tinggal tersisa empat bulan lagi.

”Kami menuntut Presiden Jokowi untuk hadir dan melakukan tindakan sebagaimana selayaknya seorang Presiden,” tegasnya.

Sementara itu, Novel Baswedan yang menjadi korban penyerangan 11 April 2017 itu menambahkan dukungan negara dalam kasus ini menjadi penting untuk memperkuat perjuangan pemberantasan korupsi. Dia mencontohkan penanganan teror di sejumlah negara yang cenderung lebih cepat terungkap ketimbang di Indonesia.

Misal, penyiraman air keras yang menimpa pegiat antikorupsi Ukraina Kateryna Handzyuk. Otoritas kepolisian Ukraina telah menetapkan tersangka atas teror yang menyebabkan Kateryna meninggal dunia lima bulan setelah kejadian itu.

”Di Ukraina pelaku penyerangan bisa tertangkap, itu bukti nyata pemberantasan korupsi yang didukung (negara, Red),” sindir Novel. (tyo/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Polisi Tangkap 44 Orang Papua
Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Berita Sejenis

Tiga Pengeroyok Ditangkap, Polisi Belum Bersedia Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek

Tiga Pengeroyok Ditangkap, Polisi Belum Bersedia Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek

Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten Komaruddin dengan anggota Paspampres Pratu Rivo Nanda di Jakarta Timur.


Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas

Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas

Polisi masih terus menyelidiki kasus perusakan dan penyerangan Mapolsek Ciracas pada Rabu dinihari (12/12).


Empat Pekerja Masih Belum Ditemukan

Empat Pekerja Masih Belum Ditemukan

Petugas gabungan TNI–Polri berhasil mengevakuasi satu jenazah korban aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Yigi ke Wamena.


15 Jenazah yang dieksekusi KKSB Akan Dievakuasi Hari Ini

15 Jenazah yang dieksekusi KKSB Akan Dievakuasi Hari Ini

Pasukan gabungan TNI dan Polri terus berusaha masuk wilayah Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua Rabu (5/12).


Gagal saat Tes CPNS, Bisa Ikut Rekrutmen PPPK

Gagal saat Tes CPNS, Bisa Ikut Rekrutmen PPPK

Belum genap sepekan, Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memicu polemik.


Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Masyarakat Papua tampaknya masih terkecoh dengan upaya untuk memecah belah dengan merayakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan.


Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Hari ini (29/11) tepat sebulan kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air.


Peserta SKB CPNS Diumumkan Maksimal 30 November

Peserta SKB CPNS Diumumkan Maksimal 30 November

Hingga kemarin panitia seleksi nasional (panselnas) belum mengumumkan pelamar CPNS yang maju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).


Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Musisi Ahmad Dhani yang merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan dari pihak JPU.


Tenggelam, Delapan ABK Hilang

Tenggelam, Delapan ABK Hilang

Kapal kargo KM Multi Prima dilaporkan tenggelam pada hari kamis (22/11) sekitar pukul 19.05 WIB.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!