Nasional
Share this on:

Besok, Operasi SAR Dihentikan

  • Besok, Operasi SAR Dihentikan
  • Besok, Operasi SAR Dihentikan

JAKARTA - Pemerintah dan gabungan tim tanggap bencana memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besok (11/10) atau 13 hari pasca gempa dan tsunami yang melanda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil dalam rapat gabungan yang dipimpin oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada senin (8/10).

Pertimbangan tersebut diambil, selain karena masa tanggap darurat pertama sudah berakhir, sangat kecil sekali kemungkinan korban selamat ditemukan setelah lebih dari seminggu sejak bencana terjadi. Korban yang berhasik dievakuasi pada beberapa hari belakangan pun kondisinya sudah melepuh dan tidak dikenali. “Harus segera dikubur karena dikhawatirkan menimbulkan penyakit,” kata Sutopo kemarin (9/10).

Selain itu, evakuasi di wilayah-wilayah yang terkena likuifaksi yakni di Petobo, Balaroa, dan Jono Oge tidak dimungkinkan. Beberapa area lumpurnya masih basah. Alat berat biasa tidak bisa beroperasi. Sementara eskavator amfibi belum didapatkan.

Kondisi medan tidak memungkinkan karena ratusan rumah kondisinya sudah tenggelam dan tidak tampak di permukaan. Sehingga, evakuasi difokuskan pada rumah-rumah yang masih tampak di permukaan.

Bekas area perumahan di Balaroa, Petobo dan Jono Oge nantinya akan dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) berbentuk memorial park. “Akan didirikan monumen peringatan gempa dan tsunami 2018 untuk menjadi edukasi pada generasi selanjutnya,” kata Sutopo.

Sementara ribuan warga ketiga perumahan tersebut akan dibuatkan hunian sementara (huntara) lalu akan dibangunkan hunian tetap (huntap). Lokasi Huntap nantinya akan disediakan oleh bupati/walikota. “Tapi lokasinya akan diteliti dulu oleh para ahli apakah aman dari aktivitas seismik,” jelas Sutopo.

Gabungan Pemprov Sulteng, Pemda dari 4 kabupaten terdampak dan semua unsur penanggulangan akan melakukan rapat pada hari ini (10/10) untuk memutuskan apakah masa tanggap darurat akan diperpanjang atau tidak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan lokasi yang terkena likuifaksi pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akan dijadikan kuburan masal. Lantaran evakuasi korban yang kemungkinan masih tertimbun di lokasi tersebut dipastikan sulit. Alat berat yang dikerahkan ke lokasi di Petobo dan Balaroa ternyata mengalami kendala.

”Kemungkinan hidupnya boleh dibilang kecil sekali. Kecuali ada mukjizat ya. Karena itu maka, apalagi disana labil, kalau dihentikan ya dipasrahkan untuk dikuburkan disitu saja,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, kemarin (9/10).

JK yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin penanganan bencana di Sulawesi Tengah itu mengungkapkan mobil Hagglund milik PMI yang diterjunkan di lokasi juga mengalami kerusakan. Padahal mobil dengan penggerak rantai besi seperti pada tank itu diharapkan mampu menerjang lumpur.

”Alat berat Hagglundnya PMI tenggelam di situ. Sehingga ketika diangkat keluar dia rusak karena batu-batu masuk ke dalam. Rusak malah patah dia punya (track rantai, Red),” ungkap JK yang juga ketua umum PMI itu. Informasi dari lapangan, Hagglund itu rusak usai kembali dari evakuasi jenazah di Petobo pada Senin (8/10) malam. Onderdil segera didatangkan dari Jakarta.

Lebih lanjut, JK memastikan bahwa kemungkinan proses evakuasi korban yang tertimbun di reruntuhan akan berakhir pada Kamis (11/10) sesusai masa tanggap darurat. Tapi, pada masa tanggap darurat itu bukan hanya evakuasi korban, ada pula kegiatan pemberian layanan kesehatan, penyediaan makanan, dan tempat tinggal. Sedangkan tahap rehabilitasi akan dimulai bulan depan. ”Rehabilitasi baru mulai kira-kira nanti bulan depan,” jelas JK.

