Nasional
Share this on:

Begini Model Baru Perhitungan Skor Ujian SBM PTN

  • Begini Model Baru Perhitungan Skor Ujian SBM PTN
  • Begini Model Baru Perhitungan Skor Ujian SBM PTN

**** - Siswa SMA/MA yang mulai ujian hari ini, diantaranya ada yang berniat masuk PTN. Salah satunya melalui saringan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN). Untuk informasi panitia menetapkan skema perhitungan atau penilaian baru ujian tulis SBM PTN.

Perhitungan nilai SBM PTN tidak lagi seperti selama ini. Yakni skor dihitung dengan sistem benar dapat skor plus empat (+4), salah minus satu (-1), dan tidak jawab nol (0).

Sekretaris panitia SBM PTN 2018 Joni Hermana mengatakan perubahan sistem atau skema perhitungan skor ujian tulis SBM PTN merupakan hasil pertemuan beberapa rektor PTN beberapa hari lalu. Pertemuan itu khusus membahas soal evaluasi pelaksanaan ujian tulis SBM PTN selama ini.

Dalam pertemuan itu dibahas bahwa selama ini banyak siswa yang diterima atau lolos SBM PTN karena nilai totalnya tinggi. Namun ternyata nilai tinggi bukan dari materi ujian yang sesuai dengan program studi (prodi) pilihannya. ’’Misalnya masuk prodi fisika, ternyata nilai IPA-nya itu kecil. Tertapi tertolong (dari nilai, red) dari materi ujian yang bukan dari prodi itu,’’ jelasnya saat dihubungi kemarin.

Pria yang juga Rektor ITS Surabaya itu mengatakan anak tersebut mendapatkan nilai tinggi ternyata karena nilai bahasa Inggris atau bahasa Indonesia bagus. Sehingga jika diakumulasikan nilai akhir SBM PTN-nya tinggi. Tetapi siswa tadi tidak menguasi bidang IPA. Padahal prodi yang dia pilih adalah fisika.

Nah untuk mengatasi persoalan tersebut, para rektor di majelis rektor perguruan tinggi negeri Indonesia (MRPTNI) memutuskan harus ada skema atau sistem perhitungan nilai SBM PTN yang lebih baik. Yakni sistem perhitungan atau penilaian yang bisa mencermintaan kemampuan pelamar SBM PTN.

Ketika ada siswa yang melamar prodi fisika, nilai ujian tulis untuk fisika atau IPA harus baik. Tidak boleh lolos karena nilainya dikatrol materi ujian lainnya.

Secara teknis nanti panitia akan memberi indeks atau bobot nilai untuk masing-masing butir soal ujian. Untuk seluruh soal, akan terbagi soal kategori mudah, sedang, dan sukar. Untuk masing-masing kategori itu memiliki nilai indeks atau bobot berbeda-beda.

Hanya saja sampai saat ini panitia belum memutuskan persentase soal yang mudah, sedang, hingga sukar. ’’Jadi nanti pokoknya diisi aja semuanya,’’ kata dia. Dalam waktu dekat panitia SBM PTN akan mengumumkan secara resmi sistem baru penilaian atau scoring ujian.

Harapannya calon peserta ujian nanti tidak bingung. Dia mengatakan tahun lalu jumlah pelamar SBM PTN berkisar 800 ribu orang. Tahun ini dia memperkirakan jumlahnya masih relatif sama.

Dengan skema atau sistem baru penilaian ujian SBM PTN itu, siswa tidak bisa lagi bergantung dengan soal-soal yang dianggap mudah. Selama ini salah satu trik mengerjakan ujian SBM PTN adalah mengerjakan soal yang dianggap mudah dan yakin benar terlebih dahulu.

Entah soal itu nyambung dengan prodi yang akan dipilih atau tidak. Pertimbangannya adalah untuk setiap soal yang benar, bobotnya adalah empat poin (+4).

