Nasional
Share this on:

Aksi di Bima Diinstruksikan Kelompok Santoso

  • Aksi di Bima Diinstruksikan Kelompok Santoso
  • Aksi di Bima Diinstruksikan Kelompok Santoso

JAKARTA - Setelah dua terduga teroris tewas tertembak di Bima, masih ada dua orang lain yang dikejar. Keduanya melarikan diri ke arah Gunung Rite Asakota, Bima.

Polri memastikan bahwa kelompok tersebut beraksi atas instruksi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso, sebelum dia tewas dalam pengejaran berbulan-bulan di Poso. Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, setelah dua terduga teroris bernama Amir alias Yance dan Yaman tewas ditembak Densus 88, dua terduga lainnya yang pernah menembak dua anggota polisi pada 11 September lalu bisa meloloskan diri.

”Ada barang bukti dua pucuk senjata api rakitan yang disita,” tuturnya kemarin.

Dia mengatakan, sudah dianalisis antara senjata yang disita dengan proyektil peluru yang ditembakkan ke polisi di Bima. Hasilnya, antara senjata dengan proyektil cocok.

”Artinya, memang mereka pelakunya,” tegasnya.

Terkait dari mana senjata rakitan itu didapat, Setyo mengaku masih mendalaminya. ”Itu senjata kami cek dari mana didapatkan. Apakah dibawa dari Poso atau dari tempat lain,” paparnya.

Dugaan awal, kelompok teror di Bima itu terhubung dengan kelompok Santoso. Bahkan, kelompok di Bima ini mendapatkan instruksi dari kelompok Santoso yang saat ini diketahui masih tujuh orang. ”Memang link kuatnya ke Poso,” ujarnya.

Bahkan, terdeteksi terduga teroris itu sering bolak balik Poso-Bima. ”Antara yang Poso dan Bima ini masih kurang jelas identitasnya yang mana,” ujar mantan Wakabaintelkam tersebut.

Dugaan keterhubungan antara Poso dan Bima makin kuat melihat modus yang dilakukan mirip. Mereka melarikan diri ke daerah pegunungan untuk mempersulit petugas dan mencoba bertahan hidup di sana.

”Kemungkinan bergeser dari posisi pegunungan itu tipis. Mereka ingin bertahan hidup di sana,” ujarnya lagi.

Istri kedua Santoso merupakan warga asli Bima. Dia bahkan sempat mengikuti Santoso dalam pelarihan di Bukit Biru, Poso. Kelompok Santoso kemungkinan memiliki hubungan ideologis dengan kelompok di Bima. (idr/oki/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Perencana Teror Kantor Polisi Ditangkap

Dua Perencana Teror Kantor Polisi Ditangkap

Densus 88 Anti Teror berhasil menangkap dua terduga teroris perencana aksi teror pada Polres Dharmasraya.


Dua Terduga Teroris Muncul, Polres Dharmasraya Terbakar

Dua Terduga Teroris Muncul, Polres Dharmasraya Terbakar

Aksi teror dengan modus baru terjadi di Polres Dharmasraya kemarin dinihari (12/11).


Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Memasuki hari keempat penyekapan 1.300 orang warga desa Banti, Timika, Papua, TNI dan Polri belum bisa menjalin komunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata.


Penembakan Bima, Polisi Amankan 4 Orang yang Diduga Teroris

Penembakan Bima, Polisi Amankan 4 Orang yang Diduga Teroris

Aksi penembakan diduga dilakukan kelompok teror menyasar dua anggota polisi di Bima, kemarin.


Wah... Lima Politisi Diduga Tekan Miryam Cabut BAP

Wah... Lima Politisi Diduga Tekan Miryam Cabut BAP

Indikasi adanya kepentingan kelompok legislatif dalam pengungkapan kasus KTP-el terus menyeruak di persidangan Miryam S. Haryani.


Jelang Agustusan, Polisi Deteksi Pergerakan Teroris

Jelang Agustusan, Polisi Deteksi Pergerakan Teroris

Menjelang hari kemerdekaan 17 Agustus, Polri berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi teror.


Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat

Pembacokan Hermansyah, Polisi Buktikan Tak Ada Keterlibatan Aparat

Polisi mematahkan asumsi dari beberapa kelompok yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan polisi dalam kasus Hermanysah.


Gatot Sebut 16 Titik Rawan Ancaman ISIS

Gatot Sebut 16 Titik Rawan Ancaman ISIS

Konflik Marawi, Mindanao, Filipina membuka peluang kelompok teroris terafiliasi ISIS masuk Indonesia.


Jokowi: Lihat Saja

Jokowi: Lihat Saja

Presiden Jokowi berpendapat bahwa aksi protes berulang seperti Aksi Simpati 55 dia anggap sebagai urusan yang tidak produktif.


Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Fuad Bawazier: Energi Bangsa Bukan untuk Urus Seseorang

Aksi Bela Islam 55, Jumat (5/5) kemarin, terbukti berjalan aman, damai, dan tertib sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, yakni 411 dan 212.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!