Hingga hari ke 11 kemarin, BNPB mencatatat 2.010 orang meninggal akibat gempa dan tsunami, serta likuifaksi. Korban luka mencapai 10.679 orang, sementara 671 lainnya masih dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi mencapai 82.775 tersebar di 112 titik.

Sejak kemarin kehidupan di kota Palu dan sekitarnya sudah mulai berdenyut. Listrik sudah menyala di 90 persen wilayah terdampak, sementara komunikasi sudah mencapai 75 persen. Warga sudah mulai berjualan di pasar-pasar Palu dan toko-toko sudah mulai buka kembali.

Anggaran untuk rehabilitasi masih akan ditentukan setelah evaluasi tahap awal. Pendataan itu meliputi jumlah rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan. Pada saat itu, warga yang jadi korban akan ditempatkan di barak atau hunian sementara. Sedangkan bangunan seperti sekolah, masjid, kantor, dan rumah yang tidak terlalu parah rusaknya akan diperbaiki.

Sedangkan bantuan asing yang sudah banyak masuk adalah makanan dan tenda. Saat ini yang dibutuhkan adalah peralatan rumah tangga dan bahan-bahan untuk membuat barang.

”Kalau paling gampang bantu sekarang itu dengan dana. Paling gampang. Dengan tetap menghargai apa yang barang yang diberikan. Tapi simpelnya kadang-kadang dikirim tapi tidak kita butuhkan,” ujar JK. Bantuan antara pemerintah akan masuk ke rekening pemerintah dengan pengaturan dari kementerian keuangan. Sementara bantuan dari lembaga non pemerintah akan dimasukan ke rekening PMI.

Sore kemarin, JK juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Dr. Wan Azizah Dr Wan Ismail. Mereka juga membicarakan bantuan yang bisa diberikan kepada korban di Sulawesi Tengah.

Wan Azizah mengungkapkan sudah dikirimkan pesawat Airbus A400M yang dipergunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak dari Jakarta menuju ke Balikpapan. Selanjutnya akan dibawa ke Palu dalam waktu tempuh sekitar 30 menit.

“Juga dua C 130 (Hercules) untuk bawa barang-barang terutama dari station kak Labuan. Itu yang kami berikan. Dan lain-lain adalah sumbangan 1 juta ringgit Malaysia (Rp 3,67 miliar) kepade Sulawesi,” ungkap Wan Azizah. Dana bantuan itu telah diberikan pada 4 Oktober lalu. selain itu, Malaysia juga berkomitmen untuk membantu pada tahap rehabilitasi terutama di sektor pendidikan.

Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, kondisi bangunan di kawasan terdampak gempa sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, dia menyebut mayoritas sekolah, khususnya di wilayah Palu harus direlokasi.

“Mungkin 80 persen sekolah di Palu direlokasi. Termasuk ada yang ambles sembilan unit mulai dari TK sampai SMA yang hilang,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (9/10).

Sambil menunggu upaya relokasi dilakukan, Muhadjir menuturkan, pemerintah sudah meminta kepala dinas setempat untuk memanfaatkan ruang yang ada. Selain itu, kelas-kelas sementara juga mulai didirikan. Baik menggunakan tenda maupun puing-puing sisa yang masih bisa dimanfaatkan.

Muhadjir itu menegaskan kegiatan belajar mengajar harus dilakukan meski dalam keterbatasan. Pasalnya, jika terlalu lama libur, hal itu tidak baik terhadap psikologis siswa. “Kalau terlalu lama tidak belajar, untuk mengembalikan mental mereka kembali belajar dan bersekolah itu susah,” imbuhnya.

Terkait kemungkinan adanya dispensasi mata pelajaran bagi siswa-siswi di Palu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah menegaskan tidak ada. Menurutnya, proses pembelajaran masih diperlakukan sama. Dia memastikan bantuan dari pusat untuk mendukung proses pembelajaran tidak akan berhenti.

Sementara itu, kapal pembawa bantuan untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah kini dikerahkan ke Pelabuhan Donggala. Sebelumnya pintu masuk untuk kapal pembawa bantuan hanya lewat Pelabuhan Pantoloan saja. Sedangkan pelabuhan lainnya, Pelabuhan Wani, belum bisa beroperasi.

Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo menjelaskan kemarin pagi (9/10)i, Kapal KM Sumber Rejeki VIII telah sandar di dermaga pelabuhan Donggala. Kapal tersebut memuat bantuan berupa air mineral 150 dus, mie instan 30 dus, dan pakaian bekas 100 karung. ”Sebelumnya, kapal negara kenavigasian yaitu KN. Merak dan KN. Miang Besar juga telah sandar di Pelabuhan Donggala untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan dan membuka jalur evakuasi melalui laut,” jelas Dirjen Agus.

Tujuan dari dibukanya Pelabuhan Donggala tersebut adalah untuk memeratakan bantuan. Dia menilai bahwa pelabuhan tersebut telah layak untuk digunakan sandar kapal.

Di sisi lain, Pelabuhan Wani belum bisa digunakan. Pelabuhan tersebut masih mengalami kerusakan. Dirjen Agus mengatakan pihaknya berupaya agar sarana dan prasarana di pelabuhan dapat kembali normal. Tim Dirjen Hubla masih melakukan pendataan kerusakan infrastruktur. ”Insya Allah, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai pintu masuk suatu wilayah di Sulawesi Tengah pasca gempa kemarin," ujar Dirjen Agus.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid menjelaskan bahwa Senin lalu (8/10), Posko Bantuan Kemanusiaan Bencana Palu-Donggala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas telah menerima bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan steakholder sekitar pelabuhan. Adapun kontainer berukuran 40 feet yang berisi bantuan ini akan disalurkan melalui jalan darat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebelum akhirnya diantarkan ke Palu dengan Pelni. (tau/jun/far/lyn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

31 Pekerja Dieksekusi KKSB, Proyek Jembatan Trans Papua Dihentikan

31 Pekerja Dieksekusi KKSB, Proyek Jembatan Trans Papua Dihentikan

Pembantaian 31 pekerja konstruksi jembatan Jembatan Kali Aorak adalah cobaan berat bagi progres pembangunan infrastruktur Jalan Trans Papua.


Duit Dugaan Korupsi Bupati Pakpak Bharat untuk "Amankan" Kasus Istri

Duit Dugaan Korupsi Bupati Pakpak Bharat untuk "Amankan" Kasus Istri

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pakpak Bharat, Sumut, Remigo Yolando Berutu, kemarin (18/11).


Isak Tangis Iringi Tabur Bunga Keluarga Penumpang Lion Air Nahas

Isak Tangis Iringi Tabur Bunga Keluarga Penumpang Lion Air Nahas

Dua Kapal Perang KRI Banda Aceh 593 dan KRI Banjarmasin 592 melaju pelan mengitari 250 meter area operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).


Tol Sragen–Ngawi Segera Bisa Dilewati

Tol Sragen–Ngawi Segera Bisa Dilewati

Jalan tol Solo–Ngawi segmen Sragen–Ngawi mengantongi sertifikat layak operasi.


Nelayan Sempat Dengar Suara Ledakan

Nelayan Sempat Dengar Suara Ledakan

Di Pantai Tanjung Pakis Karawang sejak pagi hingga malam ratusan petugas dari SAR, BPBD Karawang, PMI, TNI, dan polisi berjaga.


Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Wali Kota Pasuruan Setiyono kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin pagi (4/10).


Diduga Terima Pungli, Kapolres Kediri Disidang Etik

Diduga Terima Pungli, Kapolres Kediri Disidang Etik

Operasi tangkap tangan (OTT) kepada anggota satuan penyelenggara administrasi SIM Polres Kediri menyeret Kapolres Kediri AKBP ER.


Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Penyidikan kasus dugaan korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 terus berkembangan.


Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

Guna mendalami kasus dugaan korupsi PLTU Mulut Tambang Riau 1, KPK memanggil Mensos Idrus Marham dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir.


KPU Tolak Eks Napi Koruptor Nyaleg

KPU Tolak Eks Napi Koruptor Nyaleg

Pendaftaran calon legislatif (caleg) akan mulai dibuka besok (4/7).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!