Saat ini rangkaian proses SBM PTN masih tahap pendaftaran untuk peserta ujian tulis berbasis cetak (UTBC). Tahap ini dibuka sejak 5 April hingga 27 April nanti. Sementara pendaftaran SBM PTN untuk ujian tulis berbasis komputer (UTBK) akan dilaksanapan pada 18 April sampai 27 april. Sementara pelaksanaan ujian untuk UTBC maupun UTBK digelar serentak pada 8 Mei nanti.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mendukung penerapan sistem baru penilaian atau scoring ujian SBM PTN itu. Sebab bagi dia harus ada korelasi atau keterkaitan antara minat dan bakat siswa dengan prodi yang dipilih. Jangan sampai ada siswa yang lulus prodi tertentu, padahal dia tidak minat dan bakat di prodi tersebut.

Indra menjelaskan melalui konsistensi antara minat dan bakat dengan prodi yang dipilih itu juga untuk kemudahan siswa dalam menjalankan studi. Dia tidak ingin ada mahasiswa yang justru tertekan, misalnya mengikuti perkuliahan yang ternyata terlalu berat atau tidak sesuai bakat dan minatnya.

Selain itu Indra juga menyoroti gagasan Menristekdikti Mohamad Nasir untuk membawa semangat era industri 4.0 di kampus. ’’Saya melihat Kemenristekdikti masih bingung. Mau diapakan 4.0 itu di kampus,’’ jelasnya.

Dia menegaskan yang terpenting adalah menyiapkan mahasiswa supaya siap menyongsong perkembangan zaman di era revolusi industri 4.0. Bukan sebatas menjalankan kuliah online sebanyak-banyaknya atau seluas-luasnya.

Indra menjelaskan penyiapan mahasiswa menghadapi era industri 4.0 adalah pada kurikulumnya. Diantara kriteria mahasiswa yang siap menghadapi era industri 4.0 adalah kreatif dan tidak suka didikte. Sayangnya selama ini iklim perkuliahan di kampus belum sepenuhnya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk itu. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK
Zumi Zola Akhirnya Ditahan KPK

Berita Sejenis

Nakal, Izin Empat Biro Umrah Dicabut

Nakal, Izin Empat Biro Umrah Dicabut

Maraknya kasus penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang nakal, Kementerian Agama menerbitkan aturan baru.


Status Wali Kota Malang Segera Diumumkan

Status Wali Kota Malang Segera Diumumkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih tarik ulur atas pengumuman penetapan tersangka baru calon kepala daerah (cakada) diluar operasi tangkap tangan (OTT).


Skema Pensiunan Baru, Gaji PNS Dipotong 15 Persen

Skema Pensiunan Baru, Gaji PNS Dipotong 15 Persen

Skema pembayaran tunjangan pensiun PNS saat ini yang berbasis pay as you go sudah banyak ditinggalkan.


Calon Jamaah Haji Meninggal Bisa Diganti Ahli Waris

Calon Jamaah Haji Meninggal Bisa Diganti Ahli Waris

Kementerian Agama (Kemenag) siap menerapkan regulasi baru pengisian kursi bagi calon jamaah haji (CJH) reguler yang meninggal.


Fredrich Tetap Tak Terima

Fredrich Tetap Tak Terima

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memasuki babak baru.


Tarif Listrik Dijanjikan Tak Naik Lagi

Tarif Listrik Dijanjikan Tak Naik Lagi

Kementerian ESDM tengah mempertimbangkan untuk mengkaji formula baru dengan memasukkan harga batu bara acuan (HBA) dalam penetapan tarif tenaga listrik.


Ongkos Haji Tahun Ini Rp35 Juta

Ongkos Haji Tahun Ini Rp35 Juta

Meski baru sebatas hitungan awal, calon jamaah yang berangkat tahun ini siap-siap antisipasi kenaikan ongkos haji.


Sekarang, PNS Bisa Cuti Dampingi Istri Melahirkan

Sekarang, PNS Bisa Cuti Dampingi Istri Melahirkan

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melansir aturan baru tentang tata cara pemberian cuti PNS.


USBN Delapan Mapel di SD Batal

USBN Delapan Mapel di SD Batal

Sedaianya ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di jenjang SD tahun ini terdiri dari delapan mata pelajaran (mapel).


Wow... Arus balik Liburan Tembus 104 Ribu Kendaraan

Wow... Arus balik Liburan Tembus 104 Ribu Kendaraan

Puncak arus balik pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017 terjadi kemarin (1/1).



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!