Nasional
Share this on:

Awas... Difteri Mudah Menular dan Berbahaya

  • Awas... Difteri Mudah Menular dan Berbahaya
  • Awas... Difteri Mudah Menular dan Berbahaya

PONTIANAK - Penularan difteri relatif mudah. Melalui percakapan langsung dengan penderita difteri dapat menyebabkan penularan.

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Andy Jap, penularan difteri bisa terjadi karena terkena percikan air liur.

“Jika ada penderita duduk bersebelah dengan yang tidak menderita, lalu batuk atau terkena percikan air liurnya. Atau percikan batuk jatuh ke lantai dan tersentuh lalu lupa membasuh bisa juga tertular,” katanya ketika ditemui dikantornya, kemarin.

Andy menuturkan, apabila tidak ditangani secara cepat difteri bisa menyebabkan kematian. Sebaliknya, penyakit ini juga bisa disembuhkan. Difteri dikategorikan penyakit berbahaya jika tidak segera ditangani.

Meski belum tergolong kejadian luar biasa (KLB), Andy meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada. Masyarakat harus mengetahui cara penularan dan gejalan difteri. Gejala paling khas yakni demam, disertai batuk dan sesak napas. Kemudian di tenggorokan ada selaput keputihan dan leher ada pembengkakan kelenjar. “Itu ciri khas difteri dan masyarakat harus tahu,” pinta Andy.

Jika menemukan kerabat atau warga dalam kondisi seperti itu, maka diperlukan penanganan cepat agar bisa tertolong. Jika tidak, nyawa penderita bisa melayang. “Jika cepat penanganannya, masih bisa tertolong, kalau terlambat cukup sulit karena bisa menyebabkan kematian,” kata Andy.

Dikatakan dia, satu-satunya cara pencegahan penularan penyakit ini ialah dengan imunisasi. Imunisasi seharusnya diberikan sejak bayi sebagai kekebalan terhadap difteri. Tiga kali pada usia 0-1 tahun. Kemudian diulang lagi pada usia 1-5 tahun dan saat SD diulangi.

“Jadwal itu harus terpenuhi semua, maka bisa kebal terhadap difteri. Jika imunisasi tak lengkap bisa penularan karena umumnya setelah ditelusuri penyebab merebaknya difteri karena imunisasi tidak lengkap bahkan ada yang nol,” terangnya.

“Jika setelah imunisasi ada gejala demam itu wajar karena efek samping imunisasi, tapi manfaatnya banyak,” timpal Andy.

Jika sudah terjadi satu orang yang positif difteri, maka langkah yang dilakukan Dinkes dengan menggelar imunisasi massal atau disebut Outbreak Response Immunization (ORI). Pemberian imunisasi ini dilakukan pada warga dari usia 0 hingga 19 tahun. “Tidak lagi memandang sudah atau belum diberikan semua, tapi diberikan imunisasi massal. Di Kubu raya kemarin sudah dilakukan dan diberikan sekitar 300 orang,” ujar dia.

Capaian imunisasi di Kalbar belum sampai pada angka ideal 90 persen. Karena masih sekitar 75-80 persen. “Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk imunisasi sebagai upaya pencegahan penyebaran difteri,” ungkapnya.

Berdasarkan data tahun 2017, di Kalbar ada delapan yang menunjukkan gejala difteri. Sementara dari pemeriksaan laboratorium, satu penderita dinyatakan positif difteri. Namun saat ini sudah meninggal dunia. Kasus tersebut terjadi Juni 2017 di Sungai Rengas, Kubu Raya. Baru-baru ini juga ditemukan seorang suspect difteri di Kabupaten Sintang.

Dikutif dari Jawa Pos, sejumlah kalangan meragukan ketersediaan faksin difteri secara nasional. Namun Bio Farma membantahnya. Mereka memastikan dapat memenuhi kebutuhan vaksin yang memiliki komponen difteri untuk program outbreak response immunization (ORI) KLB difteri.

Suntikan imunisasi difteri dalam program ORI itu dilakukan pada Desember 201, Januari 2018, dan Juli 2018. Khusus untuk Desember ini, Bio farma menambah stok faksin diteri sebanyak 137 ribu vial. Perinciannya adalah 35 ribu vial untuk vaksin DT 10ds dan 102 ribu vial vaksin Td 10ds.

Sementara untuk tahun depan, Bio Farma juga memproduksi lebih banyak vaksin yang mengandung komponen difteri. Di luar produksi untuk program wajib imunisasi difteri, Bio Farma akan menambah pasokannya. Perinciannya adalah 1,2 juta vial vaksin DT 10ds, juta vial vaksin Td 10ds, dan 4 juta vial vaksin DTP-Hb-Hib.

Head of Corporate Communications Bio Farma Nurlaela Arief mengatakan kapasitas produksi vaksin di Bio Farma cukp beasr. “Total kapasitas (produksi, red) seluruh jenis vaksin 2 miliar dosis per tahun,” jelasnya, Kamis (21/12).

Dia mengatakan papasitas itu sangat besar. Terkait prioritas penggunaan vaksin, perempuan yang akrab disapa Lala itu mengatakan, Bio Farma sangat prioritaskan kebutuhan dalam negeri.

