Nasional
Share this on:

Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

  • Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik
  • Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

JAKARTA - Enam jam Amien Rais diperiksa sebagai saksi kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet kemarin. Begitu keluar dari ruang penyidik di Mapolda Metro Jaya, mantan ketua MPR itu mengaku sangat dihormati dan dimuliakan.

“Ada 30 pertanyaan yang diberikan. Memang waktunya enam jam (pemeriksaan, red), tetapi sebetulnya hanya setengahnya dari waktu itu,” katanya.

Ketika makan siang, lanjut Amien, penyidik juga membawakannya gudeg, makanan khas Jogjakarta, kota tempat dia berdomisili. “Jadi pemeriksaan tadi berlangsung sangat enak," ucapnya.

Sikap itu agak berbeda dengan sebelum dia masuk ruang penyidik. Dia mengatakan, alasannya mangkir pada saat pertama kali dipanggil karena ada yang janggal. "Saya menemukan ada hal dimana pemanggilan itu dilakukan pada 2 Oktober lalu, sedangkan Ratna ditangkap pada 4 Oktober. Bagaimana bisa orang belum ditangkap bisa memberi keterangan," jelas dia.

Selain itu menurut dia, pada pemanggilan yang pertama pihaknya sempat mengoreksi nama lengkap dirinya yang seharusnya tertulis Muhamad Amien Rais. Tetapi, koreksi yang diberikan pihaknya tidak digubris.

Menurut Amien, yang juga disampaikan sebelum pemeriksaan, manusia mampu merekayasa kasus dirinya. Tetapi, ada kekuatan Tuhan yang mampu mengubah hal tersebut.

Dalam keterangan lanjutan setelah diperiksa, Amien mengatakan, seluruh pertanyaan yang diajukan tidak ada yang bersifat menjebak. Semua bisa dia jawab dengan baik. "Enggak ada pertanyaan yang muter-muter. Pemeriksaan tadi berlangsung dengan canda dan tawa," ucap dia.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menerangkan, terkait kejanggalan yang disebut Amien, pada 2 Oktober, kasus Ratna sudah naik ke tingkat penyidikan berdasarkan laporan polisi.

"Jadi, dasarnya jangan penangkapan Bu Ratna Sarumpaet. Tanggal 2 itu muncul LP (laporan polisi)," katanya.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, dia menegaskan kalau pemanggilan Amien sudah sesuai dengan prosedur, semua pemeriksab telah dijalankan sebagaimana mestinya oleh penyidik.

Amien diperiksa sebagai saksi oleh pihak Kepolisian atas kasus Ratna Sarumpaet yang sempat mengaku dianiaya di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Tapi, berdasarkan temuan polisi, yang kemudian juga diakui Ratna, lebam di wajahnya merupakan efek operasi plastik. Pemanggilan Amien kemarin, merupakan pemanggilan yang kedua.

Sementara itu, rencananya hari ini Bawaslu akan mulai memanggil para pelapor kasus hoax Ratna yang disampaikan ke lembaga tersebut. Hingga kemarin, ada tiga pihak yang mengajukan laporan, yakni, Tim Kampanye Nasional Jokowi-ma’ruf, Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), dan Projo.

’’Ya, (dipanggil untuk) klarifikasi,’’ terang Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja kemarin.

Hanya dia belum bisa memastikan siapa saja di antara ketiga pihak itu yang akan dipanggil terlebih dahulu. Nantinya, setelah tuntas pemeriksaan terhadap para pelapor, baru pihaknya memanggil Ratna selaku terlapor. (bry/byu/ttg/jpg)

Berita Sebelumnya

Pemerintah Labil Kenaikan Harga BBM
Pemerintah Labil Kenaikan Harga BBM

Berita Berikutnya

KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal
KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

Berita Sejenis

Sofyan Basir Diperiksa KPK Lagi

Sofyan Basir Diperiksa KPK Lagi

Sudah tiga kali Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Mensos Diperiksa KPK 11 Jam

Mensos Diperiksa KPK 11 Jam

Keterlibatan Mensos Idrus Marham dalam pusaran dugaan korupsi kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1 terus dikejar KPU.


Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

Guna mendalami kasus dugaan korupsi PLTU Mulut Tambang Riau 1, KPK memanggil Mensos Idrus Marham dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir.


Ada 2 SPDP, Ombudsman Periksa Novel Baswedan

Ada 2 SPDP, Ombudsman Periksa Novel Baswedan

Komisioner Ombudsman RI (ORI) Andrianus Meliala memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, kemarin (15/5).


Mengaku Kalah, Najib Tak Beri Selamat

Mengaku Kalah, Najib Tak Beri Selamat

Angin perubahan itu bernama Pilihan Raya Umum (PRU) 14.


Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Sudah Setahun, Kasus Novel Masih Gelap

Kabut misteri masih menyelimuti kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.


BRI Sudah Ganti Uang Nasabah

BRI Sudah Ganti Uang Nasabah

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengaku telah mengganti semua uang nasabah yang hilang secara misterius.


Komnas HAM Periksa Novel 7 Jam

Komnas HAM Periksa Novel 7 Jam

Penyidik senior Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan awal di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).


Penyidik Polri Datangi Rumah Novel

Penyidik Polri Datangi Rumah Novel

Belum genap sepekan berada di tanah air, Novel Baswedan sudah harus berurusan dengan penyidik Polda Metro Jaya.


Diduga Korupsi, Bupati Lamteng Diperiksa Silang

Diduga Korupsi, Bupati Lamteng Diperiksa Silang

Pemeriksaan terhadap Bupati (nonaktif) Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa kian intensif dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!