Nasional
Share this on:

Body Pesawat Lion Air Dipastikan Hancur

  • Body Pesawat Lion Air Dipastikan Hancur
  • Body Pesawat Lion Air Dipastikan Hancur

JAKARTA - Kondisi pesawat Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang dipastikan hancur berkeping-keping. Itu bisa dilihat dari puing-puing sisa badan pesawat yang sudah tidak utuh lagi, termasuk mesin pesawat yang sudah hilang semua turbin plit atau kipas pada mesinnya.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan mesin pesawat dipastikan juga tidak meledak. Tapi hancur saat masuk ke dalam air, lantaran berkecepatan sangat tinggi. Mesin pun masih dalam kondisi menyala normal.

”Dan masih menyala high RPM. Istilahnya tadi (mesin yang tersisa, Red) itukan seperti bonggolnya jagung. Jagungnya sudah dipipil istilahnya, sudah hilang semua,” ujar Soerjanto di Dermaga JICT 2 kemarin.

Dia bersama dua orang petugas lain melihat kondisi engine. Dalam penelitian kecelakaan pesawat itu, KNKT memang dibantu oleh Boeing dan KNKT Amerika Serikat. Mereka memeriksa kondisi engine yang sudah tidak utuh itu, sebelum dimasukan ke dalam truk untuk dibawa ke kantor KNKT.

Selain dari mesin, hancurnya body pesawat itu juga terlihat dari bagian yang diangkat dan dibawa ke dermaga tersebut. Menurut Soerjanto bagian pesawat yang sudah seperti terkoyak itu adalah tempat bahan bakar pesawat.

”Itu ada yang ijo itu paling tebal, paling kuat saja sudah pecah. Itu bagian tangki tengah sayap. Itu bagian paling kuat. Yang kuat saja seperti itu,” ungkap dia.

Memang hingga kemarin, tim SAR gabungan hanya menemuikan puing-puing. Meskipun sudah dijelajah dengan ROV sampai radius 250 meter, tapi tidak juga ditemukan badan pesawat yang lebih besar.

”Radius kalau 250 meter itu sudah cukup. Karena kita keluarkan sedikit sudah tidak ada barang. Lebih kecil-kecil lagi. Jadi wasting time lah. Jadi kita memanfaatkan waktu dan personel yang ada,” imbuh Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi.

Sementara pada hari keenam kemarin, tim SAR gabungan belum berhasil mengangkat body pesawat. Pencarian dan penyelaman yang dilakukan hanya berhasil mengangkat sepasang roda pendaratan (main landing gear) kedua. Roda pendaratan yang hancur tersebut dinaikkan dengan balon pelampung lantas diangkat dengan crane milik KM Baruna Jaya 1. Belum ada pengangkatan badan pesawat seperti yang direncanakan sebelumnya.

Sementara itu salah satu rekaman penting pesawat Lion Air, yakni cocpit voice recorder (CVR) belum ditemukan hingga kemarin. Meskipun sinyal salah satu dari black box itu sudah sempat terdeteksi. Sedangkan flight data recorder (FDR) sudah bisa diunduh dan sedang dalam proses penelitian di KNKT.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas menuturkan hingga petang kemarin sebenarnya masih terdeteksi ping dari CVR itu. Penyelam yang membawa ping locator masih mendengarkan suara tersebut. Namun, kesulitan untuk memastikan lokasinya.

”Kemungkinan besar itu penyebabnya karena dasar berlumpur, banyaknya reruntuhan, dan arus yang cukup kuat pada jam-jam tertentu,” kata Ilyas kepada Jawa Pos melalui pesan pendek.

Dia mengungkapkan bahwa mereka sedang menyusun rencana lanjut dengan tim gabungan Basarnas, KNKT, dan TNI AL. Pencarian CVR itu masih akan menggunakan ping locator, penyelaman, dan dibantu dengan operasi ROV dan penggunaan transponder dari Kapal Riset Baruna Jaya I.

”Selalu optimis (tiga hari selesai, Red),” ungkap dia.

Ilyas menambahkan bahwa lemahnya sinyal bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena terbenam di lumpur, atau tertimpa oleh reruntuhan pesawat yang lainnya. “Maka dari itu, kami angkat satu persatu bagian-bagian yang besar. Harapannya sinyal ping bisa didengar dengan lebih jelas,” katanya.

