Nasional
Share this on:

Bareskrim Terapkan Teknologi Identifikasi Wajah

  • Bareskrim Terapkan Teknologi Identifikasi Wajah
  • Bareskrim Terapkan Teknologi Identifikasi Wajah

JAKARTA - Buronan atau orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) akan semakin sempit ruang geraknya. Pasalnya, Bareskrim akan segera menerapkan facial recognition system atau sistem pengidentifikasi wajah. Pilot project sistem pengidentifikasi wajah itu akan segera diterapkan di Bareskrim.

Kedepan diharapkan, teknologi tersebut bisa diaplikasikan pada semua ruang publik seperti, pelabuhan, bandara dan terminal. Dengan sistem tersebut, penegak hukum akan lebih mudah dalam mengejar para buronan.

Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, sistem pengidentifikasi wajah ini bekerja menggunakan sejumlah peralatan. Yakni, kamera high density yang terhubung dengan bank data wajah yang diambil dari data perekaman e-KTP. ”Kamera itu akan merekam semua wajah dari orang yang berlalu lalang,” tuturnya.

Data wajah itu, dalam waktu yang singkat dicocokkan dengan semua foto DPO yang ada di bank data wajah. Pencocokannya itu hanya dalam hitungan detik, sehingga bila ada DPO diketahui tentu belum jauh lokasinya dari titik awal terekam. ”Saat itulah tinggal petugas yang akan bekerja menangkap DPO tersebut,” paparnya.

Tidak hanya dengan bank data wajah, namun teknologi tersebut juga akan terhubung dengan bank data e-KTP. Dengan begitu, akan dengan mudah dikenali siapa saja yang terekam dalam kamera tersebut. ”Rencananya, kalau bisa tahun ini diterapkan,” tuturnya ditemui di kantor Bareskrim lantai 2 kemarin.

Dengan sistem tersebut, maka hampir semua kasus akan terbantu. Dari kasus pidana umum hingga terorisme. ”Penegak hukum sangat memerlukannya,” terang jenderal berbintang tiga tersebut.

Namun, untuk awalan akan dilakukan pilot project di Bareskrim. Sehingga, sistem itu akan bisa mengenali siapa saja yang beraktivitas di Bareskrim. ”Baru kemudian secara bertahap ke semua ruang publik, seperti bandara, terminal dan stasiun,” terang mantan Kapolda Sulawesi Tengah tersebut.

Teknologi pengidentifikasi wajah itu sudah diterapkan di banyak negara. Salah satunya, Tiongkok. Tidak hanya digunakan dalam bidang keamanan, bahkan sistem tersebut juga digunakan dalam bidang perbankan. Pembayaran sebuah transaksi bisa dilakukan menggunakan teknologi pengidentifikasi wajah.

Pemerintahan Australia juga diketahui sedang berupaya menerapkan teknologi pengidentifikasi wajah. Namun, penggunaannya lebih spesifik, yakni untuk menangani masalah terorisme di negara kangguru tersebut.

Ari Dono mengatakan, memang di luar negeri teknologi ini sudah dikembangkan. Maka, Indonesia juga berupaya untuk bisa mengembangkannya. penggunaan teknologi ini jelas sangat efektif dalam rangka menciptakan keamanan. ”Tidak hanya untuk DPO, untuk pelaku kejahatan yang terekam juga langsung diketahui identitasnya lho,” paparnya.

Sementara Kepala Pusat Inafis (Kapus Inafis) Polri Brigjen Hudi Suryanto menjelaskan, memang data foto yang digunakan itu berasal dari perekaman e-KTP. Namun, foto itu masih kurang, perlu ditambah dari kiri, kanan dan atas wajah,” tuturnya.

Penggunaan kamera high density memang sengaja dipilih, bukan seperti closed circuit television (CCTV). Perbedaannya, jika menggunakan CCTV, bila dizoom wajah itu akan kabur atau tidak jelas.

”Tapi, kalau kamera high density walau dizoom beberapa kali masih sangat jelas. Perbedaan kualitas itu yang membuatnya dipilih dalam teknologi ini,” ungkap jenderal berbintang satu tersebut kemarin.

Untuk pencocokan wajahnya, teknologi yang digunakan adalah bio metric system atau sistem yang mengukur karakteristik individu. Terutama, untuk karakteristik wajah. ”Jadi, sistem ini memiliki ukuran yang jelas,” paparnya.

Sistem tersebut tidak hanya bekerja dengan basis data foto. Menurutnya, ada juga DPO yang fotonya tidak dimiliki. Maka, untuk menggantikannya akan ada teknologi sketsa wajah.

Teknologi sketsa wajah ini juga bisa diterapkan untuk pelaku kejahatan yang terekam melakukan pelanggaran. ”Kan bisa jadi wajah yang terekam kamera itu tidak sempurna, sketsa ini menjadi back up,” paparnya. (idr/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kaget Melihat Wajah Setnov “Berhijab” Selimut

Kaget Melihat Wajah Setnov “Berhijab” Selimut

Indikasi adanya rekayasa dalam perawatan Setya Novanto (Setnov) di Rumah Sakit Medika Permata Hijau 16 November tahun lalu semakin terang.


Loloskan Paslon, Ketua Panwaslu dan Anggota KPUD Garut Ditangkap

Loloskan Paslon, Ketua Panwaslu dan Anggota KPUD Garut Ditangkap

Korupsi telah menggerogoti penyelenggara pemilu. Satgas Anti Money Politic Bareskrim Polri menangkap dua penyelenggaran pemilu Sabtu (24/2) lalu.


Diperiksa, Ustad Zulkifli Bingung

Diperiksa, Ustad Zulkifli Bingung

Kemarin (18/1) Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim memeriksa Ustad Zulkifli Muhammad Ali karena dugaan pidana ujaran kebencian.


Jenderal Asal Tegal Itu Pamitan Sebelum Sertijab

Jenderal Asal Tegal Itu Pamitan Sebelum Sertijab

Senyum lepas tampak dari wajah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Komando Armada kawasan Timur (Koarmatim).


Kelangkaan Gas Melon Mulai Diselidiki Polisi

Kelangkaan Gas Melon Mulai Diselidiki Polisi

Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah daerah membuat Bareskrim turun tangan.


Gaji Naik, Permintaan Tenaga IT Meningkat

Gaji Naik, Permintaan Tenaga IT Meningkat

Pada tahun 2018, permintaan terhadap tenaga teknologi dan informatika (IT) akan semakin tinggi.


Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan

Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan

Identifikasi korban kebakaran Pabrik Kembang Api PT. Panca Buana Cahaya Sukses (PT. PCBS) di Tangerang Banten menunjukkan progres yang signifikan.


Anies-Sandi Diskusikan Wajah Jakarta dengan Jokowi

Anies-Sandi Diskusikan Wajah Jakarta dengan Jokowi

Pembangunan DKI Jakarta menjadi bahasan utama saat Presiden Joko Widodo memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno kemarin (25/10).


Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

Bareskrim terus berupaya mengumpulkan aset Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang diduga dibeli dengan uang jamaah.


Saksi Kunci Polisi, Tak Dikenali Ketua RT Lingkungan Novel

Saksi Kunci Polisi, Tak Dikenali Ketua RT Lingkungan Novel

Langkah Polri merilis sketsa wajah Mr X, terduga pelaku penyiraman asam sulfat terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, memang patut diapresiasi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!