Nasional
Share this on:

Akbar Faizal Bantah Tekan Miryam

  • Akbar Faizal Bantah Tekan Miryam
  • Akbar Faizal Bantah Tekan Miryam

Akbar Faizal. (dok JPNN)

JAKARTA - Akbar Faizal, anggota Komisi III DPR merasa keberatan namanya disebut dalam kasus yang menjerat Miryam S Haryani, tersangka kasus korupsi e-KTP. Elza Syarief yang sebelumnya menyebut nama dirinya juga sudah merevisi berita acara pemeriksaan (BAP) yang disampaikan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apa yang disampaikan Elza Syarief merupakan fitnah. Menurut Akbar, Elza mencoba menghubungkan namanya dengan kasus yang sekarang disidangkan di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat itu. Serangan itu ditujukan kepada dirinya, karena dia membongkar kasus yang disembunyikan M Nazaruddin, mantan Bendum DPP Partai Demokrat.

Ada ratusan proyek pemerintah yang ditangani Nazar dan menimbulkan kerugian triliunan rupiah. Dia telah melakukan riset selama berbulan-bulan terhadap kasus Bos Permai Grup itu. ?Sudah saya paparkan dan saya pertanyakan kepada pimpinan KPK saat rapat dengan pendapat dengan Komisi III,? jelas dia.

Langkah Nazar yang mengkriminalisasi bekas stafnya juga dia bongkar. Tujuh orang terpaksa dipenjara atau menghadapi tuntutan hukum atas masalah yang sama sekali tidak pernah mereka lakukan. Salah satunya, Marisi Matondang.

Akbar mengatakan, dia juga membongkar dengan jelas modus Nazar dalam mengelola bisnisnya dalam penjara. Maka, tutur dia, sebagai perlawanan, digerakkanlah antek-anteknya, salah satunya Elza.

Namun, upaya yang dilakukan mantan pengacara Nazar itu kandas di depan sidang pengadilan Tipikor. Sebab, Elza merevisi BAP-nya sendiri. Selain itu, Miryam juga dengan tegas membantah BAP Elza saat sidang pada Senin (21/8) lalu.

Pria kelahiran Makassar itu mengatakan, pihaknya sedangkan menyiapkan langkah-langkah hukum terhadap Elza terkait pernyataan yang telah disampaikan. Walaupun, lanjut dia, perempuan itu sudah merevisi dan mengubah pernyataannya dalam persidangan.

Senada dengan Akbar, politikus Djamal Aziz juga membantah sebagai pihak yang menekan Miryam untuk mencabut BAP. Usai menjalani pemeriksaan di KPK untuk tersangka KTP-el Setya Novanto kemarin (22/8), mantan anggota Komisi II DPR itu tidak tahu menahu soal penekanan tersebut. ?Yang nyebut (ditekan, Red) ditanya saja,? ujar politisi asal Surabaya tersebut.

Djamal mengatakan tidak pernah mengikuti pertemuan yang melibatkan Miryam. Dia pun mempertanyakan siapa pihak yang ditekan dan menekan. ?Sopo yang ditekan?,? tanya balik mantan pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut.

?Tadi hanya ditanya soal Setya Novanto saja,? imbuhnya. (lum/tyo/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!