Nasional
Share this on:

Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

  • Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online
  • Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

JAKARTA - Pemerintah berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok sejauh ini. Hal lain yang tidak kalah penting, transportasi selama periode mudik, juga terus dipersiapkan pemerintah. Tol trans Jawa terus dikebut penyelesaiananya. Armada pengangkut juga terus diperbaiki.

Untuk pemudik yang akan menggunakan transportasi umum, sebaiknya membeli tiket angkutan jauh-jauh hari. Tiket pesawat akan lebih murah bila dibeli lebih awal. Pun demikian halnya untuk angkutan darat.

Karena tiket kereta api regular dan tambahan untuk lebaran hingga 16 Juni sudah terjual habis, bus bisa menjadi alternatif. Apalagi, membeli tiket bus bisa lebih mudah melalui aplikasi.

Public Relations Manager Traveloka Busyra Oryza menyebutkan, layanan pemesanan tiket bus online menunjukkan tren peningkatan. Kota di pulau Jawa seperti Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya, menjadi tujuan favorit pengguna tiket bus online.

”Kami melihat pertumbuhan pemesanan tiket bus cukup positif di mana untuk periode Lebaran lebih tinggi 2 kali lipat dibanding hari-hari biasa,'' ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Ketua DPD Organda Jawa Timur Busairi Mustafa mendorong calon penumpang bus menggunakan aplikasi online untuk melakukan pembelian. Selain lebih mudah, penumpang akan mendapatkan kepastian harga, jadwal berangkat, maupun nomor kursi.

Dari sisi pengusaha, pemilik PO Menggala itu menilai aplikasi penjualan tiket bus online juga sangat membantu. Mereka mengecek langsung penjualan tiket secara realtime. ’’Tidak ada lagi patgulipat antara sopir, kondektur, dan penumpang,’’ jelasnya.

Mustafa menuturkan, perusahaannya sudah setahun belakangan menjalankan sistem penjualan tiket online. Salah satunya lewat Bosbis. Di websitenya sendiri, Menggala juga menyediakan layanan penjualan tiket secara online ke dua destinasi. Masing-masing Malang dan Singaraja.

Penjualan online itu mendampingi penjualan offline yang masih dilakukan perusahaan Mustafa. Ke depan, dia yakin akan semakin banyak calon penumpang yang membeli secara online. ’’Pembeliannya sekitar 40 persen (porsi pembeli melalui online),'' ungkap Mustafa. (lyn/agf/byu/ang/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

MK Tolak Ojek Jadi Angkutan Umum

MK Tolak Ojek Jadi Angkutan Umum

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pengemudi ojek online yang ingin menjadikan ojek sebagai transportasi umum.


Angka Golput Masih Tinggi

Angka Golput Masih Tinggi

KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada serentak 2018 bisa mencapai 77,5 persen.


Pemudik Roda Dua dan Pribadi Turun

Pemudik Roda Dua dan Pribadi Turun

Puncak arus mudik pertama yang diperkirakan Kementerian Perhubungan bisa dianggap lancar. Jumlah pemudik dengan kendaraan roda dua pun berkurang.


Pelaku Candaan Bom Bisa Dipenjara

Pelaku Candaan Bom Bisa Dipenjara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memberi tindakan tegas berupa tuntutan hukum terhadap pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom.


Kejar Target, Lusa RUU Terorisme Diketok

Kejar Target, Lusa RUU Terorisme Diketok

Pembahasan RUU Antiterorisme terus dikebut. DPR menarget Jumat akhir pekan ini atau lusa (25/5) sudah bisa membawa RUU tersebut ke paripurna untuk kemudian dike


Jangan Kuatir, Kartu Seluler Lama Anda Masih Bisa Diregistrasi

Jangan Kuatir, Kartu Seluler Lama Anda Masih Bisa Diregistrasi

Registrasi kartu seluler memang telah berakhir pada 30 April lalu.


323.669 Orang Berebut Sekolah Kedinasan

323.669 Orang Berebut Sekolah Kedinasan

Pendaftaran sekolah kedinasan yang terpusat dan online resmi ditutup Senin malam (30/4) lalu.


Pelaku Penyadapan Rini-Sofyan Bisa Diketahui

Pelaku Penyadapan Rini-Sofyan Bisa Diketahui

Kasus penyadapan percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basyir segera bergulir di kepolisian.


Tak Bisa Lagi Andalkan Devisa

Tak Bisa Lagi Andalkan Devisa

Rupiah yang melemah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Bank Indonesia (BI) semakin aktif melakukan intervensi pasar.


Server UNBK Down, Kemendikbud Berkilah karena Peserta Lebih Banyak

Server UNBK Down, Kemendikbud Berkilah karena Peserta Lebih Banyak

Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di beberapa daerah molor. Peserta ujian tak bisa mengakses soal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!