Selain itu Lala menjelaskan, Bio Farma menyumbang 700 vial anti difteri serum (ADS) senilai Rp 1,2 miliar. ADS itu untuk pengobatan penderita yang sudah terkena difteri. “Kalau vaksin untuk pencegahan. Diberikan bagi yang belum terpapar,” jelasnya.

Khusus untuk menjalankan program ORI di Desember 2017, total kebutuhan pemerintah adalah 130 ribu vial vaksin DT 10ds, 760 vial vaksin Td, dan 1,4 juta vial vaksin DTP-Hb-Hib. Dari jumlah itu Bio Farma menambahkan pasokan 35 ribu vial vaksin DT 10ds dan 102 ribu vial vaksin Td 10ds. Sementara untuk vaksin DTP-Hb-Hib stoknya masih banyak.

Bio Farma boleh saja menyebut vaksin tersedia. Tetapi pada kenyataannya ada masyarakat yang harus antre beberapa hari bahkan sampai sebulan untuk mendapatkan vaksin difteri. Khususnya vaksin difteri Td yang diberikan kepada remaja berusia 19 tahun ke atas.

Diantaranya diceritakan oleh Yunki Sofyan, 63, warga Jakarta. Dia mengatakan sudah menunggu sekitar satu bulan untuk mendapatkan vaksin difteri untuk anaknya yang sudah remaja. Yunki berharap pemerintah bisa turun tangan untuk menyediakan stok vaksin. “Saya ini antri untuk membeli vaksinnya,” jelasnya. Dia mengatakan, saudaranya di Bandung juga antre untuk mendapatkan vaksin difteri.

Menurut Yunki minimnya stok ketersediaan vaksin menunjukkan lemahnya antisipasi pemerintah. Dia mengaku heran, sebab vaksin difteri adalah vaksin wajib. Sehingga cukup aneh jika sampai stoknya tidak tersedia.

Selain itu, Yunkin berharap pemerintah mengevaluasi sistem pembinaan pegawai. Khususnya tenaga fungsional di sektor kesehatan. Menurut dia, saat ini tunjangan pegawai fungsional sangat kecil. Sehingga mereka tidak maksimal dalam menjalankan program-program prioritas. Seperti jemput bola mendatangi masyarakat untuk memberikan vaksin.

Menurutnya, menjadi pegawai di Indonesia lebih nikmat di struktural. Sebab tunjangan remunerasinya besar. Sedangkan bagi para pegawai fungsional yang memiliki peran besar, penghasilannya kalah dibandingkan pegawai struktural.

Dia berharap ke depan pegawai-pegawai fungsional di sektor kesehatan diperhatikan. Sehingga program-program penting seperti vaksin wajib bisa benar-benar berjalan. (riz/jpg)

Berita Sebelumnya

PNS Bekasi Dilarang Cuti Akhir Tahun
PNS Bekasi Dilarang Cuti Akhir Tahun

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

PKB Nomor 1, Demokrat S14P

PKB Nomor 1, Demokrat S14P

Fungsionaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semringah meninggalkan gedung KPU tadi malam (18/2).


Penderita Penyakit Langka Mayoritas Anak-anak

Penderita Penyakit Langka Mayoritas Anak-anak

Sekitar 75 persen penderita penyakit langka adalah anak-anak. Dan 30 persen penderitanya adalah anak-anak di bawah 5 tahun.


Nyalon Lagi, Bupati Subang Malah Ditangkap KPK

Nyalon Lagi, Bupati Subang Malah Ditangkap KPK

Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah dan calon kepala daerah terulang lagi.


Masih Ada Kebakaran Hutan, Kapolda/Pangdam Dicopot

Masih Ada Kebakaran Hutan, Kapolda/Pangdam Dicopot

Penanganan dan pencegahan peristiwa kebakaran hutan dan lahan di tahun 2018 dilakukan lebih awal.


KPK Segera Tahan Zumi Zola

KPK Segera Tahan Zumi Zola

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli sebagai tersangka perkara dugaan gratifikasi dan suap.


Sembunyikan Senjata, Empat Terduga Teroris Ditangkap

Sembunyikan Senjata, Empat Terduga Teroris Ditangkap

Densus 88 Antiteror secara berantai menangkap empat terduga teroris di Banyumas dan Temanggung, Jawa Tengah, kemarin.


Rumorsnya Zumi Zola Sudah Jadi Tersangka Suap

Rumorsnya Zumi Zola Sudah Jadi Tersangka Suap

“Nyanyian” tiga anak buah Gubernur Jambi Zumi Zola, yakni Erwan Malik, Arfan, dan Saipuddin akhirnya berbuntut.


Ini Dua Suplemen yang Mengandung Babi

Ini Dua Suplemen yang Mengandung Babi

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kemarin (31/1) merilis dua suplemen yang mengandung DNA babi.


Purnama dan Gerhana Bulan Bisa Picu Gempa

Purnama dan Gerhana Bulan Bisa Picu Gempa

Fenomena gerhana bulan total nanti malam, selain langka juga dibumbui dengan kabar dapat terjadinya gempa bumi.


Super Blue Blood Moon Cantik tapi Harus Waspada

Super Blue Blood Moon Cantik tapi Harus Waspada

Fenomena supermoon dan bluemoon yang berbarengan dengan gerhana bulan total bakal berlangsung besok (31/1).



Berita Hari Ini

hari pers

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!