Sementara kemarin (4/11) kembali teridentifikasi tujuh korban jatuhnya Lion Air JT 610. Enam diantaranya teridentifikasi dengan metode tes DNA, yakni Dodi Junaidi, M. Nasir, Janry Efriyanto, Karmin, Harwinoko, dan Verian Utama.

Kepala Operasi DVI Polri Kombespol Lisda Cancer menuturkan, hanya satu dari tujuh korban yang teridentifikasi dengan sidik jari. Yakni, Rohmanir Pandi Sagala. Dengan tujuh korban ini berarti sudah 14 penumpang Lion Air JT 610 yang diketahui identitasnya. ”Mereka segera diserahkan ke keluarga,” ujarnya.

Dia menuturkan, untuk korban lainnya saat ini masih dalam proses identifikasi. Setiap hari akan diumumkan hasil identifikasinya. ”Kami berupasa keras menuntaskan semuanya,” papar polisi dengan tiga melati di pundaknya.

Sementara Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombespol Putut Cahyo Widodo menjelaskan bahwa dari enam yang teridentifikasi menggunakan tes DNA itu berasal dari 24 body part pertama kali masuk ke Laboratorium DNA. ”Jadi, body part untuk satu individu digabungkan,” ujarnya.

Dengan masih banyaknya korban yang belum teridentifikasi, ada peluang korban yang tidak teridentifikasi. Untuk korban yang tidak teridentifikasi, maka surat kematiannya akan melalui proses yang berbeda.

Karumkit Bhayangkara Polri R. Said Sukanto Kombespol Musyafak menjelaskan bahwa bila ada korban yang tidak teridentifikasi, maka nantinya penentuan kematiannya melalui proses sidang. ”Dengan proses sidang itu jadi dasar mengeluarkan surat kematian. Tapi, kalau yang bisa diidentifikasi, dasarnya ya dari RS,” ujarnya. (jun/tau/idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak ditemukan tewas di sebuah rumah di Jalan Bojong Nangka, RT 02/07, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Ko


Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Boeing Co menulis laporan mengenai kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP.


CVR Lion Air Masih Dicari

CVR Lion Air Masih Dicari

Hingga kemarin Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum juga ditemukan. Sinyal dari ping locator makin lemah.


Pesawat Lion Nyenggol Tiang Lampu, 143 Penumpang Terlambat Berangkat

Pesawat Lion Nyenggol Tiang Lampu, 143 Penumpang Terlambat Berangkat

Pesawat Lion Air kembali mengalami musibah. Pesawat dengan nomor layanan JT-633 dari menabrak tiang lampu Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, kemarin (7/11).


Banyak Keluarga Minta Ditunjukkan Kondisi Korban

Banyak Keluarga Minta Ditunjukkan Kondisi Korban

Kondisi korban jatuhnya Lion Air JT 610 membuat keluarga ingin mengetahuinya.


Isak Tangis Iringi Tabur Bunga Keluarga Penumpang Lion Air Nahas

Isak Tangis Iringi Tabur Bunga Keluarga Penumpang Lion Air Nahas

Dua Kapal Perang KRI Banda Aceh 593 dan KRI Banjarmasin 592 melaju pelan mengitari 250 meter area operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).


Angkut Durian 2 Ton, Penumpang Sriwijaya Air Turun Lagi

Angkut Durian 2 Ton, Penumpang Sriwijaya Air Turun Lagi

Keberangkatan pesawat Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta harus tertunda kemarin (6/11).


Identifikasi Jenazah Lion Air Bisa 1,5 Bulan

Identifikasi Jenazah Lion Air Bisa 1,5 Bulan

Proses identifikasi jenazah kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 bergerak cepat.


Setelah Black Box, Ditemukan Angkat Roda dan Turbin Lion Air

Setelah Black Box, Ditemukan Angkat Roda dan Turbin Lion Air

Gelombang tinggi awal bulan mengiringi pencarian pesawat Lion Air PK-LQP dengan rute penerbangan JT 610 Jumat (2/11).


Jenazah Korban Lion Air Lebih Parah dari Air Asia

Jenazah Korban Lion Air Lebih Parah dari Air Asia

Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 berada di tingkat kesulitan yang tinggi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!